Cinta Pelampiasan

Cinta Pelampiasan
JAGA DIRI BAIK-BAIK


__ADS_3

Di dalam taxi menuju rumah keluarga Munaf, Parto memandang tangannya dan tangan Hanna dengan jari saling bertautan. Bukan tanpa alasan dia memandangi tangannnya, masalahnya Hanna menggenggam tangannya terlalu erat.


Sedangkan Hanna tidak menyadari tindakannya karena hanyut dalam pikirannya sendiri. Bagaimana ia akan memberitahu Parto tentang keadaanya? Ia tidak bisa menyimpan dosa ini terlalu lama.


Disisi lain, Parto tersenyum melihat jari tangannya yang mulai berubah warna menjadi merah muda. Ia membiarkan ketidaknyamanan itu, menerimanya dengan senang hati. Ada semacam perasaan ingin melindungi dalam dirinya.


Di dalam cinta ada rasa sayang dan melindungi.


" Lagi mikirin apa? " Parto


" Ehmm.. Lagi mikirin kamu. " Hanna


Kenyataannya Hanna memang sedang memikirkan Parto.


" Hei bukankah aku ada di sampingmu? " Parto menganalisa


Hanna tersenyum, menoleh memandang Parto, orang yang selalu ia pikirkan. Setiap tindakannya selalu berpacu pada sudut pandang orang ini. Bagaimana kalau ia marah, atau bagamana kalau ia tidak suka, bagaimana cara menarikperhatiannya.


" Setiap saat aku selalu memikirkanmu walaupun kamu ada di sampingku" Hanna


" Mulut gadis ini manis ea? " Parto membelalakkan matanya dengan seulas senyum bahagia. Pria juga bisa merasa bahagia karena digombalin tau.


" Memang kenyataanya begitu. " Hanna memprotes dibilang gadis tukang rayu. Bibirnya sedikit manyun.


" Bodoh! " Parto memukul pelan kepala Hanna


" Pikirkan dirimu sendiri. Baik-baik jaga diri. " Parto mengelus kepala Hanna lalu merangkulnya, menghimpitnya ke dalam ketiak.


Hanna meronta merasa di bulli. Di rangkul boleh tapi kalu dihimpit ke ketiak membuatnya tidak bisa bernafas. ia tidak tinggal diam, merasa ada kesempatan tangannya memengang pingggan parto dan mulai mengelitiknya. Spontan Parto mengeliat lalu mengendorkan kekangannya.


Hanna melepaskan diri. Ia merapikan rambutnya yang berantakan menggunakan tangan.


" Aku serius. Pikirkan dirimu! " parto menekan kalimatnya


Hanna menghentikan tindakannya lalu menoleh pada Parto. Ia tidak mengerti maksud dari parto.


Akankah Parto menyadari keadaannya? Hanna mengerutkan dahinya, ia takut Parto menyadari sesuatu.

__ADS_1


" Kenapa? " Hanna


Parto mengerutkan kening. Ia berfikir apakah IQ hanna menurun sampai tidak paham akan maksudnya.


Apakah perempuan ini tidak mengerti untuk saat ini dia belum bisa melindungi dia secara maksimal. Masih banyak yang harus di kerjakan. Dia hanya meminta Hanna menjaga diri sendiri supaya tidak menyulitkannya.


" Buat dirimu bahagia. Jaga diri baik-baik. Apa sekarang kamu mengerti makaudku? " Parto bersandar si kursi sambil memandang Hanna dari samping.


" Aku akan berusaha. " jawab Hanna menggantung.


Hanna mengalihkan pandangannya ke luar. Pohon di tepi jalan bergerak mundur, cahaya lampu berjajar sepanjang jalan seperti sungai cahaya yang tidak terputus.


Hanna menatap kosong keadaan di luar jendela, Hati dan pikirannya lelah. Untuk saat ini ia tidak bisa mengambil langkah yang baik buat dirinya.


Dari pantulan kaca jendela, Parto dapat melihat jelas wajah Hanna. Tersirat kesedihan disana, terpampang jelas dimatanya.


Bersikap pura-pura tidak tau, ia tidak bisa melakukannya. Kesedihan itu tertanam di hatinya.


Parto menarik tangan Hanna, membuat Hanna sadar dari lamunannya.


" Menjadi pacarku membuatmu tidak nyaman? " Parto berkata setelah Hanna menoleh padanya.


" Kedengarannya bagus. Aku akan berusaha mewujudkan keinginanmu meskipun banyak rintangam. " Parto mengecup punggung tangan Hanna yang sedang dia genggam.


