Cinta Rinjani

Cinta Rinjani
Hari-H "SAH! "


__ADS_3

Rinjani mendengar ucapan ibunya teringat acara pernikahannga, yang akan berlangsung beberapa jam kemudian. Rinjani seketika membelalakkan matanya, bangun dan bergegas menuju ke kamar mandi.


Bu Rima memandangi putrinya dengan heran, "Bisa-bisanya dia tidur nyenyak, biasanya H-1 menuju ke pernikahan bakalan ga bisa tidur atau deg-degan, dia malah asik tidur" Bu Rima bermonolog sambil membenahi bantal dan guling.


Seketika Rinjani di kamar mandi dengan nyawa yang belum terkumpul sempurna, "Yaampun baru tidur sebentar udah pagi aja" kesalnya pada dirinya sendiri.


Setelah kurang lebih 15 menit, Rinjani mulai menunaikan ibadah berdoa kepada tuhan untuk dimudahkan dan dilancarkan segala urusannya.


"Kruyuk" Suara perut Rinjani bergemuruh.


Bu Rima yang juga berada di dalam kamar Rinjani pun tertawa, "Ya ampun.. bisa-bisanya ya calon manten kelaparan, biasanya juga ga mood buat makan" ucap Bu Rima heran dengan kelakuan Rinjani.


Rinjani hanya tersenyum getir, "Ayo sarapan dulu biar nanti gak pingsan waktu ijab qobul" imbuh Bu Rima berjalan keluar diikuti oleh Rinjani yang berjalan dibelakang Bu Rima.


Sesampainya di dapur, "Loh mbak kok belum malah asik makan bukannya dirias?" tanya Dimas yang barusan keluar dari kamar mandi.


"Bentar lagi.. Laper" ucap Rinjani.


"Nah betul... Biar tidak pingsan nanti" sahut Pak Bagus ikut menimpali sambil menarik kursi makannya, "Bu bapak juga ya.. " imbuh Pak Bagus pada Bu Rima.


"Tenang aja Rin.. Jangan gugup.. Selalu berdoa, semua dilancarkan sama tuhan" ucap Pak Bagus.


"Iya Pak.. "jawab Rinjani sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Gimana tadi malam nyenyak tidurnya?" tanya Pak Bagus.


Belum sempat dijawab oleh Rinjani, "Nyenyak banget sampe ibuk bangunin perlu noelcnoel pipinya dulu pak" ucap Bu Rima.


Pak Bagus hanya terkekeh, Rinjani mendengar sahutan dari ibunya hanya bisa diam dan melanjutkan makannya.


Selesai makan Rinjani menuju ke kamar pribadinya untuk memulai merias wajah Rinjani.

__ADS_1


Akad pernikahan ini hanya dihadiri oleh kerabat kedua keluarga besar saja, untuk teman-teman Mario dan Rinjani yang diundang serta tamu dari orang tua hanya untuk acara resepsi nanti sore.


Setelah kurang lebih dirias 2 jam lamanya, Rinjani nampak begitu anggun menggunakan kebaya putih serta hiasan kepala yang sangat menawan.


Akad nikah akan dimulai pukul 8.30 pagi, sementara itu tepat pukul 8 pagi, mempelai pria datang bersama keluarga besarnya menggunakan beskap sunda bewarna putih, terlihat sangat rupawan sekali Mario mengenakan baju pengantin ini.


Hiuh riuh diluar kamar Rinjani membuat Rinjani semakin penasaran bagaimana kondisi diluar kamarnya, tangan Rinjani mulai bergetar, Rinjani mencoba mencubit pelan jarinya agar mengurangi nervousnya. Rinjani selalu berdoa agar selalu diberikan tuhan kelancaran atas segalanya, tak henti-hentinya Rinjani berdoa dalam hati dengan raut wajah yang menegang.


Rinjani dilarang untuk keluar melihat calon pengantin prianya, sebelum akad sah terlontarkan. Tak menunggu waktu lama Pak penghulu pun tiba di kediaman Rinjani, memulai acara ijab qobul pernikahan Rinjani dan Mario


"Saya terima nikah dan kawinnya RINJANI AMALIA BINTI BAPAK BAGUS SAPUTRO dengan mahar tersebut dibayar tunai" ucap Mario lantang dan lancar hanya dengan satu tarik nafas.


