
"Ya, ayo buruan ki, nanti gue udah ga keburu mood makan lagi" jelasnya Rinjani seraya melanjutkan jalannya menuju ke kantin kantornya Itu.
.
.
.
Sesampainya di kantin, Rinjani duduk memesan makanan sambil duduk terdiam, melamun seperti memikirkan sesuatu.
"Lo kenapa Rin?" tanya Kinan yang menghentikan lamunan Rinjani.
"Eh.. em... gak papa Ki" jawabnya seraya memainkan sedotan plastik ditangannya.
"Lo mikirin Pak Mario ya Rin?" tanya Kinan menyelidik.
Hembusan nafas terdengar dari hidung Rinjani. "Ya Ki, tapi gue ga tau kenapa bisa kurang nyaman lihat Pak Mario." jelasnya.
"Kenapa bisa?" tanya Kinan. "Jangan bilang lo cemburu ya... Sama perempuan yang dari kemaren meeting pertama Itu nemenin terus sampe sekarang?" imbuhnya.
"Ishhh... apa-an sih... Jangan ngada-ngada deh Ki.... Bikin mood makan gue ancur tau" ucap Rinjani seraya meninggikan suaranya.
"Lagian lu tuh aneh Rin akhir-akhir Ini sering ga semangat gitu mukanya, kayak Masih ada beban berat gitu nimpa hidup lu" ucap Kinan melibatkan apa yang ada dipikirannya.
"Gue gak tau ki.. gue bingung kenapa gue kayak gini" jelas Rinjani. "Masa Iya gue butuh liburan, kemaren kan kita udah maen sama lainnya" imbuh Rinjani.
Kinan terdiam sesaat mendengar penjelasan dari Rinjani. "udah Rin lu kagak usah dipikiran terus, cepet tua lu nanti lesu mulu" ucap Kinan berusaha membuat Rinjani terhibur.
Seraya menghabiskan makanan yang dipesan, tiba-tiba Rinjani teringat ucapan yang dilontarkan oleh Kinan tadi. Apa benar dirinya Itu cemburu dengan Mario, lagian kan kejadian udah beberapa hari yang lalu... Itulah yang dipikirkan Rinjani. Buangan nafas kasar pun terdengar dari mulu Rinjani. Entahlah bingung sendiri sama pikiran.
Datanglah pelayan mengantarkan pesenan Kinan yang akan ia berikan pada Andre.
"Ayo buruan, kasihan Andre Ini dia belum menikmati makanannya" ajak Kinan meninggalkan kantin.
"Ciee.. Ada yang perhatian sekarang" goda Rinjani.
"Mulai cari gara-gara ni bocah" ucap Kinan seraya meninggalkan kantin bersama Rinjani.
***Di ruang rapat..***
__ADS_1
Seusai makan ditemenin oleh Kinan, Rinjani kembali ke ruang rapat bersama Kinan. "Nih makananya, buru dimakan, nanti keburu mulai nih acara rapatnya" ucap Kinan memberikan kue dan cappuccino kepada Andre.
Andre meraih makanan yang Kinan berikan dan tersenyum tipis kearah Kinan. Rinjani sadar akan senyum beda yang Andre tujukan pada Kinan. Namun Kinan tak menyadari senyuman dari Andre. Rinjani merasa sangat senang temannya itu bisa akur dan tenang seperti ini.
"Enak mandanginnya Kalau gini" ucap Rinjani pelan namun Kinan dapat mendengarnya.
"Mandangin apa lu Rin?" tanya Kinan tiba-tiba.
"Gak.. tadi ada pemandangan bagus banget, tapi sekarang udah ilang pemandangannya" ucap Rinjani spontan ngasalnya.
"Ada-ada aja lu" ucap Kinan.
Andre yang tersadar dengan ucapan Rinjani tersenyum sambil memakan makanan yang Kinan berikan.
Kinan melihat Andre tersenyum jadi merasa aneh dengan senyuman Andre kali ini, bukan aneh yang macam-macam namun seperti jarang sekali Kinan melihat senyuman Andre yang baginya meneduhkan pandangan.
*
Rapat akan dimulai sekitar 15 menit Lagi. Client yang mengikuti sudah memasuki ruangan rapatnya. Mario duduk berdekatan dengan wanita yang selalu berada dengan dirinya, wanita Itu tak lain ialah Arin sekretaris pribadinya Mario dengan beberapa tim dari perusahaannya.
