
Siang hari di Kantor Frenki.
Sonya merasa menyesal telah melakukan kejahatan pada Nuna waktu itu.
Frenki sungguh dapat merubah sifat Sonya yang kejam menjadi lebih baik.
Sonya menemui Frenki di kantornya
Frenki yang sedang bersama Miko dikejutkan dengan kedatangan Sonya
"Mas, maaf aku langsung masuk karena papa Soni sedang kritis mas"ucap Sonya
Frenki dan Miko berdiri dari duduknya.
Mereka menuju RS.
Di rumah sakit.
"Saya akan mengecek darah tuan Frenki, karena Tuan Soni sangat memerlukan donor darah A"ucap Dokter
Frenki pun diperiksa dan ternyata Darahnya cocok namun ia tidak dapat mendonorkan darahnya
"Maaf Tuan Frenki, anda tidak dapat mendonorkan darah anda karena kondisi anda saat ini tidak memungkinkan, tolong berhenti mengkomsumsi alkohol"jelas dokter
Frenki pun kecewa pada dirinya sendiri
"Maafkan Frenki Pa, Frenki tidak berguna"ucap Frenki sambil membenturkan kepalanya ke tembok.
Miko pun menenangkan Frenki
"Aku akan membantu Papamu, tenanglah, ia akan selamat"ucap Miko
Miko diperiksa dokter
Dokter Juan pun heran melihat hasil pemerikasaan.
Miko dan Frenki di panggil ke ruangan dokter.
"Tuan Miko, darah Anda cocok dengan darah Tuan Frenki dan juga Tuan Soni, saya akan segera membawa anda ke ruangan bersama Tuan Soni"jelas Dokter Juan
__ADS_1
Miko dan Dokter meninggalkan Frenki sendirian
Frenki pun mencerna omongan dokter Juan.
"Apakah Miko adikku?Bila benar, lalu mengapa Papa tidak menceritakan semua ini?"ucap Frenki lalu ia menemui Sonya dan putrinya.
"Mas bagaimana?"tanya Sonya
"Miko yang mendonorkan darahnya"jawab Frenki sambil menggendong putrinya.
Mama Dewi dan Papa Daffa datang ke rumah sakit dengan menggendong First.
Sementara Nuna tengah mengembangkan toko sayurnya yang kini telah memiliki beberapa cabang.
Tuan Soni telah dipindahkan ke ruang rawat.
Semua disana.
Tuan Soni membuka matanya dan ia melihat First di hadapannya.
"First cucuku"ucap Papa Soni
Miko yang menggendong First pun,membawa First ke papa Soni.
Papa Soni pun tersenyum dan mengangguk.
Seminggu kemudian Papa Soni boleh pulang ke rumah.
Papa Soni memilih tinggal di rumah Daffa.
karena First ada disana.
flashback on
Nuna yang akan bertolak ke luar kota untuk beberapa hari menitipkan First ke Miko.
"Mas, aku titip First untuk beberapa hari, karena aku harus ke luar kota untuk meninjau Toko sayur di sana"ucap Nuna
"Aku akan menjaganya, aman bersama papanya"jawab Miko
__ADS_1
Nuna tersenyum kemudian ia berpamitan pada orangtuanya.
"Ibu, bapak, Nuna pergi dulu, "ucap Nuna seraya mengelus batu Nisan ibunya.
"Miko akan menjadi menantu ibu dan bapak yang baik, mohon restunya"ucap Miko yang kemudian mendapat cubitan dari Nuna
flashback off.
Mama Dewi ,papa Daffa dan Papa Soni menikmati teh bersama di halaman belakang rumah sambil menemani First bermain.
"Mas, Apakah Mas tidak ingat akan putra keduamu?"ucap Papa Daffa tiba-tiba
"Miko adalah adik Frenki, aku tahu semuanya dari dokter Juan yang menyebut bahwa darah Miko memiliki kesamaan denganku dan Frenki, Itu artinya istriku tidak pernah berkhianat,hiks hiks"Jawab Papa Soni
"Sudahlah mas, ini saatnya mereka tahu bahwa mereka adalah adik dan kakak"jawab Papa Daffa sambil memeluk papa Soni
First menghampiri nenek Dewi
"Mama, telepon Mama Nenek,"Rengek First sambil memegang tangan neneknya.
Mama Dewi pun menghubungi Nuna
"Iya Ma"jawab Nuna
"Maaf Na, ini First sepertinya kangen"jelas mama Dewi lalu mengarahkan kamera ke Wajah First
"Mama pulang, hiks hiks,"ucap First
"Iya ,nanti mama pulang,jangan nangis ya "jawab Nuna
"Mama pulang"jawab Fisrt
"Iya nak, mama akan pulang segera, First baik -baik disana ya!"jawab Nuna
First pun kembali bermain
"Hati-hati Na, First baik-baik saja disini"ucap Mama Dewi
"Maaf merepotkan Ma, Ma itu Om Soni?"ucap Nuna
__ADS_1
Mama Dewi pun mengarahkan kamera ke Papa Soni
"Mantuku, pulanglah, rawatlah papamu ini"ucap Papa Soni dan Nuna pun hanya mengangguk dan tersenyum.