Cinta Rinjani

Cinta Rinjani
Ingin Bulan Madu Kemana ?


__ADS_3

"Lu bicara apa Fik?" tanya Ande.


"Eh bukan apa-apa Ndre" ucap Fika tergugup.


Andre yakin tadi Fika sedang bergumam menyebut nama Kinan, "*Ah, salah dengar kali ya gue" *batin Andre meyakinkan dirinya mempercayai ucapan Fika, namun sebenarnya hatinya sangat yakin dengan yang ia dengar.


Fika kembali fokus pada kerjaan yang tertunda, namun pikirannya masih jalan-jalan entah kemana membuatnya duduk namun gelisah tidak tenang.


"Are you okay Fik?" tanya Andre yang melihat gusar wajah Fika semenjak dirinya kembali dari kamar mandi.


"Hm..? Im okay Ndre... Dont worry" jelas Fika.


......................


Hari semankin sore, jam kantor pun telah usai, Rinjani merapikan meja kerjanya sebelum meninggalkan ruangannya, tak lupa Rinjani membawa surat pengajuan ijin cuti 10 hari untuk diserahkan kepada Pak Ridwan, walaupun dirinya mulai libur lusa namum memberikan surat ijin lebih awal justru lebih baik.


 "Rin? Bawa apa itu?" tanya Kinan saat meliihat Rinjani keluar dari ruangannya membawa amplop kecil bewarna coklat.


"Oh ini.. ini surat ijin gue cuti beberapa hari" jelas Rinjani.


"Oh.. cuti kawinan ya?" cengir Kinan.


"Nikah...." ucap Rinjnai.


"Kawin" ucap Kinan lagi.


"Ih... enak nikah kali Ki, nyebutnya..." protes Rinjani.


"Sama aja..." ucap Kinan terkekeh, "Ya udah ayok gueikut" ucap Kinan bersemangat.


"Emangnya Lu mau cuti kawin juga?" goda Rinjnai.


"Aamiin, semoga aja ya Rin, doain gue nyusul juga" ucap Kinan penuh harap. "Tapi belum nemu calonnya Rin, hahaha" imbuhnya.


"Aamiin, siapa tahu habis nganterin gue ngasih surat ijin langsung dapet Ki, ga ada yang tau loh" Rinjani meyakinkan Kinan.


"Gue Aamiinin dulu Rin, siapaa tau ya kan" ucap Kinan, "Ya udah sana masuk, gue tungguin sini"


"Ok" ucap Rinjani seraya jarinya menunjukkan tanda ok.


Tok.. Tok... Tok...


Suara ketukan pintu oleh Rinjnai,


"Masuk" ucap Pak Ridwan di balik ruangan itu, "Eh Rinjnai, ada apa Rin? tanya Pak Ridwan.


"Ini Pak, saya ingin mengajukan ijin cuti 10 hari pak untuk acara pernikahan." jelas Rinjnai.


"Siapa yang Nikah Rin?" tanya Pak Ridwan.menggoda Rinjani.


"Saya Pak" ucap Rinjani malu-malu.

__ADS_1


"Selamat ya Rin, semoga lancar dan bahagia selalu" doa Pak Ridwan


"Aamiin, terimakasih banyak Pak, atas doanya" jawab Rinjani, "Oh iya Pak ini undangan untuk Pak Ridwan" ucap Rinjnai seraya menyerahkan undangan kepada Pak  Ridwan.


"Wah saya dapat to?..." ucap Pak Ridwan.


"Hehehe iya Pak, kalau begitu saya pamit dulu ya Pak, terimakasih Pak sudah memberi ijijn" ucap Rinjnai meninggalkan ruangan.


"Gimana Rin?" tanya Kinan


"Aman ki..." ucap Rinjani.


"Oh iya Ki, Andre Fika mana kok ga kelihatan?" Rinjani baru tersadar sedari tadi tidak melihat mereka berdua.


"Entah Ki, gue juga belum lihat lagi" jelas Kinan."Yaudah ayok pulang Rin, siapa tau mereka udah pulang duluan" imbuh Kinan.


"Hm... Ayo" Rinjani dan Kinan berjalan menuju ke parkiran/


"Lah ini mobil Andre sama motor Fika" ucap Kinan.


"Iya, berarti mereka maasih di atas" jelas Rinjnai "Kenapa belum turun juga, padahal juga hari ini kerjaan tidak terlalu sibuk" immbuh Rinjani.


"Entah.." ucap Kinan singkat, "Gue telpon bentar" ucap Kinan.


Sementara Andre dan Fika di atas sedang memberikan undangan pernikahan Rinjani, tadi Andre diberi amanat oleh Rinjani untuk memberikan undangan pada teman lainnya.


"Ndre..? Lu dimana? Nih gue sama Rinjani udah di parkiran" ucap Kinan dibalik teleponnya.


Tut suara telepon yang terputus "Lah langsung dimatiin" Andre bermonolog.


