Cinta Pertama Nuna

Cinta Pertama Nuna
Kangen


__ADS_3

Malam hari di rumah Miko, Semua sedang berkumpul


Miko, Sanda, Mama Dewi dan Papa Daffa bercengkerama di ruang tengah sambil menonton televisi.


"Selamat atas kelulusanmu Nak, Kamu akan melanjutkan kemana?"Ucap Papa Daffa


"Iya Pa, Miko mau kuliah di luar negeri".jawab Miko


Mama Dewi pun kaget dengan jawaban Miko


"Gak boleh, Kalau kamu ke luar negeri, Nuna gimana?"Ucap Mama Dewi


Miko hanya diam lalh minum jus sirsak.


Seakan mengerti kesedihan putranya, Papa Daffa memberi nasihat pada Miko.


"Nak, Banyak kisah tentang remaja. Salah satunya kisah asmara, Semua butuh proses. Seperti Nuna yang terus berjuang mendapatkan hatimu, Namun Hati perempuan akan sulit diperbaiki bila ia telah merasakan rasa kecewa". Nasihat Papa Daffa yang membuat Miko mengangguk.


Di dalam kamar, Miko memandang foto Nuna di ponselnya.


Selama ini, Miko tidak pernah berniat untuk mencari pengganti Nuna, Miko akan tetap menunggu Nuna kembali.


"Sampai kapanpun, aku akan menunggumu Na".Ucap Miko sambil mengusap foto Nuna di layar ponselnya kemudian Miko memandang air hujan yang turun di balik jendela kamarnya.



Di kamar, Nuna sedang memperhatikan Nomor ponsel Miko, ingin rasanya Nuna menghubunginya dan menjelaskan semuanya.

__ADS_1


Namun ,Nuna tidak ingin orangtuanya dalam tekanan Ratu apabila Nuna berhubungan dengan Miko.


Nuna memandang air hujan yang turun dari genting dibalik jendela kamarnya.


"Seperti hujan yang turun dengan bebasnya, Aku harus bisa memperbaiki hidup".ucap Nuna dalam hatinya.


Nuna teringat bahwa lilin dirumahnya habis, maka ia bergegas untuk membelinya.


"Na, malam-malam hujan deras nak, Jangan keluar". Cegah Bu Lastri.


"Tapi Bu, ini nanti pasti mati lampu, dan lilin di rumah kita habis".jawab Nuna


Bu Lastri pun menyerah dan mengijinkan Nuna membeli lilin.


Tak butuh waktu lama, Nuna telah sampai di rumah kembali dengan membawa sebungkus Lilin.


Dan benar saja, lampu rumah kontrakan itu pun mati.


Pak Burhan, Bu Lastri dan Nuna menggelar tikar untuk tidur bersama di tengah ruangan rumah itu.


Sambil memandangi Lilin, Nuna memeluk Ibu nya, sementara Pak Burhan masih makan ketela rebus.


"Kamu takut Nak?".tanya Bu Lastri


Nuna mengangguk dan mengeratkan pelukannya.


"Bu, Nuna mau jadi pengusaha ".ucap Nuna

__ADS_1


Pak Burhan pun mendekati putrinya.


"Bapak mendukungmu Na, namun jangan kesampingkan pendidikanmu, Kamu harus melanjutkan sekolah mu". Ucap Pak Burhan sambil mengelus kepala Nuna


"Tapi pak,Uang dari mana? Kuliah itu mahal",jawab Nuna


"Bapak dan Ibu kan juga berdagang, Kami masih kuat Nak"Jawab Bu Lastri.


Nuna pun mengangguk kemudian tertidur di samping ibunya.


Pagi Hari, Miko tengah sarapan, Namun ia mendengar Mamanya tertawa di kamar.


Miko pun menghampiri mamanya, dan Miko mendapati Mamanya sedang menangis.


"Ma, kenapa?" Tanya Miko


"Mama hanya kangen dengan Nuna, sudah lama Nuna tidak kesini".jawab Mama Dewi yang membuat Miko memilih pergi meninggalkan mamanya sendiri di kamar.


Miko pun bergegas ke kantor menyusul papanya.


di kantor Miko belajar bisnis dari papanya, Miko sudah biasa menjadi pemimpin rapat.


Banyak rekan kerja Papa Daffa yang kagum drngan sosok Miko, pria muda yang memiliki wawasan luas.


Miko kini berada di ruang kerja papanya.


"Pa, Miko akan ke Luar negeri, Miko minta bantuan Papa untuk menemukan Nuna, selama ini Miko tidak cerita, sudah Setahun Miko dan Nuna tidak bertemu, Miko yakin Nuna ada alasan tersendiri sehingga ia tidak memberi Miko penjelasan".ucap Miko sambil duduk di sofa.

__ADS_1


Papa Daffa mulai mengerti bahwa putranya benar menyukai Nuna, Miko yang cuek, Miko yang dingin, ternyata bisa menyukai Nuna yang jauh berbeda darinya.


"Papa akan berusaha menemukan Nuna, Namun Kamu harus fokus sekolahmu, Nuna pasti senang bila kamu berhasil, Gadis polos seperti Nuna memang harus di dapatkan ".Jawab Papa Daffa kemudian Miko memeluk papanya.


__ADS_2