Cinta Rinjani

Cinta Rinjani
Berpapasan


__ADS_3

Lalu mereka bertiga meninggalkan Rinjani ditempat kerjanya. Rinjani memejamkan matanya sambil mendelosorkan kepalanya di meja kerjanya.


.


.


.


*******


Setelah setengah jam berlalu Rinjani terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara Kinan memanggilnya.


"Rin.. Rinjani.. , makan dulu nih tadi dipesenin sama Andre ayam geprak sama es jeruk" ucap Kinan bersamaan menaruh makanan di meja Rinjani. "Lu mau sholat dulu apa makan dulu Rin?" imbuh Kinan.


"Sholat dulu aja yuk Ki..." sahut Rinjani seraya berdiri dan berjalan menuju ke mushola kantornya. "Fika mana Ki?" tanya Rinjani.


"Nungguin kita di mushola dia Rin.." jelas Kinan.


"Sorry ki gue ngrepotin, kenapa tadi ga telpon gue aja Ki? ..." tanya Rinjani.


"Enggak enak Rin, soalnya lu kelihatan capek banget kurang istirahat gitu" jelas Kinan.


"Ya udah ayok kita turun" ajak Rinjani dan beranjak dari kursinya lalu menguncir rambutnya yang tergerai agar dirinya merasa bugar.


*


Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang. Semua kariyawan kembali ke tempat kerja masing-masing. Rinjani hanya membantu pekerjaan Kinan yang belum juga kelar. Kinan bekerja menjadi bagian tentang Rencana Anggaran Biaya Proyek atau biasa disebut dengan RAB bagian pemesanan material. Rinjani hanya membantu dalam hal menghitung volume bangunannya. dalam hal penginputan data daftar harga Kinan yang melakukannya, sama halnya dengan Fika Dia juga bagian pengecekan barang yang telah diocesan serta bagian redaksi.


Mereka semua sudah biasa saling membantu apabila ada temannya yang belum selesai. Sedangkan Andre berkeja sebagai drafter dan juga perencanaan sama halnya dengan Rinjani.


*Sore hari


Jam 4 sore Rinjani dan teman-temannya sudah bersiap-siap untuk keluar kantor, namun langkahnya berhenti sejenak karena Pak Ridwan memanggil.


"Rinjani, dan segerombolannya kesini sebentar ke ruangan saya" ucap Pak Ridwan.


"Saya pak?.. gerombolan saya siapa saja pak?" tanya Rinjani seraya menunjukkan telunjuknya kearahnya sendiri.


"Ya kalian bertiga sini, Kinan sama Andre" jelas Pak Ridwan.


Mereka bertiga memasuki ruangan Pak Ridwan, dan dipersilahkan duduk oleh Pak Ridwan. Mereka bertiga merasa kebingungan dengan sikap Pak Ridwan yang tiba-tiba memanggilnya. Sekelibat pertanyaan dikepala muncul bermacam-macam. Apakah mereka semua melakukan suatu kesalahan hingga mereka dipanggil sama Pak Ridwan.


"Santai aja mukanya..." ucap pak Ridwan membuka obrolan. "Kalian tidak melakukan kesalahan apa-apa" imbuhnya Pak Ridwan seakan dirinya tau apa yang dipikirkan karyawan-karyawannya.


"Maaf pak, ada keperluan apa sebelumnya memanggil kita bertiga ya?" tanya Andre.

__ADS_1


"Begini.. berhubung beberapa hari yang lalu kalian yang menghadiri meeting bersama client kita Pak Mario, saya mau besok pagi kalian bertiga menghadiri meetingnya, nanti akan saya kirimkan materinya ke email salah satu dari kalian agar bisa memahaminya terlebih dahulu" terang Pak Ridwan menjelaskan keperluannya.


"Baik pak, jam berapa pak besok meetingnya? " tanya Andre.


"Seperti biasa jam 9 sudah mulai, saya harap kalian datang bisa sebelum jam itu dan mempersiapkan keperluannya" jelas Pak Ridwan. "Siapa yang akan mengkoordinir email dari saya biar kalian nanti bisa memahaminya sendiri?" tanya Pak Ridwan.


"Rinjani pak,.." ucap Kinan.


"Baiklah Rinjani, nanti kamu kirimkan emailmu di wa saya secepatnya" ucap Pak Ridwan.


"Baik pak" sahut Rinjani singkat.


"Apakah hal lain yang bapak mau sampaikan ke kita?" tanya Andre.


"Tidak Ada..." jawab Pak Ridwan.


"Baiklah pak, kita bertiga pamit dahulu ya pak.. permisi" pamit Andre diikuti oleh Rinjani dan Kinan, dan hanya dibalas anggukan kepada oleh Pak Ridwan.


