
Miko tiba di rumah dengan perasaan takut akan mendapat amarah papa dan mamanya.
Sanda yang sudah lama ingin memukul kakaknya telah bersiap dengan konsekuensinya sementara Manda mencoba menyegarkan suasana.
"Miko pulang"ucap Miko ketika memasuki rumah
Papa Daffa, Mama Dewi, Sanda juga Manda telah menunggunya di ruang tengah.
Miko pun berjalan menuju ruang tengah dan ingin memeluk papanya
"Berani kamu pulang?Otakmu tidak jenius ternyata"ucap Papa Daffa seraya tangan berikat pinggang
"Mama kecewa kamu membuang Nuna, dan memilih Anaknya Maya yang gemar foya-foya"tambah mama Dewi
Sanda pun mendekati Miko yang masih terdiam berdiri dan melayangkan pukulan tepat di pipi kakaknya.
"Bugh bugh" Sanda kecewa sama kakak, kakak yang Sanda banggakan telah membuat Sanda kecewa" Kemudian Sanda memilih pergi.
Miko pun menangis menunduk
"Hiks hiks, maafkan Miko Pa, Ma, Miko hanya tidak mau membuat Nuna atau Papa dan Mama berada dalam masalah"jelas Miko
"Masalah apa?"tanya Mama Dewi
"Tante Maya meminta semua biaya yang sudah dikeluarkan untuk menolong papa waktu itu dengan mengambil alih semua aset keluarga kita dan akan mencelakai Nuna apabila Miko tidak mau menikahi Ratu yang memiliki suatu penyakit"jelas Miko yang membuat Mama Dewi mendekat
Mama Dewi mengajak Miko duduk
"Jadi Maya telah mengancammu?"astaga Miko kenapa kamu tidak menanyakan itu pada kami dahulu?tanya Mama Dewi.
"Kami sudah mengembalikan semua yang Maya berikan, Tanpa sisa bahkan anak perusahaan telah kami berikan padanya dan masalah Ratu memiliki penyakit ,Kami tidak tahu"jelas papa Daffa
__ADS_1
Miko pun kaget mendapati bahwa semua telah dilunasi oleh orangtuannya.
"Ma, Nuna bagaimana, Miko sungguh menyayanginya tapi apakah Nuna akan menerima penjelasan ini, hiks hiks"tanya Miko dipelukan Mamanya
"Katakan semuanya, Nuna bukan orang yang pendendam"jawab Papa Daffa lalu menepuk pundak Miko seakan menguatkan putranya itu.
Pagi Hari Nuna sudah berangkat ke kampus.
Nuna mengendarai sepedanya dan menaruhnya di parkiran belakang.
"Na, denger-denger ada dosen baru "ucap Lisa
"Oh"jawab Nuna singkat
"Kamu lapar Na, kok cuma oh?" tanya Lisa
Nuna mengangguk dan tersenyum.
Selesai sarapan, Mereka menuju kelasnya.
Doni telah menunggu Lisa dan Lisa pun memberikan say halo pada kekasihnya itu
"Halo sayang"ucap Lisa yang membuat Nuna geleng-geleng
Doni pun memberikan simbol finger heart pada Lisa
"Iya tahu kalian kasmaran, tapi gak gitu juga dong, kan aku jadi ah sudahlah"ucap Nuna lalu duduk
Lisa dan Doni hanya tersenyum mendengarnya.
Mama doni memasuki kelas
__ADS_1
"Pagi, hari ini untuk mata kuliah saya akan diisi oleh dosen baru dari LN, silahkan masuk pak"ucap Mama Doni lalu mempersilahkan Dosen baru itu masuk.
Nuna yang masih menunduk asyik dengan kegiatannya mengecek ketersediaan sayur di tokonya dengan Hpnya belum menyadari ada dosen masuk.
Perlahan Dosen baru itu masuk
"Terimakasih Bu"ucap nya pada Mama Doni
"Perkenalkan saya adalah Miko Putra Dade yang akan mengisi mata kuliah kalian,mohon kerjasamanya"ucapnya.
Miko memperhatikan semua mahasiswa disana dan ia mendapati ada Nuna yang duduk di pojokan paling belakang.
Doni dan Lisa saling memandang dan mereka melihat Nuna yang tidak merespon apapun.
"Lis, itu Nuna kenapa diam aja nunduk dari tadi"bisik Miko sambil menyenggol tangan Lisa
Lisa menoleh
"Gak tau, bentar deh"jawab Lisa
"Na, Nuna"ucap Lisa
"Hem, apa?"jawab Nuna tapi masih asyik dengan ponselnya
Miko pun mendekat dan berdiri tepat disamping Nuna
"Bisakah anda taruh ponselnya dan mulai perkuliahan hari ini"ucap Miko
"Iya pak, bisa "jawab Nuna lalu menaruh ponselnya di atas meja kemudian di ambil oleh Miko.
Nuna pun kemudian menoleh ke samping dan melihat Miko di depannya.
__ADS_1