
Menjelang Ulangan Semester, Nuna dan Lisa belajar kelompok agar bisa mendapat nilai yang baik.
"Lis, gimana ini? Matematika ini sulit".tanya Nuna
"Na, Kamu akan bisa, kamu harus belajar, ingat cinta pertamamu".jawab Lisa yang juga tidak mengerti akan soal itu.
Di sekolah Nuna mendapat soal yang sungguh diluar dugaan nya.
"Kan, hiks hiks".Nuna menangis dan Doni pun mendekat
"Ada apa Na?".tanya Doni
"Soal ulangannya aku gak paham".jawab Nuna sambil mewek
Pak Guru mendatangi Nuna
"Na, Semangat kamu pasti bisa".ucap Pak Guru
Karena Nuna sudah bingung alhasil jawaban Nuna adalah ngawur.
Ulangan selesai semua dikumpulkan.
Nuna pun tertidur di kelas.
"Na, ayo pulang!.ajak Lisa namun Nuna tidak bangun
Giliran Doni memandang wajah Nuna
"Kapan kamu akan menerimaku Na?".ucap Doni lalu menyibakkan rambut Nuna yang menutupi wajahnya.
Miko dengan sengaja jalan pulang melewati kelas Nuna.
Miko melihat Nuna tertidur di kelas sendirian, Miko pun memasuki kelas kemudian duduk di sebelah Nuna.
Di perhatikannya Nuna dengan seksama
__ADS_1
"Kamu ini cantik, kenapa kamu mengejarku?".tanya Miko pelan.
Lama Miko menemani Nuna tidur di kelas, Miko pun terkesan akan kecantikan Nuna saat tidur.
tanpa ragu, Miko membetulkan japitan rambut Nuna yang hampir jatuh.
Sebenarnya sudah beberapa kali Miko mendapati Nuna tidur di kelasnya sejak Nuna di kelas 10 bahkan sampai kelas 11 Nuna masih sering tidur di kelas setelah jam pelajaran selesai.
Miko tanpa beban berani mengecup pipi Nuna dengan pelan agar tidak ketahuan Nuna.
Miko hanya berani memandang Nuna saat Nuna tidur di kelasnya.
Diperhatikannya Nuna dengan seksama,membuat Hati Miko berdetak kencang.
Setelah mengecup Pipi Nuna, Miko pun keluar kelas setelah memastikan Nuna akan bangun setelah ia membuat suara .
Miko pun menggedor pintu kelas dan segera bersembunyi di balik pintu, benar saja Nuna terbangun dan segera memakai tas punggungnya untuk pulang.
"Nuna, sini nak, istirahat dulu, kita minum teh".ucap Pak Burhan
Nuna pun menghentikan aktifitasnya dan berjalan ke gubuk sawah.
Nuna melepas capingnya kemudian Nuna minum air putih.
"Pak, Ini dipetik semua?".tanya Nuna sambil makan ubi rebus
"Tidak Nuna, Sudah cukup, Besuk subuh Bapak dan Ibu harus ke pasar untuk mengantar pesanan cabai ini".jawab Pak Burhan
Nuna pun mengangguk lalu melanjutkan makan.
Sampai di rumah, Nuna hendak mengambil ponselnya yang berdering.
__ADS_1
"Halo".sapa Nuna
"Na, Mamaku pesan Sayur Sop untuk besuk ,kamu bisa antar?".tanya Lisa
"Oh tentu Lis, kamu chat apa saja sayurnya , Nanti setelah mandi aku antar".jawab Nuna
Kemudian Nuna pun membungkus pesanan Mamanya Lisa dan bersiap untuk mengantarnya dengan mengendarai sepeda.
"Buk, Nuna antar pesanan dulu".ucap Nuna pamitan
Ibu Lastri pun berpesan agar Nuna hati-hati di jalan.
"Permisi Pak, ".Sapa Nuna pada penjaga rumah Lisa
"Eh neng Nuna, masuk Neng".jawab penjaga rumah
Nuna pun masuk dan menaruh sepedanya di halaman depan.
"Nih pesananmu".ucap Nuna pada Lisa yang sedang duduk di teras
"Terimakasih cantik".jawab Lisa lalu mencubit pipi Nuna
Mama Lisa pun ke depan
"Nuna sudah datang, terimakasih ya Nak, sudah mengantar pesanan Tante".ucap Mama Lisa
Nuna tersenyum dan menerima pembayaran dari Mama Lisa.
"Yaudah, Tante ke dalam dulu ya".ucap Mama Lisa lalu ke dalam rumah sambil membawa sekantong kresek sayur dari Nuna.
Lisa dan Nuna asyik bercengkerama di teras, Hingga saatnya Nuna untuk pulang.
Nuna pulang ke rumah basah kuyup, karena kehujanan di jalan.
"Ya ampun, Nuna, kenapa tidak berteduh dulu".ucap Ibu Lastri sambil membawa handuk dan di berikan pada Nuna
__ADS_1
"Tanggung buk, sudah dekat".jawab Nuna
Nuna pun membersihkan diri dan bersiap untuk makan malam dengan menu kesukaannya yaitu tumis kangkung.