Cinta Pertama Nuna

Cinta Pertama Nuna
Kempes


__ADS_3

Nuna sedang mengikat kangkung yang baru saja ia petik dari sawah.


Nuna dengan telaten dan rajin mengikat kangkung hingga selesai.


Ibu Lastri membawa karung yang akan ia gunakan untuk membungkus kangkung yang trlah selesai di ikat.


Pak Burhan menyalakan sepeda motornya untuk mengangkut Kangkung itu ke pasar.


"Nah sudah".ucap Nuna


"Terimakasih Nak, Bapak antar ke pasar dulu".jawab pak Burhan kemudian mengendarai motornya.


Ponsel bu Lastri berdering, ada panggilan dari Pelanggannya.


"Iya Halo Bu".Jawab bu Lastri


"Yuhuuu, Saya pesan kubis, wortel dan mentimun serta cabai hijau ,Bisakah antar ke rumah?".Jawab Mama Dewi


"Siap, ditunggu ya Bu".jawab bu Lastri lalu mematikan ponselnya kemudian memanggil Nuna untuk menyiapkan pesanan dan mengantarnya.


"Na, ini alamatnya".Ucap Bu Lastri sambil memberikan secarik kertas berisi alamat Mama Dewi.


Nuna membaca alamatnya dan mengetahui bahwa alamat itu merupakan kawasan perumahan elit


Nuna pun menyimpan kertas itu ke saku celananya kemudian mengayuh sepeda ke alamat tujuan.


Pukul 17.00 sore ,Nuna pun sampai di alamat tujuan. Ya butuh waktu sekitar 30 menit bersepeda untuk sampai ke perumahan elit itu.


"Permisi pak, Maaf apa benar ini kediaman bu Dewi?".Tanya Nuna pada penjaga rumah.

__ADS_1


"Benar, silahkan masuk".jawab Penjaga rumah.


Kemudian penjaga rumah menghubungi Asisten rumah tangga untuk mengabarkan bahwa ada seorang gadis yang ingin bertemu Nyonya besarnya dengan membawa sekantong kresek sayur.


"Maaf Nyonya, Di luar ada perempuan yang membawa sekantong kresek sayur, ingin menemui Nyonya".ucap Asisten rumah tangga kepada Mama Dewi yang sedang minum teh.


Mama Dewi tersenyum lalu bergegas ke luar rumah.


"Suruh kesini pak".ucap Mama Dewi pada penjaga.


Nuna pun berjalan ke teras rumah ,lalu menyerahkan pesanan.


"Maaf Bu, ini saya anaknya Bu Lastri. Saya kesini mengantarkan pesanan Ibu".ucap Nuna lalu menyerahkan sekantong kresek


Mama Dewi menerimanya dan mengajak Nuna duduk di kursi yang ada di teras depan rumah.


"Hey duduk dulu Nak, kamu itu gemesin Mama deh, panggil Ma ma oke".ucap Mama Dewi


Miko pulang dari kantor bersama Papanya.


"Eh,ada tamu".Ucap Papa Daffa dengan ramahnya.


Miko tampak kaget ada Nuna disitu.


Mama Dewi tersenyum lalu menyuruh Miko berkenalan


"Udah kenal, gak perlu".jawab Miko tanpa melihat Nuna.


"Kalian sudah kenal, hebat".jawab Mama Dewi senyum

__ADS_1


"Na, ini terakhir kamu kesini, aku tidak suka melihatmu, dan Lagi jangan pernah mengikutiku lagi, kamu tau kan kita tidak sepadan.Ucap Miko lalu duduk di teras


Bagai disambar petir ,Nuna mendengar ucapan Miko di depan orangtuanya.


Nuna pun menghadap Miko lalu berlutut di bawah kaki Miko.


"Maafkan saya, saya memang tidak sepadan dengan anda tuan, Siapalah saya hanya gadis biasa yang menjadi penjual sayur. Saya akan melaksanakan ucapan anda, Terimakasih telah menjadi semangat dalam sekolah saya". Ucap Nuna yang menahan tangis.


Kemudian Nuna berdiri lalu berpamitan pada Orangtua Miko.


Nuna pun kemudian mengambil sepedanya, Namun ia lupa belum menerima uang pembayaran.


Mama Dewi pun memberikan uang tersebut.


"Na, jangan di ambil hati ya ucapan Miko".ucap Mama Dewi sambil menepuk pundak Nuna


Nuna hanya tersenyum lalu pergi dengan mengendarai sepeda.


Di sepanjang jalan Nuna menangis.


Nuna pun berhenti karena waktu sudah menunjukkan pukul 19.00


"Ya Ampun, kenapa lagi pakai acara kempes".ucap Nuna yang melihat Ban sepedanya kempes.


Nuna pun turun lalu menuntun sepedanya.


Nuna tidak mendapati bengkel sepeda buka karena memang malam hari jarang ada bengkel buka.


Hingga ada lampu menyorot Nuna dari belakang ternyata ada sebuah mobil mewah mengikutinya.

__ADS_1


"Maafkan kelakuan saya


__ADS_2