
Hari-hari berlalu, kini sudah waktunya Ulangan akhir kelulusan.
Tidak sulit bagi Miko menyelesaikan soal ulangan, ia pun selesai dengan cepat lalu pulang duluan.
Miko melihat Lisa sahabat Nuna sedang jalan sendirian.
Miko menghampirinya
"Kamu sahabatnya Nuna?".tanya Miko
Lisa mengangguk
"Kasih tau aku dimana Nuna?".tambah Miko
"Aku tidak tahu pasti, hanya saja Nuna lebih baik sekarang".jawab Lisa yang membuat Miko bingung
"Apa maksudmu?".tanya Miko lagi
Lisa menjelaskan bahwa alasan Nuna pindah adalah karena ingin fokus sekolah, Lisa tidak mengungkap alasan sebenarnya.
Lisa kemudian meninggalkan Miko sendirian.
Di rumah Miko melihat Sanda sedang makan donat.
"Dek, kamu lapar?biar kakak buatkan makan siang".ucap Miko
Sanda pun mengangguk.
Miko lalu memasak dua porsi masakan untuknya dan adiknya.
Mereka makan bersama.
"Kak, ku perhatikan kak Nuna tidak pernah kesini lagi?kalian bertengkar?Tanya Sanda
Miko menggeleng
"Habiskan makananmu, lalu tidur".jawab Miko lalu pergi ke kamarnya.
Miko mulai emosi, dan memukuli guling tinjunya.
"Bisanya kamu mengabaikanku Na, apa hebatnya dirimu?Kenapa berani kamu melukai ku?".ucap Miko sambil marah.
Di lain tempat Nuna sedang merintis jualan online nya.
Kegiatan Nuna setelah sekolah adalah mengantarkan pesanan sayur kepada pelanggan.
Nuna menikmati usahanya itu.
Nuna mampir di taman lalu minum air putih yang ia bawa.
__ADS_1
"Aku sudah hampir lulus, Gimana kabarmu Miko?Maafkan aku".batin Nuna lalu memandang pemuda berkencan di taman itu.
Pengumuman kelulusan tiba, Miko mendapat nilai terbaik.
Di sekolah lain Nuna lulus dengan nilai yang terbilang bagus.
Nuna sangat senang dengan hasilnya.
Miko dan teman-temannya merayakan kelulusan dengan makan bersama di sebuah restoran.
Ratu terus menggandeng lengan Miko dengan bahagianya.
Miko dan yang lainnya terlihat sangat bahagia di hari itu.
Nuna dengan sepedanya melewati restoran tempat mereka merayakan kelulusan.
Di luar sana, Nuna melihat Miko yang duduk berdua dengan Ratu.
Ya Nuna dikabari Ratu, bahwa Miko telah berhasil melupakannya, dan kini ia dan Miko sedang di restoran .
Nuna melihat Tawa lebar Miko, namun ia juga melihat Sikap Manja Ratu.
"Miko, aku senang melihatmu bahagia, Meski pun aku Tidak".ucap Nuna lalu pergi.
Miko melihat sosok perempuan dengan sepeda putih yang menarik perhatiannya.
"Siapa gadis itu, rasanya aku mengenalnya".ucap Miko lalu keluar restoran dan mengejar gadis itu.
"Kita sudah lulus, Kapan kamu akan menerimaku ?".Tanya Ratu
"Tak akan, aku hanya akan menunggu Nuna".jawab Miko yang membuat Ratu kesal lalu menggebrak Meja.
"Nuna, nuna dan Nuna, kenapa sih kamu selalu menyebut dia, bukankah sudah jelas ia pergi meninggalkanmu?".ucap Ratu dengan berapi api.
Teman-temannya pun hanya melihat Ratu dan Miko tanpa berani menegur mereka.
Miko hanya diam dan menikmati es lemon nya.
Ratu semakin kesal
"Aku telah membuat Nuna pergi, tapi kamu tetap saja menunggunya, apa aku harus membunuhnya ?",tanya Ratu emosi
Miko berdiri lalu menatap Ratu
"Jadi kamu beang keroknya, pantas saja Nuna pergi tanpa alasan jelas, Kamu lebih bodoh daripada Nuna".ucap Miko
Miko kemudian pergi keluar restoran dan sebelumnya ia membayar semua tagihannya.
Nuna sampai di rumahnya, dan mendapati Lisa telah disana dengan Doni.
__ADS_1
"Lisa, Doni, kalian tumben kesini bersamaan".ucap Nuna lalu duduk.
"Ayo kita rayakan kelulusan kita ".ucap Doni
Nuna mengangguk dan mereka bertiga ke kamar Nuna.
Nuna mulai mengoperasikan laptopnya, sementara Lisa membuat desain iklan produk sayuran Nuna.
"Kita harus liburan, ini malah bikin iklan".ucap Doni
Nuna pun tertawa sementara Lisa menggetok kepala Doni.
"Apaan sih Lis?".ucap Doni
Iklan pun telah beredar di marketplace dan mendapat banyak pesanan.
Nuna dan Lisa saling berpelukan sementara Doni senang melihat Lisa tersenyum begitu.
Doni pun ijin pulang karena ia sudah ditunggu mamanya.
Ibu Lastri membawakan makan siang ke kamar Nuna.
"Lisa, Nuna makan dulu".ucap Bu Lastri
"Bu, doakan Nuna agar dapat beli rumah buat kita, Doakan usaha jualan online Nuna lancar"jawab Nuna dan Bu Lastri pun mengangguk.
Pak Burhan sedang ke sawah nya dahulu yang ada di dekat kontrakannya dahulu.
Ya sawah itu dibeli karena dulu ada yang menjualnya dengan harga murah.
Pak Burhan berniat mengolahnya kembali.
pak Burhan pun mendapat tawaran untuk membeli rumah disana. Rumah besar yang ada di dekat sawah itu.
"Pak Burhan, belilah rumah saya ini, karena saya akan pindah ke luar negeri".ucap Pria itu
"Bapak bercanda, mana ada pak saya membeli rumah sebesar ini".jawab Pak Burhan
"Saya tidak menarget bapak harus membayar lunas, tapi saya percaya bila rumah ini ditangan pak Burhan akan terawat, kalau saya pulang kampung saya bisa menginap pak".jawab Pria itu.
Namun pak Burhan menolaknya dengan halus.
Hingga akhirnya pria itu
"Baiklah pak, saya akan menunggu bapak berubah fikiran, Saya ucapkan terimakasih atas kebaikan bapak selama ini yang membantu keluarga saya ".jawab pria itu lalu pergi mengendarai mobilnya.
Ya pria itu adalah anak dari pak Soni yang saat itu sedang sakit keras, dan memerlukan darah A-.
Beruntung Pak Burhan memiliki golongan darah sama sehingga pak Soni dapat diselamatkan.
__ADS_1
sejak saat itu, pak Soni selalu menganggap pak Burhan adalah dewa penolongnya.