Mereka terlihat begitu akrab sekali, hingga membuat hati Rinjani merasa tidak nyaman saat melihatnya. Rinjani bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya.
Sekelibat ucapan Kinan sewaktu di kantin terngiang dipikirannya. "Jangan bilang lo cemburu". Rinjani termenung "Masa iya sih gue cemburu sama Pak Mario" lamunan Rinjani berkata dalam hati.
"Rin.. " panggil Andre, rinjani tidak menyahuti, kemudian disusul Kinan memanggil rinjani seraya menyenggol lengannya.
"Rin..." ucap Kinan membuat rinjani terbuyar dari lamunannya.
"Eh iya, ada apa si ki?" tanya Rinjani terbuyar dari lamunannya.
Dari ujung tempat Mario dan koleganya duduk, Arin yang duduk disebelah Mario mengetahui jika sedari tadi dirinya yang sedang bercengkrama dengan Mario diperhatikan oleh Rinjani, maka Arin memperdekat duduknya untuk duduk mendekati Mario lebih dekat.
"Lah ngalamunin apa si lu Rin.. Nanti kesambet tau rasa lu" ucap Kinan.
Rinjani membuang nafasnya, dari lamunan Rinjani tadi Kinan menangkap dari sorot mata rinjani yang memperhatikan Mario dengan Arin yang sedang bercengkrama mungkin membahas pekerjaan. Namun Kinan juga menangkap pandangan dari Arin yang sepertinya sengaja untuk membuat Rinjani tidak nyaman. Arin menyunggingkan senyumnya kepada Kinan.
"Udah Rin fokus aja, jangan urusin hal yang gak penting" ucap Kinan saat beradu pandang dengan arin.
"Hm... " Rinjani fokus kembali dengan mengecek beberapa berkas.
__ADS_1
Andre hanya diam membuka file presentasi yang akan dia operasikan untuk Rinjani presentasikan.
***
Acara meeting pun mulai, semua orang fokus memperhatikan materi yang Rinjani sampaikan ke muka umum dengan gaya yang santai dan dapat dipahami dengan mudah oleh semua orang yang ikut rapat.
Setelah selesai menyampaikan bahan rapatnya, semua orang mengapresiasikan presentasi Rinjani dengan tepuk tangan, terkecuali Mario yang sedang sibuk dengan wanita kerjanya di kantor.
Rinjani masih menatap Mario dengan tatapan yang nanar dan seakan ingin mengeluarkan apa yang ada dibenaknya. Saat tatapan mereka bertemu, seketika Rinjani mengalihkan pandangannya. Mario yang melihatnya merasa heran dengan tingkah laku Rinjani hari ini.
Rinjani kembali ke tempat duduknya dan langsung meminum. "huh sungguh menegangkan presentasi kali ini" batin rinjani.
"Pelan-pelan dong rin minumnya, gue ga akan ngrebut minuman lu kali" ucapan Andre membuat Rinjani nyengir.
"Gue nervous banget tadi, makannya gue langsung minum banyak" ucap Rinjani.
***
Rapat hari ini pun berjalan dengan mulus tanpa ada rintangan.. eaakk bahasanya rintangan. Semua tamu rapat pun menikmati hidangan yang telah disajikan oleh kantor ini.
"Wahhh... Mantap sekali menu rapat kali ini" ucap Kinan setelah membuka nasi kotaknya yang berisi Fish Katsu, salad sayur serta Ada 2 Potong sushi goreng dan tak lupa buah-buahan yang diletakkan di mika kecil.
"Iya nih tumben bertema jepang-jepangan gini" ucap Andre tak kalah ikut melanjutkan ucapan Kinan.
Rinjani hanya memperhatikan tingkah laku kedua temannya itu dengan menggelengkan kepalanya seraya tertawa kecil.
Seperti biasa pasti rinjani selalu bilang "Nih gaes ada yang mau buah? dari pada kebuang, belum gua apa-apain" ucap Rinjani.
.
.
.
.
maaf apabila masih ada salah dalam penulisan, karena author baru pertama kali membuat suatu karya
terimakasih buat teman-teman yang sudah mampir dan terus suport author terus ya.
__ADS_1
jangan lupa vote, like dan rate bintang 5 Terimakasih.