
Hari berganti Hari
First kini berada di rumah nenek Dewi dan Kakek Daffa
First berlarian kesana kemari yang membuat kakeknya kelelahan.
"huh hah, kakek sudah capek Nak, istirahat dulu yuk"ucap Kakek Daffa lalu menggendong First
Nenek Dewi sangat senang melihat tumbuh kembang First.
Miko dan Nuna datang bersamaan
"Nuna, ayo masuk , sini Mama sedang membuatkan First Udang goreng"ucap Mama Dewi
Nuna pun membantu mama Dewi memasak di dapur.
Sementara Miko ke atas untuk berberes.
Saatnya makan malam.
Semua menikmati hidangan yang tersaji di meja makan.
"Hoam"First menguap
"Nah udah kantuk, yuk pulang Nak"ucap Nuna
First menggeleng dan justru mengeratkan pelukannya ke Miko
"First mau bobok sama papa?"tanya Miko
First pun mengangguk
Miko akhirnya menggendong First hingga terlelap.
Miko membawa First ke kamar First yang sudah disiapkan oleh Mama Dewi.
Nuna menemani First di dalam kamar.
__ADS_1
Mama Dewi mengetuk pintu dan memasuki kamar itu.
"Masuk Ma"jawab Nuna
Mama Dewi masuk dan duduk di dekat Nuna.
"Na, apakah kamu tidak ingin memiliki keluarga yang didambakan First?"tanya Mama Dewi dengan hati-hati
"Maksud mama?"tanya Nuna
"First membutuhkan kasih sayang penuh dari kamu dan Miko, Janganlah mengedepankan ke egoisan masing-masing Na, ingat ada anak hasil buah cinta kalian, Semua orang nemiliki masalalu Na, setiap kehidupan ada ujian masing-masing , Mama harap kamu dapat membuka hati kembali untuk Miko Na, bagaimanapun kalian berpisah bukan karna keinginan kalian, dan Mama rasa kalian pun masih saling mencinta hanya belum sanggup mengutarakan"jelas Mama Dewi
Nuna pun terdiam dan memikirkan ucapan mama Dewi tersebut
Melihat Nuna seakan berpikir, Mama Dewi menepuk pundak Nuna kemudian keluar kamar First dan menutup pintu kamar.
Nuna memikirkan apa yang diucapkan Mama Dewi.
"Akankah dapat kembali lagi?,Atau akan seperti dilu?"tanya Nuna dalam hati.
Nuna yang haus pun keluar kamar untuk mengambil air minum di dapur.
Nuna pun membuatkan Miko teh hangat.
"Terimakasih Ma, Oh ya Ma, Nuna sudah tidur?"ucap Miko yang tidak menyadari bahwa yang menaruh secangkir teh adalah Nuna.
"Belum"jawab Nuna lalu duduk
Miko kaget ternyata Nuna ada di depannya.
"Eh Nuna, maaf ku kira Mama Dewi"ucap Miko
Nuna hanya tersenyum.
"Ini sudah larut, apakah kamu tidak mengantuk?"tanya Nuna
"Hem, sedikit lagi, ini harus ku kirim, karena semua yang disana menunggu balasan dariku Na, tidurlah bila dirimu mengantuk"jawab Miko sambil mengetik
__ADS_1
Nuna pun akhirnya tertidur di sofa
Pukul 24.00 Miko selesai kemudian ia meminum teh nya.
Miko melihat Nuna tertidur di sofa kemudian ia membenarkan posisi Nuna agar badannya tidak sakit.
"Ibu, Bapak, Nuna kangen,hiks hiks"Nuna mengigau dan menangis
Miko pun membangunkan Nuna, namun Nuna justru memegang erat tangan Miko
"Na, bangun, hei"ucap Miko pelan sambil menepuk pelan pipi Nuna.
Nuna terbangun
"Minum dulu Na"Miko memberikan segelas air putih
Nuna pun meminumnya.
"Na, kamu merindukan orangtuamu?"Besuk kita ke makam mereka ya"ucap Miko
Nuna mengangguk dan kembali menangis mengingat kenangan bersama orangtuanya.
Miko pun memeluk Nuna, dan Nuna tidak menolaknya.
Miko merasakan kembali kehangatan memeluk mantan istrinya dan tanpa ia duga hatinya berdegup kencang.
Nuna menyadarinya
"Maaf mas"ucap Nuna
"Tak Apa Na, Menangislah bila itu membuatmu lega"jawab Miko
Miko dan Nuna berpelukan di sofa
Nuna merasakan kenyamanan dan ketenangan ketika ia memeluk Miko.
Nuna memiliki perasaan kembali dengan Miko,hanya saja masih ragu.
__ADS_1
"