Cinta Rinjani

Cinta Rinjani
Pergi Ke Butik


__ADS_3

"Barusan" ucap Andre tenang sambil menyerahkan berkas pada Kinan.


"Ki.. Siapa yang kamu maksud cinta sendirian?" tanya Andre mendudukan dirinya tanpa disuruh Kinan.


"Eh.. Bukan apa-apa Ndre, bu-bukan siapa-siapa" ucap Kinan tergugup.


Andre mengernyitkan keningnya "Ooh.. Aku kira kamu lagi jatuh cinta sendirian Ki" ucap Andre terkekeh kecil.


Deg.


"Kenapa bengong Ki? " sambungnya.


"Eh enggak Ndre.. Bukan gue.. Gue barusan baca novel isinya tentang cinta sendirian dan kebawa baper sampai sekarang" ucap Kinan berbohong.


"Oh gitu" sahut Andre mengangguk-anggukkan kepalanya. "Ini berkas dari Fika ki coba cek lagi nanti kalau sudah tinggal kamu scan dan kirimkan ke email Pak Ridwan ya.. Gue cabut dulu masih ada kerjaan.. Nanti kita makan bareng ya Kinan sayang" ucap Andre seraya berdiri dari duduknya.


"Apa-apaan main panggil sayang-sayang nanti kalau gue baper mau tanggung jawab lo?" jawab Kinan kesal mendengar panggilan sayang dari Andre.


"Iya.." ucap singkat Andre membuat Kinan terdiam menatap Andre yang tersenyum ke arahnya sebelum meninggalkan tempat kerjanya.


ceklek


Sadar dirinya tengah menatap pintu yang telah ditutup oleh Andre "kenapa denganku.. kenapa jantungku berdegup oencang." gumamnya seraya membuka berkas yang Andre berikan dan fokus dengan kerjanya.


...***************...


Sementara seorang laki-laki terbangun dari tidurnya tak kala deringan suara ponsel membangunkannya.


Laki-laki yang dimaksud tentunya Mario, ia meraba sekitar untuk mencari poselnya yang berdering terus.


"Ck, ada apa?" suara Mario berbicara dengan seorang perempuan yang sedang menelponya dengan nada serak khas orang baru bangun tidir.


"Mario!... Lo dimana sih? kenapa belum ke kantor juga, buruan ke kantor sebentar lagi kita dan tim perencana akan melakukan observasi di proyek" suara Arin dibalik ponsel Mario.


"Sial, kesiangan" gumam Mario.


"Ya bentar lagi gue kesana, persiapkan semua yang akan dibawa" ucap Mario pada sekertarisnya langsung mematikan ponselnya dan beranjak dari tempat tidurnya.


Memijit pelan kepalanya yang pusing akibat dirinya tidak bisa tidur semalam dan bisa melelapkan dirinya pada pukul 05.00 pagi.


"Ck, bisa-bisanya gue begadangin hal yang tidak penting" gumamnya seraya berjalan menuju kamar mandinya.


Sementara Arin yang telponnya dimatikan begitu saja oleh Mario merasa kesal "Sialan lagi-lagi dia suka mematikan telponya sesukanya, tidak memberikanku waktu untuk bicara sebentar saja, kalau bukan karena kau bosku dan tampan mana mungkin aku menelponmu" gerutu Arin dalam hati dan mengecek lagi apa saja yang akan dia bawa.


Lima belas menit berlalu Mario telah keluar dari kamarnya dengan pakaian kerjanya. Berjalan menuruni tangga.


"Sarapan dulu Mario.." ucap Mamah Nita saat melihat anaknya menuruni anak tangga.


"Nanti saja mah di Kantor, aku keburu" ucapnya seraya meraih tangan mamahnya untuk pamit bekerja.


Mamah Nita mengantar anaknya sampai halaman rumah.


"Hati-hati dijalan, jangan ngebut" ucap Mamah Nita.


"Ya Mah.." ucap Mario memasuki mobilnya dan berjalan meninggalkan rumah.

__ADS_1


......................


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€Kantor Rinjani๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Waktu istirahat pun tiba seperti biasa 4 sekawan siapa lagi kalau bukan Rinjani, Kinan, Fika dan Andre menuju ke Kantin untuk ghibah bersama, bukan... Maksudnya makan bersama.


Mereka mendudukkan dirinya masing-masing, Andre yang tatapan matanya fokus menatap jari Rinjani yang tersemat cincin cantik "Wah bentar lagi temen kita udah sold out aja" ucapnya seraya menunjukkan kode agar teman-temannya melihat jari Rinjani.


Membuat Kinan dan Fika seketika menatap pada jari Rinjani.


"Yeee gue udah liat kali sebelum lu" ucap Kinan


"Biarin" balas Andre sambil menjulurkan lidahnya mengejek Kinan


Sedangkan Fika memberi ucapan selamat pada Rinjani. "Wah selamat ya Rin.. Semoga lancar-lancar aja sampe hari H".


"Aamiin Fik.. Thanks Fik, semoga kalian juga segera myusul ya." Senyum Rinjani lalu menatap kedua sahabat lainnya tak lain Kinan dan Andre "Sold sold emang gue dagangan apa, mulai deh tom and jerrynya" imbuhnya.


"Udah ayo kita milih makan sebelum waktu istirajat habis" ajak Fika memilih menu makan siang.


Mereka berempat menikmati hidangan yang mereka pesan. Seperti biasa diselingi dengan bercandaan Kinan dan Andre yang setiap kalo bertemu gak bisa yang namanya akur.