Sedangkan Kinan yang diparkiran "Andre habis selesai bagiin undangan lu katanya Riin" jelas Kinan.


Rinjani menepuk jidatnya, "Astaga, gue kira udah dibagiin dari tadi" ucap Rinjnai.


Kinan hanya menggelengkan kepalanya, "Mana motor lu Rin?" tanya Kinan yang sedari tadi tidak menemukan motor Rinjani.


Kembali Rinjani menepuk jidatnya kedua kalinya, "Ya Ampunnnn.... Guee lupa Ki, tadi pagi gue dianter sama Mario." cengir Rinjani tanpa dosa.


"Bener-bener lu ya, mau nikah jadi gesrek gini" ucap Kinan, "Gimana kalau udah nikah nanti" imbuh Kinan.


"Tambah kali kik, hahha kasiihan Mario ya Ki..." ucap Rinjani sambil tertawa.


Kling


Suara notifikasi ponsel Rinjani.


Mas Mario : 10 menit lagi.. tunggu- pesan dari Mario.


Rinjani : iya..-Balas Rinjani.


"Udah dijemput Rin? kalau belum nebeng sama Andre aja yang bawa mobil, gue cuma ada helm satu soalnya" jelas Kinan.

__ADS_1


"Aduhh.. terimakasih Kinanku yang super perhatian, Tenang aja Kinan, ini juga Mas Mario lagi perjalanan" jelas Rinjani yang mengamati wajah khawatir Kinan.


"Wah so sweet sekali gue ditungguin pulang" ucap Andre dari belakang Rinjani dan juga Kinan.


"PD sekali anda" ucap Kinan membuat semua tertawa melihat tingkah laku Kinan dan Andre.


Andre pun ikut tertawa, "Gue kangen Kinan yang jutek gini, iya gak gaes?" tanya Andre namunsemua pada terdiam. "Lah kenapa jadi diam semua...." ucap Andre.


Seketika mmbuat pipi Kinan merona tak kala mendengar Andre menyebut kata Kangen.


"Loh Rin, mana motor kamu?"  tanya Fika.


"Rinjani lupa gak bawa motor dia, tadi pagi dianterin sama si Mario" jelas Kinan.


"Lah udah dijemput?" tanya Andre, "Kalau belum nebeng gue aja Rin, masiih sisa banyak dudukan mobil gue" ucap Andre.


"Gak gaes, gue lagi nungguin Mas Mario bentar lagi juga nyampe" jelas Rinjani, "Kalian kalau mau duluan, duluan aja gak apa, gue mau nunggu disini" imbuh Rinjani.


"Gue temenin Rin.. Kasihan cantik-canik gini nunggu sendirian, kalau ilang kasihan Mario nanti nangis" ucap Andre.


Tak lama kemudian mobil Mario pun telah sampai diparkiran, "Tuh nyampe, gue duluan ya gaes.. hati-hati kalian jangan ngebut-ngebut ya" ucap Rinjani sebelum menghampiri mobil Mario.


"Iya lu juga Rin" ucap Kinan dan Fika.


Rinjani memasuki mobil Mario, mendudukkan mobilnya di samping Mario mengemudi.


"Langusung pulang Mas?" tanya Rinjani.


"Kamu mau ngajak kemana?" tanya Mario.


"Entah Mas, bingung aku, belum ada referensi" ucap Rinjani.


"Ya sudah ke cafe bentar" ajak Mario.


"Ok Mas, aku juga kangen udah lama juga gak mampir situ" ucap Rinjani bersemangat.


"Mas sudah ngajuin cuti?" tanya Rinjani.


"Cuti?" Mario berpikir sejenak.


"Iya, cuti.. Aku sudah ngajuin cuti 10 hari sesuai permintaan ibu mas" ucap Rinjani, "Memangnya mas ndak ngajuin cuti?" tanya Rinjani.


Rinjani lupa kalau Mario bekerja di perusahaan ayahnya, "Oh itu, bisa diatur" jelas Mario. "Besok masih berangkat?" tanya Mario.


"Masih Mas,aku mulai cutinya lusa" jelas Rinjani.


"Cutinya lama sekali, Mau bulan madu kemana sehabis resepsi?" tanya Mario sukses membuat pipi Rinjani menjadi merah seperti kepiting rebus.


Rinjani malu mendengar kata bulan madu, ingin sekali menjerit karena malu, sedangkan Mario yang tak mendapati respon Rinjani mulai mempehatikan Rinjani, sikapnya membuatnya tersenyum namujn hanya Mario yang mengetahuinya karena Rinjani sedang tertunduk malu.


"Ingin bulan madu kemana?"  tanya Mario mendekatkan bibirnya ke telinga Rinjani, membuat mata Rinjani membola sempurna, Mario menyukai respon Rinjani.

__ADS_1


"M-mas, malu, entah Rinjani ngikut Mas aja, ucap Rinjani sambil menutup raut wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Rinjani sangat malu membahas bulan madu di depan Mario, canggung rasanya.


__ADS_2