
Bu Lastri dan pak Burhan menjual sawahnya untuk membayar biaya rumah sakit.
Tanpa mereka duga ada investor asing yang berani membeli tanah itu dengan harga tinggi.
Pak Burhan dan Bu Lastri pun ke rumah sakit, dan membayar biaya perawatan Nuna.
"Maaf, bisakah kami mencicil biaya perawatan Nuna".Tanya pak Burhan
Suster pun tersenyum dan mengiyakan.
Setelah itu mereka ke ruangan Nuna.
Pak Burhan dan Bu Lastri melihat Miko sedang menemani Nuna dengan mata sembab
"Nak Miko"ucap Bu Lastri
Miko pun menoleh kemudian menyalami bu Lastri dan Pak Burhan
"Nak, istirahatlah, Biar kami yang menunggu Nuna"ucap Pak Burhan
Miko menggeleng dan kembali menemani Nuna.
Perlahan mata Nuna terbuka, dan ia melihat ada laki-laki yang di dekatnya.
"Nuna"ucap Miko dengan senangnya
Pak Burhan dan Bu Lastri pun mendekat
"Panggil dokter Pak".ucap Bu Lastri
Pak Burhan bergegas menemui dokter
"Miko"ucap Nuna
Dokter pun memeriksa kondisi Nuna
Dokter menyatakan bahwa Nuna dalam keadaan baik.
__ADS_1
Nuna pun menangis melihat Miko disisinya
Miko memeluk Nuna
",Na, maafkan aku, aku telah meninggalkanmu, "ucap Miko
pak Burhan dan bu Lastri pun saling berpegangan tangan dengan erat.
Malam harinya ,Nuna makan bersama Miko
Doni datang bersama mamanya.
"Nuna, gimana kondisimu?Tante kesini bawain buah".ucap Mama Doni
Lisa pun tersenyum
Doni kemudian duduk bersama mamanya.
"Nuna baik Tante, terimakasih buahnya".jawab Nuna
kemudian Nuna turun dari ranjang dibantu Miko.
"Nak Miko kapan pulang?".tanya Mama Doni
"Sepekan yang lalu Tante,"jawab Miko
Mama Dewi dan Papa Daffa pun datang ke rumah sakit.
"Nuna sayang, gimana kondisimu nak?".tanya Mama Dewi lalu memeluk Nuna
"Baik Tante,baik".jawab Nuna
Pak Burhan pun datang setelah membayar lunas biaya perawatan Nuna.
Bu Lastri sedang menyeduh kopi dan teh untuk mereka.
"Pah, Mama mau setelah Nuna pulang, kita nikahkan Nuna dengan Miko".ucap Mama Dewi
__ADS_1
Papa Daffa pun mengangguk ,kemudian papa Daffa meminta persetujuan Pak Burhan.
Pak Burhan dan Bu Lastri mengangguk.
Sementara Doni terlihat sedih, dan Mamanya mencoba menguatkan.
"Kenapa buru-buru ma?".tanya Miko
"Keburu diambil orang".jawab Mama Dewi lalu merapikan poni Nuna.
"Na, kamu siap?".tanya Miko
"Siapa yang tidak mau menikah dengan pujaan hatinya."Jawab Nuna yang kemudian dipeluk Miko.
Semua yang ada disana pun tersenyum senang.
Sebulan setelah Nuna pulang dari rumah sakit, Nuna dan Miko sedang belajar bersama.
Miko mengambil ijin kuliah selama dua bulan, artinya tinggal dua pekan lagi Miko harus kembali ke luar negeri untuk melanjutkan kuliahnya.
Miko dan Nuna menikmati kebersamaan mereka.
"Na, sebentar lagi kita menikah, Kamu akan jadi Nyonya Miko"ucap Miko sambil menggandeng tangan Nuna
Nuna pun tersenyum bahagia.
Nuna dan Miko saling mengutarakan isi hati mereka.
"Na, sebenarnya akulah Malika yang selalu chat denganmu".ucap Miko
mendengar itu, Nuna menghentikan langkahnya.
"Apa?astaga,, Malunya aku".jawab Nuna lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kenapa malu?justru aku tahu semuanya, terimakasih atas rasamu untukku".jawab Miko lalu Nuna pun lega namun masih ada rasa malu.
__ADS_1
ketika Nuna sudah memperlihatkan wajahnya kembali, dengan sigap Miko memeluknya dengan erat.
"Na, sampai kapanpun , Aku akan tetap mencintaimu, dan jangan pernah ada laki-laki lain di hatimu kecuali aku".ucap Miko dan Nuna pun mengangguk kemudian memeluk Erat Miko.