
Sore harinya Frenki datang kerumah Nuna bersama Lisa dan Doni
Lisa terlihat sangat senang Nuna kembali
"Na, kamu baik-baik saja kan?"maafkan aku selama ini aku terlalu sibuk dengan pekerjaan suamiku"ucap Lisa sambil memeluk Nuna
"Aku baik-baik saja Lis, iya tak apa, yang penting kita masih bisa bertemu lagi"jawab Nuna
Mereka duduk di ruang tamu, Sanda pun datang dengan membawa es sirup untuk mereka.
"Sanda kamu disini?"tanya Frenki
"Sanda akan menjaga kak Nuna kak"jawab Sanda dengan senyum
"Baguslah, setidaknya Istriku aman"jawab Frenki
Sanda pun kaget
"Maksudnya?"Sanda bingung
"Iya, Nuna sekarang istriku bukan istri kakakmu"jawab Frenki dengan tenangnya
Sanda pun memeluk Nuna
"Yang penting kak Nuna bahagia meski gak dengan kak Miko"ucap Sanda
Nenek Parmi dan kakek Barno keluar hendak menyiram tanaman
"Maaf Nuna, nenek mau berkebun boleh?"tanya Nenek Parmi
Nuna mengangguk dan senyum
"Mereka adalah orang yang menolongku ,dan sekarang mereka tinggal disini"jelas Nuna
__ADS_1
"Sudah tahu"jawab Frenki dengan santainya
Frenki lalu melonggarkan dasinya.
"Jangan salah Na, apa yang tak bisa ku ketahui dan kulakukan, semua bisa"jelasnya
Nuna hanya manyun dan teringat akan toko sayurnya
"Astaga tokoku "ucap Nuna
"Tenang, sudah diatasi Reno"jawab Frenki
Lisa dan Doni tersenyum mendengar perkataan Frenki yang menggambarkan bahwa Frenki itu peduli.
Malam harinya Mama Dewi ke rumah Miko
"Mama, gimana kabar mama?"tanya Ratu
"kabar baik, kalau gak baik mana mungkin aku kesini, dan jangan panggil aku mama ok"jawab Mama Dewi
Miko turun dari tangga dan melihat Mamanya masih berdiri di dekat pintu
"Masuk Ma"ucap Miko
Mama Dewi lalu masuk dan duduk
"Kamu pergi aja deh, Aku kesini mau bicara dengan putraku"ucap Mama Dewi
Ratu pun cuek saja
"Heh denger gak?aku curiga, perutmu gak besar-besar,kamu hamil apa kembung sih?"sudah 8 bulan kan harusnya?tanya Mama Dewi sinis
Ratu pun kaget mendengar ucapan mama Dewi, takut mama Dewi mengetahui kebohongannya.
__ADS_1
Melihat gelagat Ratu yang mencurigakan, Mama Dewi pun tersenyum kecut
"Kenapa ?gerah?sana cari angin?kalau sampai kamu bohong tentang kehamilan kamu, aku yang akan membunuhmu"ancam Mama Dewi dengan serius
Miko hanya mendengarkan mamanya berbicara dengan Ratu
"Aku juga curiga kamu itu hamil apa tidak ?Kalau kamu berbohong aku akan menggantungmu di tiang listrik biar kesetrum"ucap Miko
Ratu pun kesal
"Berani kalian menyakiti anakku?"ucap Maya tiba-tiba
"beranilah, apalagi hanya dengan kamu, halah kecil bestie"jawab Mama Dewi
"Kamu mau aku ambil semua asetmu?"tanya Maya
"Hahaha, kamu pikir aku akan memohon jangan gitu? dasar manusia serakah, aku bisa menghancurkanmu bila aku mau, jangan karena kamu dulu adalah mantan kekasih suamiku, jadi kamu begini, ngaca Maya, kenapa Suamiku memilihku jadi istrinya, karena kamu itu tukang selingkuh, upsss"jawab Mama Dewi panjang lebar yang membuat Miko dan Ratu terkejut
"Jadi Mama mantannya papa Daffa?"tanya Ratu
Maya pun mengangguk
"Terserah kalian mau ribut apa perang, yang jelas Miko pusing, Miko mau keluar cari angin,"ucap Miko lalu ia mengambil jaket dan kunci motornya.
Ratu mengejar Miko, namun diabaikan dan Mama Dewi pun keluar pergi.
Kini Ratu dan mamanya ada di dalam
"Jangan sampai rencana kita gagal Ratu, bisa -bisa kita kehilangan segalanya, Kamu harus segera cari orang yang mengandung dan hendak melahirkan, Bagaimanapun Miko tidak melakukan apapun waktu itu"jelas Maya
Ratu pun mengangguk
"Ma, aku kesal dengan mamanya Miko, ingin sekali aku membalasnya, "ucap Ratu dan Maya pun merencanakan sesuatu untuk mamanya Miko.
__ADS_1