
Dona tertawa bahagia dengan teman-temannya
Sampai ia tidak mengetahui Frenki ada disebelah duduk di kursi pojokan.
"syukurin, siapa suruh bermain dengan Dona"ucap Dona
"Pasti tidak akan ketemu, secara ia kita buang di pinggiran kota"jawab teman satunya.
"Jadi ini ulahmu Don, heh tunggu balasanku"batin Frenki lalu pergi
Frenki pun menyuruh bawahannya untuk mencari Nuna di pinggiran kota
Sebulan Kemudian
Usia kandungan Nuna sudah memasuki bulan ke 5
di rumah nenek parmi Nuna selalu membantu nenek dan kakek itu.
Pada malam hari hanya diterangi lentera.
"Nek,nanti kalau Nuna sudah ditemukan, nenek dan kakek ikut Nuna ya,nanti kita tinggal di rumah Nuna"ucap Nuna di pangkuan nenek Parmi.
Nenek Parmi dan Kakek Barno pun tersenyum
"Gimana orangtuamu Na?"tanya Kakek
"Mereka telah tiada kek, sudah 5 bulan lalu mereka pergi meninggalkan Nuna, Nuna hanya bisa mengunjungi makan mereka dan kirim doa kek bila Nuna merindukan mereka "Jawab Nuna
"Nuna sabar ya, udah sekarang tidur sudah malam"ucap kakek Barno
Pagi hari
Miko menemui Frenki
"Mana Nuna?sudah dua bulan Nuna belum juga ditemukan, katanya berkuasa menemukan Nuna saja tidak bisa"ucap Miko
"apa pedulimu?"tanya Frenki sambil bersedekap
"Tidak ada, hanya saja aku mau memperlihatkan kalau Ratu akan melahirkan"jawab Miko
__ADS_1
"Oh ya,,selamat"Jawab Frenki lalu pergi meninggalkan Miko.
Sementara papa Daffa dan Mama Dewi tinggal di pinggiran kota untuk menenangkan diri mereka.
Sanda dan Manda yang sedang bermain di sungai melihat sosok perempuan yang dikenal mereka
"Kak, itu seperti kak Nuna"ucap Sanda sambil menunjuk ke depan
Manda pun melihat dan kaget bahwa ia melihat Nuna
"Kak Nunaaaaa"Teriak Manda
Manda dan Sanda pun menghampiri Nuna yang sedang mencari kayu bakar.
Nuna menoleh dan melihat Sanda juga Manda
"Kakak disini, Ngapain?"tanya Sanda
Nuna hanya senyum lalu mengajak Sanda dan Manda ke rumah nenek Parmi.
Disana Sanda dan Manda terkejut mendengar cerita Nuna
Akhirnya Nuna, nenek Parmi dan kakek Barno meninggalkan rumah tua itu dan mereka ke rumah Papa Daffa
Papa Daffa dan Mama Dewi yang tengah berkebun melihat Nuna dan mereka kaget melihat perut Nuna yang buncit.
"Nuna, mama kangen nak, Sini duduk dengan Mama"ucap Mama Dewi sambil memeluk Nuna
"Nuna juga kangen Ma, Pa, mama dan papa tinggal disini?"tanya Nuna
"Tidak , kami hanya berlibur"jawab Papa Daffa tersenyum ramah.
"Na kamu hamil?"tanya Mama Dewi
Nuna mengangguk dan memegang perutnya.
"udah berapa bulan Na?"Tanya Papa Daffa
"Lima pa"jelas Nuna
__ADS_1
Papa Daffa tersenyum setelah mereka bercengkerama satu sama lain, nenek Parmi dan kakek Barno juga telah memperkenalkan siapa mereka, akhirnya mereka kembali ke rumah dengan mengendarai mobil papa Daffa.
Sampai di rumah Nuna
"Nah nenek parmi kakek Barno, sekarang kita tinggal disini ya"ucap Nuna
"Ma , Sanda boleh tinggal disini?",tanya Sanda pada Mamanya
dan Mama Dewi mengangguk
"Nenek parmi kakek Barno, Nuna, mama dan papa pulang dulu ya, jaga baik-baik cucu kami, nanti kami akan sering kesini nak",pamit mama Dewi lalu pergi
Dirumah Papa Daffa
"Ma, coba diingat, usia kandungan Nuna 5 bulan, artinya apakah itu anak Miko ma?"tanya Papa Daffa
"Bisa jadi pa, wah ini akan jadi bagus pa, kita dapat menyatukan Miko dan Nuna kembali"jawab Mama Dewi semangat
"Ratu gimana Ma, bukankah ia juga mengandung anak Miko?"tanya Papa
"Iya ya, tapi perutnya kok gak besar-besar ya pa??mama jadi curiga"ucap Mama Dewi
"Papa akan selidiki Ma" jawab Papa Dewi lalu ia kembali ke ruang kerjanya.
Pagi hari di rumah Frenki
Reno menghubunginya
"Bos, Istri bos telah kembali ke rumah, "ucap Reno yang membuat Frenki senang.
Dona datang dengan membawa sekotak kue coklat kesukaan Frenki
"Hai sayang ini kue kesukaanmu, makan ya"ucap Dona dengan manja
"Aku tidak suka kue coklat"jawab Frenki
"berapa kali kamu menolakku Frenki, kurang apa aku ?ha? Tanya Dona kesal
"kamu kurangajar, beraninya kamu menculik Nuna dan membuangnya, selama ini aku diam namun aku tetap memantau Nuna dari kejauhan, dan asal kamu tahu, Kamu akan menyesal"jawab Frenki lalu melempar kue itu ke lantai.
__ADS_1