Hanna terharu dengan penuturan Parto membuat matanya berkaca-kaca ingin menangis.


" Dengan kamu ada disisiku sudah membuatku bahagia. " Hanna menyandarkan kepalanya di lengan Parto.


Dengan penuh kasih sayang Parto mengusap rambut Hanna.


Mereka berdua menikmati momen kebersamaan dengan sepenuh hati. Parto telah membuat Hanna mengakui dirinya sebagai pacar, selanjutnya dia akan berusaha keras untuk memdekati orang tua Hanna supaya mendapatkan restu.


" Kita sudah sampai. " Parto mengusap lengan Hanna.


Hanna menegakkan duduknya kemudian melihat ke luar.


Rumah besar keluarga Munaf terletak di pinggir jalan besar. Pagar tembok mengelilingi kediaman setinggi tiga meter, hannya pintu gerbang yang terbuat dari besi dengan ornamen bunga keemasan. Disamping gerbang bagian dalam dibangun pos satpan, ada 2 orang bejaga di sana. Halamannya cukup luas dengan beberapa pohon hias. Rapi dan elegan, kesan yang terpancar.

__ADS_1


Parto melihat jam tangannya ketika mereka turun dari taxi. Pukul 9.10 menit, waktu tidak terlalu malam juga tidak terlalu sore.


" Masuklah! " perintah Parto


Hanna mengangguk pelan, walaupun enggan berpisah namun dia harus mau. Ia mengengam tangang Parto perlahan, seolah menyerap kehangatan dari laki-laki ini.


" Sampai jumpa. " hanna memandang lurus ke mata Parto.


" ehm. " Parto melepas Hanna.


Hanna berbalik mendorong gerbang, kemudian sebuah tangan besar menghentikan gerakannya. Parto membuka gerbang untuknya, memberikan jalan padanya.


dia berdiri mematung memandang Punggung Parto.


" Aku hanya ingin membuka gerbangnya. Lainkali kamu bisa menyuruhku apa saja. " Parto berbalik dengan senyum mengembang diwajahnya.


Hanna dibuat terpesona dengan sosok Parto. Betapa baik pacarnya ini, sampai hal kecil saja diperhatikan.


" Lain kali tidak perlu melakukan tindakan seperti itu, aku bisa melakukannya sendiri. Jangan memanjakanku karena itu membuatku ketergantungan, sehingga aku akan menderita kalau kamu tidak berada disampingku. " Hanna mengkritik Parto karena sikap manis yang ditunjukkan.


Parto tidak mengerti kenapa Bukan pujian yang dia dapatkan melainkan kritikan dari Hanna.


" Kamu sangat tanggap dalam hal ini, jangan bilang kamu sering membantu gadis lain membuka gerbang. Lain kali jangan pernah bersikap manis pada perempuan lain. " Hanna mengerucutkan bibirnya.


Parto memandang Hanna dengan tangan kanan mengaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Eksited melihat tingkah Hanna yang tidak masuk akal. " Apakah Hanna sedang PMS sehingga emosinya tidak stabil? " batin Parto


" Tidak akan. " Parto berkata dengan sabar, bahkan dia masih tersenyum pada Hanna.


" Baguslah. " Hanna berucap sambil melewati Parto.


Melihat punggung Hanna yang semakin menjauh di balik pagar besi, hati Parto bergejolak. Ia berdiri di sana lama sampai Hanna masuk ke dalam rummah.


Di balkon lantai dua sepasang matta mengawasinya sambil menggoyangkan gelas yang berisi cairan merah .


Parto baru beranjak ketika sosok Hanna sudah tidak kelihatan. Ia jalan kaki meninggalkan rumah besar keluarga Munaf. Dari informasi yang ia dapat, tuan Munaf bukan orang yang mudah diajak kompromi. Ny. Munaf adalah wanita karier dengan tempramen tegas. Dia harus menunjukkan kemampuan pada orang-orang ini supaya diakui.


Dia di besarkan di rumah yayasan, keadaannya tidak lebih baik dari yatim piatu namun ia tidak menyesal telah di lahirkan di dunia ini. Mengenai orang tua yang telah meninggalkan dirinya, dia tidak perhitungan juga tidak ingin mencari mereka, yang jelas dia tidak berhutang kepada orangtuanya.

__ADS_1


Parto memiliki kebiasaan jalan kaki, dengan berjalan dia bisa menghabiskan waktu sekalian olahraga ringan. Setelah lelah berjalan, Parto menghentikan angkutan umun untuk kembali ke rumah yang ia sewa.


__ADS_2