Cinta Rinjani

Cinta Rinjani
Menuju Pernikahan Part 1


__ADS_3

Selesai istirahat mereka semua kembali dalam meja kerjanya masing-masing, Rinjani mendudukkan tubuhnya dan memulai pekerjaannya lagi, Rinjani mencoba mengecek ponselnya, entah hatinya merasa ingin mengecek nomor Mario, dilihatnya Mario sedang online, "Sedang apa ya Mas Mario sekarang" batin Rinjani.


"Akh, pasti lagi kerja lah, ada-ada aja aku ini" ucap Rinjani meletakkan ponselnya yang masih menyala menampakkan nomor Mario yang sedang online.


Sesekali disaat Rinjani sedang fokus dengan pekerjaannya, Rinjani selalu mengamati ponselnya yang menampakkan nomor Mario, "Dari tadi online, kira-kira Mas Mario lagi kontakan sama siapa ya...." gumam lirih Rinjani.


"Astaga.... percaya Rin, percaya sama calon suamimu, sekarang ini lagi jam kerja, so pasti Mario juga lagi sibuk dengan orang-orang kantornya, jangan negatif thinking Rin.. " batin Rinjani meyakinkan dirinya.


Rinjani mematikan layar ponsel dan fokus terhadap pekerjaannya, waktu berjalan begitu cepat, hingga tak terasa hari mulai sore dan untuk besok Rinjani sudah masuk dalam periode cutinya.


Rinjani merapikan barang-barang yang tergeletak diatas mejanya. Semua file pekerjaan Rinjani sementara akan dihandle oleh salah satu pegawai lain di kantor ini.


"Astaga, cuma cuti sepuluh hari saja rasanya seoerti orang mau keluar dari pekerjaannya saja." gumam Rinjani pelan.


Kinan memasuki ruangan Rinjani dengan menenteng tas kerjanya, "Aaaa Rin... Bakalan kangen gue sama lu, bakalan kesepian gue...." ucap Kinan setelah menutup pintu ruangan Rinjani.


"Yaelah Ki... Cuma cuti sepuluh aja, kayak orang ditinggal resign aja.. Kan masih ada yang lain, Andre, Fika, sama staff-staff yang lain." ucap Rinjani memasukkan laptopnya ke dalam tas.


"Hmmmm.... Iya juga sih.. Dienakin pacaran sama Marionya ya Rin.. Buatin gue keponakan yang lucu-lucu yang buanyak" ucap Kinan kegirangan.


Rinjani menghela nafasnya, di ikuti menggelengkan kepanya. "Ya ampun Ki.. SAH aja belum udah mikir sampe benua eropa" ucap Rinjani.


"Ya gak papa dong Rin... Requestan gue itu ya Rin.." ucap Kinan.


Rinjani terdiam melamun "Gimana mau bikin, orang cintau atau gak aja kagak tau" batin Rinjani.


Kinan memperhatikan raut muka Rinjani, "Rin... Lagi ngalamunin siapa sih?" tanya Kinan.


Rinjani tersadar dalam lamunannya, "Eh enggak Ki.. Siapa yang ngalamun." ucap Rinjani sambil mencangklongkan tasnya. "Udah ayok pulang.." ajak Rinjani.


Kinan mengikuti langkah Rinjani dari belakang meninggalkan ruangan kerja Rinjani. "Lu pasti sekarang lagi gugup ya Rin bentar lagi mau nikah?" tanya Kinan.


Rinjani menghela nafasnya, "Siapa sih Ki, yang gak kepikiran, gugup disaat mendekati hari pernikahannya" ucap Rinjani.


Memang Rinjani saat ini sedang memikirkan bagaimana kehidupannya setelah menikah dengan Mario. Pernikahan yang tidak didasari cinta oleh kedua pihak, tidak mengetahui isi hati satu sama lain, entah seperti apa keadaan rumah tangganya, namun Rinjani tetap optimis semua akan baik-baik saja.


"Yang tenang Rin.. Aku yakin semua lancar-lancar sampai hari, relax aja pikirannya, menikmati waktu akhir-akhir menjadi seorang gadis" ucap Kinan.

__ADS_1


Perkataan Kinan sukses membuat Rinjani terkekeh, "Siap tuan putri Kinan Prameswari" ucap Rinjani.


Rinjani dan Kinan tiba di lobi kantor, "Loh kalian masih duduk di lobi? Nungguin apa?" tanya Rinjani saat melihat andre dan juga Fika sedang duduk di Lobi kantor menikmati coffe cup.


"Nungguin kalian berdua lah.. " ucap Andre.


"Uh so sweetnya" ucap Kinan menautkan ke dua tangannya di pipi.


"Kurang so sweet apa gue sama lo" ucap Andre.


"Sejak kapan lo so sweet sama gue ha?" tanya Kinan.


"Ih kaga diakui selama ini perhatian gue" ucap Andre.


"Mulai tom and jerry" ucap Rinjani memisah adu mulut dua sejoli ini. "Ayok pulang, udah sore juga" sambung Rinjani berjalan menuju ke arah parkiran


"Iya capeng... " ucap Andre.


