
Nuna mencoba mendaftar ke universitas di dekat rumah kontrakan nya.
Nuna memasuki halaman kampus bersama Lisa.
Nuna memakai kemeja warna coklat dan memakai celana jeans dan hanya menyisipkan capitan di rambut panjangnya.
Lisa dan Nuna mendaftar di program Studi yang sama.
Selesai menyerahkan beberapa berkas yang diperlukan, Nuna dan Lisa pun mencari minum di kopma.
"Maaf , Saya tidak sengaja".ucap Pria yang memakai almamater kampus.
Pria itu menjatuhkan kaleng minum yang di pegang Nuna, karena ia terburu-buru dan menabrak Nuna.
"Iya kak, Tidak apa-apa".Jawab Nuna lalu mengambil kaleng minuman itu.
Pria itu mengenalkan diri ternyata namanya adalah Frenki.
"Saya Frenki, Ketua Panitia Mastamaru nanti".ucap Frenki lalu mengulurkan tangannya.
Nuna menyambutnya dan mengangguk sambil tersenyum.
Di luar kopma, Lisa menunggunya dan Nuna pun keluar dengan membawa dua kaleng minuman bersoda itu.
Miko yang tengah berada di luar negeri sedang mencari rumah kontrakan untuk tempatnya tinggal selama mengenyam pendidikan di sana.
"Akhirnya rumah sudah dapat, Nuna bisakah aku melihatmu lagi?".ucap Miko lalu menatap foto Nuna yang ia pajang di nakas kamarnya.
__ADS_1
Di rumah ,Nuna yang menyimpan foto Miko di dompetnya pun juga memandang foto itu dan mengusapnya.
"Miko, Apakah berakhir begini, Cinta pertamaku".ucap Nuna lalu mencoba melihat nomor ponsel Miko dan hendak memanggilnya.
Ibu Lastri datang menghampiri Nuna, dan melihat Nuna sedang menatap foto Miko.
"Na, Bila kamu merindukannya, katakanlah!panggil Miko, jangan memendam rasa terlalu lama, karena kamu akan tersiksa batinmu nak".ucap Bu Lastri sambil mengelus kepala putrinya.
"Tapi Bu, bagaimana dengan Ratu bila nanti ia mengetahuinya?".tanya Nuna setelah ia duduk.
"Semua ada pada dirimu, bukankah kamu mengatakan bahwa Miko cinta pertamamu?Mengapa kamu takut dengan Ratu, bila Ratu juga bukan menjadi pilihan Miko".jawab Bu Lastri yang membuat Nuna tersenyum lalu memeluk Ibunya.
Pak Burhan sedang mengolah sawah dan menamami jagung bersama Frenki.
Nuna datang dengan membawakan camilan untuk Bapaknya itu.
Pak Burhan pun mengajak Frenki ngaso di gubuk.
"Loh ini kan kak Frenki".Ucap Nuna
"Iya, saya Frenki, kamu anaknya pak Burhan?".tanya Frenki
Nuna mengangguk.
"Kalian sudah kenal to, Ini nak Frenki putranya pak Soni ,Yang punya rumah gedongan itu Na".jelas pak Burhan dan Nana pun mengangguk.
Frenki memperhatikan Nuna, yang membuat Nuna risih lalu ia berpamitan duluan.
__ADS_1
Nuna telah menaiki sepedanya lalu mengantarkan sayur pesanan para pelanggan.
"Dia putriku satu-satunya Nak".ucap Pak Burhan
"Putrinya cantik ya Pak".ucap Frenki lalu senyum
Pak Burhan juga tersenyum
"Nak mengenai rumah itu, Bapak mohon maaf tidak dapat membelinya, kamu tawarkan ke orang lain saja".ucap Pak Burhan.
"Iya pak, Saya dan Papa tidak jadi pindah, karena rumah yang ada di luar negeri sudah papa jual, Papa ingin mengembangkan pertanian di desa ini pak"Jelas Frenki
Mereka pun menghabiskan camilan yang berupa pisang goreng dan tape goreng itu bersama.
Nuna hendak menghubungi pelanggannya, karena di rumahnya tidak ada orang.
Karena silau, Nuna salah menyentuh nama pelanggannya.
Miko yang sedang di kantin, melihat ponselnya berdering dari nomor yang tidak ia kenal, namun ia mencoba menerimanya.
"Halo, Buk, ini Nuna, Sayurnya Nuna taruh di pegangan pintu ya ".ucap Nuna.
Miko yang mendengar suara Nuna, Terkejut sekaligus senang.
Tanpa mendengar jawaban ,Nuna mematikan ponselnya dan melanjutkan mengantar sayur ke tempat lain. Nuna tidak menyadari bahwa yang ia telepon adalah Miko.
"Apakah, Dia Nuna kekasihku?".ucap Miko lalu menyimpan nomor Nuna.
__ADS_1
"Suara kamu, adalah Nuna ku, untuk memperjelas rasa penasaranku, aku akan Menghubungimu dengan nomor baru".batin Miko lalu Miko bergegas pergi untuk membeli nomor baru.