
Hari berganti hari Bulan berganti Bulan
Ratu yang sedang berada di rumah sakit jiwa pun sedang berkebun dengan para penghuni lainnya
"Itu bunganya di kasih kertas aja?"ucap Ratu
"Jangan, nanti jadi bunga kertas, bagaimana kalau bunga ini kita goreng?"tanya penghuni lainnya
"Jangan, minyak mahal, di rebus saja"jawab Ratu sambil memetik bunga itu
Ratu dan penghuni lainnya terlihat sudah melupakan semuanya, dunia mereka sudah berbeda.
Miko kini mengembangkan bisnis orangtuanya , Manda tengah merintis bisnis kecantikan di LN dan Sanda yang kuliah di LN.
First sudah bisa jalan dan bermain dengan nenek Parmi dan kakek Broto
"Cicitku, kamu tampan sekali nak"ucap Nenek Parmi
Nuna pun membawa sepiring kue dan 3 gelas teh manis ke belakang untuk dinikmati bersama.
Frenki berpamitan untuk ke kantor dan tak lupa ia memberikan Nuna uang bulanan.
Sudah 5 bulan Frenki jarang pulang, dengan alasan lembur di kantor,
Nuna mulai curiga akan kelakuan suaminya itu.
Lisa dan Doni datang dengan putra mereka yang masih berusia 3 bulan.
suasana di kebun belakang rumah itu sangat lah ramai.
"Na, kami kesini mau pamit,nanti malam kami akan bertolak ke LN"ucap Lisa
"Apapun keputusanmu, aku akan mendukungmu, dan jangan lupa selalu kabari aku",jawab Nuna yang mendapat pelukan dari Lisa dan Doni.
4 bulan kemudian
Nuna sedang melayani pembeli sayur dan melihat Frenki memasuki mobil dengan tergesa-gesa.
"Mbak, saya titip toko ya, saya harus pergi sekarang"ucap Nuna pada karyawannya.
__ADS_1
Ya Nuna kini memiliki beberapa karyawan.
Nuna mengikuti Frenki dengan menaiki sebuah taksi.
Frenki pun menuju rumah sakit dan Nuna melihat Frenki memegang tangan Sonya yang hendak melahirkan.
"Sepertinya itu kak Sonya?"apa yang mereka lalukan?"ucap Nuna
Nuna pun mengikuti Frenki
Nuna duduk agak jauh dari ruang persalinan sehingga Frenki tidak melihatnya.
Sonya pun melahirkan bayi perempuan.
Frenki masuk ke dalam dan memeluk Sonya
"Terimakasih telah melahirkan anakku, Sonya, aku akan menikahimu,"ucap Frenki
Nuna mendengar dari luar pintu yang tidak tertutup rapat itu.
Nuna menitikkan air matanya
"Aku tidak bisa meninggalkannya, tapi percayalah aku akan adil pada kalian"jawab Frenki
"Aku melahirkan anak kandungmu, tapi First bukan anakmu, Aku mau Nuna 20%, Putriku 80%"jawab Sonya dan Frenki pun mengangguk.
Nuna menangis lalu ia pergi kembali ke rumah.
Semua telah istirahat di kamar masing-masing.
Nuna menunggu Frenki di ruang tengah.
"Na, Aku pulang"ucap Frenki
Namun Nuna hanya diam, biasanya ia akan melepas sepatu Frenki dan menyuruh Frenki mandi serta menemani Frenki makan.
"Silahkan mandi, lalu makan lah, semua sudah ku siapkan"ucap Nuna lalu ia hendak ke lantai atas
Frenki kesal dan melempar pot bunga
__ADS_1
"pyar"
Nuna berbalik badan
"Kenapa kamu mengabaikanku,?Aku lelah bekerja sampai rumah mendapat sambutan seperti ini?""tanya Frenki
Nuna kembali duduk
"Ceraikan aku, aku tidak melahirkan anak kandungmu,berikan perhatian apapun 100% pada putrimu yang tadi siang lahir, Terimakasih telah bermain cantik, dan ini buku rekening sudah ku ubah menjadi namamu, disitu semua rincian uang yang kamu berikan sudah jelas, mulai dari waktu aku hamil First hingga sekarang, jadi aku tidak menggunakan sepeserpun uangmu, semua sudah ku kembalikan"jelas Nuna dengan tenang seakan ia telah kehilangan air mata.
Frenki pun kaget dan bersimpuh di hadapan Nuna
"Maafkan aku Na, aku akan adil"hiks hiks"Isak Frenki
"Aku maafkan, tapi untuk kembali rasanya tidak bisa, sudah jelas semuanya, sebagai istrimu, aku tidak pernah mendapatkan nafkah batin dari mu, hari ini aku tahu alasannya itu"jawab Nuna
"Aku tidak akan menceraikanmu Na"jawab Frenki
"baiklah, aku yang akan menceraikanmu"jawab Nuna.
Papa Soni pun datang dengan ditemani Reno dan mendengar semua ucapan Nuna dan Frenki
"plaaaak"
Frenki mendapatkan tamparan dari Papa Soni
"Anak kurangajar, papa kecewa"ucap Papa Soni lalu ia kembali pergi
Persidangan pun tak terelakkan.
Nuna dan Frenki kini telah berpisah.
Nuna meratapi kehidupannya.
Ia memandang wajah putranya
"Mama akan membesarkanmu nak, sudah hampir 3 tahun usiamu, kamu harus jadi anak pinter ya nak, "ucap Nuna lalu mencium kening First dan tidur bersama First.
Nenek Parmi dan kakek Barno merasa sedih dengan kehidupan percintaan Nuna.
__ADS_1