Hari Ini Rinjani tidak seperti biasanya, dirinya terlihat begitu lesu. Bahkan biasanya sehabis pulang dari kantor dirinya bersama yang lainnya (Kinan, Andre ditambah Fika) selalu mampir ke Cafe langganannya tapi kali Ini absen dulu karena Rinjani merasa begitu lelah.


Sesampainya dirumah Rinjani langsung mengirimkan emailnya ke nomer Pak Ridwan, tak butuh waktu lama Pak Ridwan mengirimkan materi untuk meeting pagi, segera Rinjani teruskan emailnya kepada rekan kerjanya.


*******


Pagi Hari


"Cieee... Kok barengan nih datangnya... janjian ya? hayooo...." celetuk Rinjani.


"Iya nih kita barengan.. Iri bilang boss" sahut Andre tak kalah jailnya.


"Tuh kan bener dugaan gue.. kalian tuh kalau udah janjian bilang aja kali kagak usah umpet-umpetan gitu kayak anak kecil tau... " celetuk Rinjani lagi sambil cengar-cengir.


"Enak aja janjian-janjian.. janjian dari Hongkong..." sahut Kinan seraya mencebikkan mulutnya. Rinjani dan Andre yang melihat tingkah laku Kinan terawa kecil. "apa-apaan sih kalian malah nertawain aku.. awas aja nanti kena batunya" sambungnya.


"Sudah-sudah ayo kita siap-siap dulu keruang rapatnya" ajak Rinjani


"Belum ada jam 8 kali Rin, rajin amat ke ruangannya... " sahut Kinan.


"Heh... lebih awal kita prepare malah lebih cepet juga bisa melajari lagi materinya, kan malah lebih enak di ruang rawat dari pada disini" jelas Rinjani.


"Nah gue setuju.." ucap Andre.


"Yaudah ayok... " ucap Kinan setelah memahami perkataan Rinjani.


*******

__ADS_1


Diruang Rapat


Mereka bertiga mempersiapkan menata meja rapat dengan mencari-cari beberapa file yang akan mereka presentasikan. Hampir 20 menit sudah beres, dilanjutkan mereka semua memahami dari materinya nanti.


"Krucuk..." terdengar suara perut Rinjani.


"Astagaaaahhhhh Kinan...." ucap Andre dengan cepat menuduh Kinan.


"Apa-an sih Ndre... itu bukan suara perut gue, gue kira suara perut lu Ndre" ucap Kinan.


"Enak aja.. gue udah sarapan" jelas Andre.


"Isssss... apa-apaan sih kalian tuh, bisa ga sih sehari aja ga usah berantem... itu suara perut gue, belum makan gue, kagak mood buat makan tadi pagi" jelas Rinjani seraya melerai peraduan mulut kedua temannya itu.


"Gue mau ke kantin dulu beli isian perut" sambung Rinjani sambil berjalan keluar ruangan.


"Tunggu Rin, gue ikut" ucap Kinan seraya berlari menyusul Rinjani.


"Lu mau nitip ga Ndre?" tanya Rinjani.


"Nitip tuh jodoh gue, jangan sampe dia nakal ya Rin" sahut Andre jahil


"Enak aja asal sebut jodoh-jodoh segala" celetuk sebal Kinan.


"Emang gue nyebut lu jodoh?" tanya Andre membuat wajah Kinan terlihat seperti kepiting rebus, merah.


"iiih.. ayok Rin buruan, bisa-bisa darah tinggi gua" ucap Kinan menarik tangan Rinjani untuk segera pergi dari tatapan Andre.


Tertawalah Rinjani dan juga Andre. Diperjalanan menuju ke kantin tiba-tiba langkah Rinjani terhenti. Dirinya berpapasan dengan laki-laki yang membuat jantungnya berdegup kencang ketika dirinya berdekatan dengan orang tersebut.


Ya tak lain dirinya ialah Mario. Rinjani menundukkan kepalanya sebagai lambang hormat kepada tamu perusahaannya. Mario yang melihatnya seraya menyunggingkan senyum tipisnya hanya dirinya saja yang mengetahui dan bertingkah laku secara profesional seperti tidak mengenalnya, kemudian memasuki ke ruang tamu terlebih dahulu sebelum acara rapatnya dimulai.


"Rin... itu kan Ma...." belum selesai Kinan bicara langsung disambung Rinjani.


"Ya, ayo buruan ki, nanti gue udah ga keburu mood makan lagi" jelasnya Rinjani seraya melanjutkan jalannya menuju ke kantin kantornya Itu.


.


.


.


maaf apabila masih ada salah dalam penulisan, karena author baru pertama kali membuat suatu karya


terimakasih buat teman-teman yang sudah mampir dan terus suport author terus ya.

__ADS_1


jangan lupa vote, like dan rate bintang 5 Terimakasih.


__ADS_2