Kling


Suara notif ponsel Rinjani berbunyi, Rinjani membuka pesan masuk itu, Rinjani mengernyitkan dahinya.


Mario : Nanti sore aku jemput kamu di rumahmu sehabis pulang kerja, jangan membuatku menunggu


Rinjani : Ya, kita mau pergi kemana ?. Meletakkam ponselnya kembali.


"Eh.. bukan apa-apa, Mario mengirimkan pesan" jawab Rinjani santai.


"Mario kangen ya Rin?" ucap Kinan terkekeh.


"Kiiii..."jawab Rinjani menatap tajam Kinan "Ya dia kangen.." jawab Rinjani asal membuat semuanya tertawa mendengarkannya.


"Ternyata sosok Pak Mario bisa bucin juga ya sama calon istrinya" sahut Andre.


"Ya bisalah Ndre, ke calon istri gak-papalah kalau kangen ke Kinan malah yang kenapa-kenapa" Canda Fika membuat Kinan seperti biasa memanyunkan bibirnya


Setelah menyelesaikan makan siang mereka berempat menuju ke masjid untuk menunaikan ibadah lalu kembali ke meja kerja masing-masing.


Kling


Bunyi notifikasi dari ponsel membuat Rinjani segera mengecek ponselnya dilihatnya tulisan Mario.


Mario : Butik. ~ Balas Mario singkat.


Rinjani : Ngapain ? ~ Balasnya menunggu Mario segera membalas namun tak kunjung membuat Rinjani kembali fokus pada kerjaannya.


Sudah 2 jam lebih Rinjani berhadapan laptopnya. Lelah matanya sedari tadi menggeluti pekerjaannya, menyandarkan punggungnya dan mengambil ponselnya untuk mengecek apakah ada pesan lagi dari Mario.


Namun kenyataannya ialah nihil. Rinjani mengecek kontak Mario dan terlihat sedang online. Sedikit kesal Rinjani karena mengetahui Mario online namun tidak membalas pesannya.


Hm..

__ADS_1


Menghembuskan nafasnya "Mungkin dia sibuk" gumamnya meletakkan ponselnya kembali. "Lupa gue.. gue kan bukan prioritasnya" gumamnya kembali.


Tak terasa hari semakin sore, waktunya Rinjani pulang ke rumah. Rinjani membereskan meja kerjanya sebelum meninggalkannya dan berjalan menuju parkiran bersama 3 teman sekawannya.


"Tumben lu keburu Rin pulangnya?" tanya Andre sedari tadi memerhatikan Rinjani yang memasang helmnya terburu-buru.


"Iya nih gue ada perlu... gue duluan ya, jangan kangen" ucap Rinjani seraya melajukan motornya.


......................


Sesampainya di Rumah "Assalamualaikum Rinjani pulang" ucap Rinjani memasuki rumahnya menaruh sepatunya ke tempat rak sepatu.


"Waalaikumsalam, buruan mandi Rin, bentar lagi Mario kemari" ucap Bu Rima.


"Kenapa ibu bisa tau Rin mau keluar sama Mario bu?" tanya Rinjani merasa aneh.


"Tadi Bu Nita telponan sama ibu, katanya sore ini mario ngajak pergi kamu, buruan mandi siap-siap jangan lupa sholat isya" ucap Bu Rima.


"Ya buk.." ucap Rinjani berjalan menuju kamarnya. Mulai memilih baju apa yang akan ia kenakan untuk pergi dengan Mario.


Setelah memilah milah baju rinjani memituskan untuk memakai kaos biasa dan juga celana panjang hitam.


Setengah jam berlalu Rinjani sudah siap dengan dirinya dan menenteng tas kecil sebagai pelengkap outfitnya kali ini.


Tin.. Tin..


Suara mobil di depan rumah Rinjani menampakkan seorang laki-laki di dalamnya yang keluar dan menuju ke rumah Rinjani.


"Eh Nak Rio... Sini masuk dulu Rio.. Mau Ibu buatin minuman apa?" ucap Bu Rima di halaman rumah ketika Mario menyalaminya.


"Ndak usah repot-repot Bu.. Rio tunggu disini saja" jawab Mario.


Rinjani sudah tiba di halaman rumahnya.


"Ya sudah Bu kami berdua pamit dulu" pamit Mario.


Mario dan Rinjani berjalan menuju mobil, Ri jani membuka pintu mobil belakang dan memasuki mobilnya.


"Kamu kira saya sopir kamu?" ketus Mario. "Pindah depan" lanjutnya.


Dengan segera Rinjani keluar dari dalam mobil dan pindah duduk di depan tepat di samping Mario.


Mario bergegas melajukan mobilnya menuju ke salah satu butik yang ada di Kotanya.


"Kita mau ngapain Mas?" tanya Rinjani membuka obrolan.


Namun Mario hanya diam dan fokus menyetir, Rinjani yang pertanyaannya diabaikan merasa kesal dan mengalihkan pandangannya menatap jendela.


"Makan" sahut Mario singkat dengan pandangan fokus menyetir mobilnya.


"Makan? memangnya di Butik ada jual makanan? Bukannya Butik itu jualan baju ya" ucap Rinjani pelan namun Mario dapat mendengarnya.


"Sudah tau masih tanya.. Kita Mau Fitting Baju" Jawab Mario datar menyematkam senyum tipis dibinirnya.


Rinjani seketika menoleh ke arah Mario dengan mulut yang ia bungkam sendiri.

__ADS_1


__ADS_2