
Tangis Nuna pun pecah tak tertahan
Nuna lemas dan terduduk di sofa.
Mama Dewi dan Dan Papa Daffa menguatkan Nuna
"Na, jangan ambil hati ya, mungkin Miko sedang "ucap Mama Dewi namun Nuna menggeleng
"Nuna telah ditalak Ma, Pa, Nuna bukan lagi mantu kalian, Maafkan Nuna bila selama ini ada salah,Nuna permisi"jawab Nuna kemudian perlahan ia pergi meninggalkan mertuanya itu.
Sampai di rumah, Nuna masuk kamar kemudian ia melihat foto pernikahannya dengan Miko.
"Ku kira cintaku seperti dongeng ternyata tidak, Kamu menalakku Miko, ya mungkin selama ini aku hanya bodoh saja mau menerimamu yang jelas jauh berbeda dengan ku,bagaikan langit dan bumi"ucap Nuna
Ponsel Nuna berdering ada panggilan dari Miko
Nuna menerimanya dengan tegar.
"Maafkan ucapanku tadi, Aku hanya terpojok"ucap Miko
"Tidak apa, lakukan apa yang membuatmu bahagia, aku hanya bisa berdoa untukmu"jawab Nuna
"Istriku, kamu sedang apa?"tanya Miko
"Aku bukan istrimu lagi, talak yang sudah kamu ucap menandakan berakhirnya status itu"jawab Nuna
"Tidak Na tidak"bantah Miko
__ADS_1
"jangan sesali apa yang sudah kamu lakukan, aku tidak akan menghubungi ataupun mencarimu lagi Miko, bahagialah dengan pilihanmu, maafkan bila selama ini aku ada salah padamu"jawab Nuna lalu menutup ponselnya.
Nuna pun kembali menangis kemudian ia membalik foto pernikahannya.
Miko mengobrak abrik seluruh isi kamarnya seakan ia kehilangan akal sehatnya.
"Apa yang telah kulakukan, Hiks hiks"ucap Miko
Seminggu berlalu, Nuna kini memiliki toko sayur yang ia kelola dengan orangtuanya.
Doni dan Mamanya datang untuk membeli sayur mayur.
"Nuna, tante mau beli sayur"ucap Mama Doni
Nuna pun dengan ramah melayaninya
"Oh ya Na, selamat kamu mendapat nilai bagus pada semester ini"ucap Doni
"Nih makan ,jangan takut itu gak ada racunnya Don hehehe"jawab Nuna
Pak Burhan dan Bu Lastri yang melihat tawa di wajah Nuna merasa senang melihat putrinya telah senyum kembali.
Doni dan Mamanya pun berlalu
Nuna kembali membungkus beberapa pesanan sayur
Bu Lastri dan Pak Burhan mendekatinya
__ADS_1
"Kamu Sudah menerima Na?"tanya Bu Lastri
"Nuna sudah ikhlas Bu, ya buat pelajaran saja, bahwa mencintai seseorang itu tidak harus memiliki"jawab Nuna
Mama Dewi dan Papa Daffa datang kerumah Nuna di malam hari.
Nuna mempersilahkan masuk
Mereka pun berbincang-bincang , Pak Burhan dan Bu Lastri juga menerima mantan besannya itu dengan baik.
"Na, ayo nak ikut Mama"ucap Mama Dewi
Nuna tersenyum
"Hem, maaf Ma, Nuna disini saja dengan orangtua Nuna, Tolong jangan bahas lagi masa lalu ya Ma, Pa, Nuna sudah menerimanya"jawab Nuna ramah
Mama Dewi menangis dan bu Lastri pun menenangkannya
"Sudah Mbak, jangan begini, anak-anak pasti tahu apa yang akan mereka lakukan, kita sebagai orangtua hanya bisa mengarahkan"ucap Bu Lastri
"Miko benar -benar keterlaluan mbak, saya minta maaf atas ulahnya hiks hiks"jawab Mama Dewi disertai isak tangis.
Suasana malam itu sungguh membuat hati Nuna sedih dan tak terasa air mata Nuna pun tumpah.
Pak Burhan dan Papa Daffa hanya meneteskan airmata tanpa berkata apapun.
Sanda dan Manda yang mengikuti orangtuanya mengetahui semuanya dari luar rumah.
__ADS_1
Sanda dan Manda mendengarkan semua percakapan orangtuanya dengan Nuna dan orangtua Nuna
"Kakak , bisa-bisanya kamu berulah"ucap Sanda lalu mengajak Manda pergi.