"Capeng? apa itu?" tanya Fika


"Calon pengantin" ucap Andre.


"Lancar-lancar ya Rin... " ucap Fika.


"Iya Fika.. Makasih ya.. Yaudah gue balik dulu, kalian semua hati-hati jangan ngebut-ngebut jalannya, bye" ucap Rinjani setelah menaiki sepeda motornya.


...****************...


πŸ€πŸ€πŸ€Rumah RinjaniπŸ€πŸ€πŸ€


Suasana Rinjani saat ini sedang ramai dengan orang-orang untuk mendekorasi rumah dan kamar tidur Rinjani. Walaupun acara tinggal 2 hari lagi, namun persiapan sudah diatur matang-matang oleh Bu Rima, dan Rinjani hanya menurut saja planningan ibunya.


Sesampainya di rumah, "Loh Bu, kok udah pasang-pasang dekor? bukannya acaranya masih dua hari aja ya?" tanya Rinjani.


"Menurut kamu dua hari itu masih lama? besok udah sibuk juga, besok pagi acara siraman sorenya pengajian" ucap Bu Rima.


Sungguh Rinjani tidak serta merta mengetahui apa saja rangkaian pernikahannya. "Ya udah bu, Rinjani masuk kamar dulu, mau beberes dulu" ucap Rinjani.

__ADS_1


"Iya.. " sahut Bu Rima.


Rinjani membuka kamarnya, betapa terkejutnya melihat kamar bernuansa merah muda dan juga putih, serta beberapa hiasan bunga-bunga di kasurnya dan juga meja Rias Rinjani, serta aroma bunga mawar yang menyeruak di dalam. kamarnya.


"Ya ampun cantik sekali..." guma Rinjani dalam hati.


Rinjani membuka lemarinya melihat ada slot kosong dilemarinya, "Astaga ibu, matang sekali persiapannya, sampai kepikiran buat nyiapin slot kosong dilemari" ucap Rinjani bermonolog.


Rinjani bergegas untuk segera bersih-bersih tubuhnya, di kamar mandi pun, Bu Rima telah menyiapkan segala macam sabun perawatan pengantin untuk Rinjani. "Astaga Ibu.. niat sekali, aku bahkan tidak sampai memikirkan sampai hal seperti ini" batinnya.


Malam harinya, sungguh hari ini hari yang melelahkan bagi Rinjani, padahal menurut Rinjani ya dirinya tidak terlalu sibuk juga tapi entah tubuh dan matanya sungguh tidak bisa menahan kantuk dengan cepat Rinjani pun terlelap dalam tidurnya.


Pagi Hari


Rinjani terbangun dari tidurnya, merasakan tubuhnya yang terasa begitu ringan, tidurnya sangat nyenyak. Rinjani mencari ponselnya yang sejak dari semalam belum ia check sama sekali.


"Ya ampun mati ponselku" ucap Rinjani, segera Rinjani menyambungkan dengan chargernya, menunggu sejenak lalu menyalakannya.


Entah Rinjani rasanya ingin mengecheck nomor ponsel Mario saat ini, melihat notifikasi Mario terakhir online sekitar jam 3 pagi, "Kenapa Mas jam 3 pagi online ya" batin Rinjani.


"Apa dia tidak bisa tidur ya, makanya dia jam 3 masih online" gumam Rinjani. "Sedang apa ya dia sekarang, apakah dia merindukan aku saat ini?" ucap Rinjani bermonolog.


πŸ€πŸ€πŸ€Mario Pov πŸ€πŸ€πŸ€


" Ah.. " Mario mengusap wajahnya yang sampai saat ini belum terlelap, menggaruk kepalanya, Mario menatap ke arah langit-langit kamarnya, menatap jarum jam yang semakin lama semakin berjalan, jarum j sudah menunjukkan pukul 3 pagi.


Mario mengecheck ponselnya, mengamati nomor Rinjani, melihat notifikasi terakhir online sekitar pukul 5 sore.


"Kenapa aku jadi ngecheck nomor Rinjani ya, mungkin dia lupa buat pegang ponselnya, apa dia bisa tidur nyenyak malam ini.. " ucap Mario bermonolog sambil memainkan ponselnya membuka galeri di ponselnya menatap foto Rinjani dengan tatapan yang sulit untuk diartikan


"Kenapa kamu mengusik pikiranku?" batin Mario, perlahan pun Mario mulai terlelap sambil memegang ponselnya yang masih menyala foto Rinjani.


πŸ€πŸ€πŸ€Mario Pov EndπŸ€πŸ€πŸ€


...****************...


Suasana pagi hari dirumah Rinjani sudah ramai dengan orang-orang yang telah selesai mendekorasi tempat untuk acara Rinjani siraman.

__ADS_1


Acaranya pun akan diadakan sekitar pukul jam 9 pagi, dan hanya akan dihadiri oleh kerabat dekat saja, sungguh Rinjani sangat-sangat gugup kali ini.


Di dalam kamar, Rinjani sudah dirias menggunakan pakaian adat daerahnya dengan rangkaian bunga melati di tubuhnya menambah kesan anggun Rinjani saat ini.


__ADS_2