Semua orang yang berada di luar pun mengucapkan "SAH!" serta diiringi dengan doa-doa yang bapak penghulu bacakan


Rinjani meneteskan air matanya, mendengar penuturan ijab qobul dari Mario. Sungguh bergetar hati Rinjani. "Tepat hari ini aku menjadi istri Mario Ardiansyah" batin Rinjani


Tak lama setelah itu Rinjani diminta keluar untuk menemui suaminya. Pintu kamar Rinjani dibuka oleh salah satu pelayan make up nya, Rinjani menundukkan wajahnya keluar dari kamar berjalan menuju ke arah Mario.


Mario mengamati Rinjani yang berjalan menuju ke arahnya, dengan tatapan yang sulit diartikan Mario terdiam.


Rinjani terdiam memperhatikan raut wajah Mario, "sosok kakak kelas yang pernah menjadi orang yang aku benci kini telah menjadi suamiku" batin Rinjani.


Rinjani mulai meraih tangan Mario mencium tangannya, sedangkan Mario mencium kening Rinjani sambil meleyakkan satu tangan yang lainnya memanjatkan doa agar pernikahannya selalu dalam lindungan tuhan, dan bahagia selalu.


Pak Bagus yang menyaksikan anak pertamanya telah menikah menumpahkan air matanya, sungguh masih tak menyangka putrinya telah menikah. Bu Rima pun juga menangis bahagia disamping dimas.


Rinjani dan Mario lalu menyelesaikan menandatangani buku pernikahan. "Selamat buat kalian berdua, sekarang sudaj sah menjasi suami istri" ucap Bapak Penghulu menyerahkan buku pernikahannya.


Membuat mereka berdua tersenyum malu, "Relax saja.. Jangan kaku begitu senyumnya" imbuh Pak Penghulu, membuat orang yang menyaksikan ikut tertawa melihat tingkah laku pengantin kali ini.


Setelah selesai acara ijab qobul, Rinjani dan Mario meminta Restu kepada kedua orangtua tuanya baik dari Mario maupun Rinjani, tangis haru pun tak bisa Rinjani bendung.

__ADS_1


Acara pun masih berlanjut dengan pengajian walimatur nikah, tetangga pun mulai meramaikan kediaman Rinjani, acarapun berjalan dengan lancar dan khidmat. Setelah tamu-tamu pulang dilanjut dengan prosesi take foto after akad.


Rinjani merasa canggung dengan Mario, bahkan butuh beberapa kali take, "Jangan tegamg rilex saja, kan kamu yang ingin foto-foto after akad" ucap Mario tepat di telinga Rinjani, membuat Rinjani tersipu malu lalu berbalik pada menghadap ke arah Mario,


"Aku relax terus dari tadi" ucap Rinjani dengan nada yang sewot, Rinjani mulai menujukkan dan mulai bisa menguasai prosesi foto kali ini, Mario hanya tersenyum melihat tingkah laku Rinjani.


Tak hanya foto di dalam rumah dengan background akad nikahnya, namun juga take foto di halaman dan jalan depan rumah Rinjani.


"Sudah fotonya, sini makan dulu" ucap Bu Rima pada Rinjani dan Mario.


Mereka berdua mengakhiri prosesi foto after akad dan masuk ke dalam rumah Rinjani. "Mas mau makan apa?" tanya Rinjani canggung.


"Apa aja" ucap Mario, membuat Rinjani berpikir sejenak.


"Soto? Bakso? Sate? Mas mau yang mana?" jelas Rinjani.


"Samain kaya makananmu" ucap Mario.


Rinjani terdiam dan mulai mengambilkan makanan untuk Mario dan dirinya yaitu sate.


"Mamah sama yang lainnya habis ini pulanh dulu ya Rio, kamu disini, nanti sore kita bertemu di balairoom" ucap Mamah Nita


"Kok buru-buru jeng?" tanya Bu Rima.


"Iya jeng mau persiapan juga buat nanti malam jeng, kamu juga istirahat juga " sahut Mamah Nita


"Iya mah kok buru-buru" tanya Mario


Mamah Nita terkekeh, "ya isitirahat dulu nanti malam kan acaranya juga panjang juga... Kamu juga istirahat ya." Ucap Mamah Nita mengerlingkan matanya pada Mario.


Rinjani yang melihat tingkah laku anak dan inu ini hanya dapat tersenyum.

__ADS_1


Selesai mengantarkan keluarga Mario tanpa. Mario diluar gerbang Rinjani dan Mario bergegas menuju ke kamar untuk mengganti bajunya dengan baju biasa dan membersihkan make up yang menempel.


Di dalam kamar Rinjani merasa canggung satu kamar dengan Mario, dengan enaknya Mario telah merebahkan tubuhnya di ranjang Rinjani.


__ADS_2