
Meilan namanya, seorang cewek yang betah banget menjomblo hingga dia masuk bangku kuliah. Dia menolak semua cowok yang menyatakan cinta padanya saat itu. Karena dia hanya ingin fokus dengan pendidikannya.
Tapi kemudian, seiring berjalannya waktu. Ada satu yang bisa meluluhkan hatinya. Dia adalah Nando. Awalnya sama seperti yang lain, tapi lama-lama Meilan mulai terjerat oleh pesona seorang Nando, kakak seniornya. Hingga mereka pun meresmikan hubungan di depan orang banyak.
"Terima...! Terima...! Terimaaa...!!" begitulah seru teman-temannya.
"Iya, aku mau." terlihat Meilan menundukkan kepalanya, tersipu malu saat menjawab.
"Yeeesss!!!" Nando berteriak kegirangan. Usahanya tidak sia-sia, kini dia benar-benar berstatus sebagai kekasih Meilan.
"Huuuuhhh....!!!!" sorak teman-temannya.
Kini hubungan mereka sudah berjalan hampir 2 tahun. Meilan sudah lulus kuliah, Nando juga sudah bekerja. Kedua keluarga juga sangat mendukung hubungan kedua anak mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini Meilan sedang mengunjungi bu Lisa, mama Nando. Dia datang karena sebelumnya Nando cerita, kalau sang mama sedang tidak enak badan.
"Mama Lisa apa kabar?" tanya Meilan.
"Baik, sayang." jawabnya dengan suara yang lembut.
"Pulang kerja tadi aku mampir beli sup kesukaan mama. Di tempat biasa. Mama makan ya." ujar Meilan.
"Mama tidak akan bisa menolak." balasnya sambil tersenyum.
"Mau makan di sini apa di ruang makan?" tanya Meilan kemudian. karena saat ini calon mama mertuanya itu sedang berada di kamarnya.
"Di ruang makan saja ya." katanya.
"Baiklah, ayo aku bantu, ma. Hati-hati." Meilan membantu memapah bu Lisa.
Selagi bu Lisa menikmati makanannya, Meilan mengirim pesan pada Nando. Menanyakan kapan dia akan pulang.
__ADS_1
"Serius sekali. Ada apa, nak?" bu Lisa menaruh sendoknya.
"Nando lembur, ma. Sementara aku nggak bisa lama-lama juga." dia bingung harus segera pulang atau menemani bu Lisa sampai Nando dan papanya kembali.
"Kamu pulang saja tidak apa-apa. Mama sudah baikan. Lihatlah, supnya habis." ujarnya.
"Mama sendirian dong."
"Ada bibi. Daripada nanti orang tua kamu khawatir. Sudah mau gelap juga." kata bu Lisa.
Akhirnya bu Lisa meminta driver di rumahnya untuk mengantar Meilan pulang.
Sebelum mobil keluar dari perumahan, Meilan melihat mobil yang biasa dipakai pak Wisnu, papa Nando. Dalam hati Meilan merasa lega, karena bu Lisa tidak akan sendirian.
"Pasti sengaja bohongin aku kalau lembur. Syukurin pas kamu dateng akunya udah pergi." Meilan tertawa dalam hati.
Tapi setelah itu dia mulai memikirkan sesuatu.
"Harusnya dia udah sampaikan? Kenapa belum telepon? Atau jangan-jangan yang lembur memang cuma Nando?"
Deg!!
"Apa aku salah lihat?" Batin Meilan.
"Pak, berhenti di depan ya!" titah Meilan.
"Kan masih jauh, non." balas driver yang memang sudah tahu alamat rumah Meilan.
"Aku melupakan sesuatu. Jangan bilang mama Lisa ya. Nanti dia khawatir." katanya sebelum turun.
"Baik, non."
"Terimakasih, pak."
__ADS_1
Meilan turun kemudian berjalan menuju kafe yang tadi dia lewati. Setelah sampai dia disambut dengan ramah oleh pegawai di sana.
"Selamat datang...!!!"
Meilan hanya tersenyum tipis. Kemudian dia melihat sekelilingnya, berusaha mencari keberadaan Nando.
"Syukurlah, ternyata aku cuma salah lihat." Meilan lega.
Kemudian dia duduk dan memesan sesuatu untuk dibawa pulang. Karena tidak mungkin keluar begitu saja dari kafe tanpa membeli apapun.
Ketika Meilan menunggu pesanan, dia melihat sosok yang sangat dia kenal menuruni anak tangga.
"Nggak mungkin, ternyata benar itu tadi Nando." pekik Meilan.
Tanpa berlama-lama Meilan menghampiri Nando.
"Lemburnya di sini?"
Suara Meilan sontak mengejutkan Nando, hingga membuatnya salah tingkah. Sesekali menoleh ke atas, kemudian beralih ke ponsel yang masih tersambung entah dengan siapa. Lalu menatap kekasihnya yang tiba-tiba ada di hadapannya.
"Sayang...!!"
Meilan dan Nando kompak menoleh ke atas setelah mendengar suara itu.
"Raisa...?!" Desis Meilan.
"Em..., M-Meilan...?!" Raisa terlihat gugup saat mengetahui Nando bersama Meilan. "Kalian di sini juga? Kalian lihat Mark nggak?" Raisa mulai membuat drama dengan membawa nama pacarnya, Mark.
"Nggak ada Mark di sini." sahut Meilan sambil mencoba menenangkan dirinya.
"Aku hanya melihat kalian berdua datang kemari sambil berpelukan. Bagus...!!" sambungnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Tanpa banyak bicara lagi, Meilan meninggalkan mereka. Bahkan dia tidak peduli lagi dengan pesanannya, yang penting dia sudah membayarnya.
__ADS_1
Semakin sakit hatinya si Meilan, lantaran Nando lebih memilih menenangkan Raisa dibanding mengejar dirinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...