
Rinjani mengantarkan Mario kedepan pintu gerbang rumahnya hingga mobil yang ditumpangi Mario sudah menghilang dari jangkauan matanya. Rinjani kembali masuk ke rumahmya mencari ponselnya ingin mengirim pesan ke Mario.
Rinjani: Hati-hati dijalan, kalau sudah sampai kabarin ya Mas.. jangan kebut-kebutan - ketikan Rinjani di ponselnya namun belum ia kirimkan.
"Berlebihan tidak ya" gumamnya lalu menghapus kembali, dan memikirkan kata yang tepat untuk mengirimkan pesan pada Mario.
Rinjani kali ini memberanikan diri untuk mengirim pesan pada Mario.
Rinjani : Hati-hati, kalau sudah sampai kabarin ya Mas. - Kemudian ia menekan tombol kirim. Menunjukkan pesan terkirim namun belum terbaca oleh Mario. Segera Rinjani membersihkan meja ruang tamunya, dan bergegas ke membersihkan tubuhnya.
-
Sedangkan Mario yang sedang menyetir terdengar ponselnya berdering notifikasi, dia melihat sekilas ponsel yang ia letakkan di sampingnya menunjukkan pesan dari Rinjani. Mario sengaja untuk tidak membaca dan membalasnya langsung langsung akan ia balas nanti jika sudah sampai di rumah.
Dua puluh menit berlalu Mario pun tiba dirumahnya.
"Gimana Rio, apa kamu sama Rinjani sudah menemukan baju untuk resepsi pernikahan kalian?" Tanya Mamah Nita ketika melihat Mario mengambil minuman dingin di kulkas.
"Sudah Mah..." jawabnya setelah meneguk minuman sampai habis.
"Terus gimana? " tanya Mamah Nita antusias.
"Gimana apanya Mah?"
"Ya gimana Rinjani mengambil warna apa? dan bagaimana mamah ingin melihat, apa kamu memotretnya?" tanya Mamah Nita.
"Ambil warna putih yang ada beberapa payet dan manik-maniknya mah. Cantik.. Aku tidak memotretnya" jelas Mario.
"Yah.. kok ga di foto si Mario.. Mamah kan ingin tau" kesalnya.
"Besok juga akan tau Mah" jawabnya seraya pergi menuju ke kamarnya. "Sebenarnya Rio tidak melihat Rinjani saat memakai gaunnya mah" gumamnya.
Di dalam kamar Mario membersihkan diri lalu teringat pada ponselnya, dibalaslah pesan dari Rinjani.
Mario : Sudah sampai. - Balasnya tak kala melihat keterangan di nomor Rinjani dirinya sedang online.
Tak menunggu lama Rinjani pun membalas pesan dari Mario.
__ADS_1
Rinjani : Yasudah, Selamat Malam.
Mario : Malam
Kemudian chat pun berakhir.
-
Rinjani dirumah sedang berkumbul dengan keluarganya di ruang keluarga, seperti biasa menonton sinetron. Tiba-tiba Bu Rima membawakan paper bag lumayan besar menuju ke dekat Rinjani.
"Apa ini bu?" Tanya Rinjani yang sedang memakan yang Mario belikan tadi.
Bu Rimam memberikan paper bag tersebut kepada Rinjani, Rinjani membukanya dan tampaklah kebaya warna putih lengkap dengan bawahannya. "Kebaaya bu... Buat apa?" tanya Rinjani.
"Ya untuk besok kamu pakai saat ijan qobul... ibuk gak mau menyewa kebaya inginnya bikin sendiri supaya kamu mempunyai kenangan kalau kebayanya punya sendiri" jelas Bu Rima.
"Bagus sekali buk..." ucap Rinjani memerhatikan secara seksama pada kebayanya.
"Coba mbak.. aku mau lihat.." ucap Dimas yang tiba-tiba ikut menimpali.
"Ya sudah aku simpen ke kamar ya buk.. Aku juga masih ada kerjaan bu" ucapnya Rinjani membawa kebaya itu ke kamarnya menyimpannya rapi di lemarinya.
Rinjani menyalakan laptop kesayangannya untuk membuat progres mingguannya dan mengecek emailnya. Sedang fokus-fokusnya Rinjani mengerjakan pekerjaannya itu Kinan memulai percakapan di grub sosial medianya.
Kinan : Eh Rin.. lu baik-baik saja kan? Tadi kenapa kok lu pulang terburu-buru banget gak kayak biasanya - Tulis Kinan di grub.
Fika : Iya bener Rin, lu baik-baik saja kan? Gak ada masalah serius kan Rin? - Sambung Fika dibawahnya Kinan.
Andre : Hmm kalau feeling gue sih ya, Rinjani habis kencan tuh makanya keburu pulangnya.. Hehehe canda Rin.. siapa tau bener ya kan -Sambung Andre melawak.
Kinan : Sembarangan Lu ndre.. Kalau tebakanmu salah gimana? perasaan dikit kek - Balas Kinan khawatir.
Fika : Tunggu Rinjani baca pesan di grub ini gaes.. Siapa tau dia lagi sibuk. - Balas Fika segera melerai agar tidak terjadi saling ribut antara Andre dan Kinan.
Pesan hening seketika, Rinjani mulai untuk balas pertanyaan dari ketiga teman karibnya di kantor.
Rinjani : Tenang gaes... Sory ya tadi gue buru-buru, gue pergi soalnya ada perlu hehehe. Maaf lho kalau buat khawatir... Love you all - Balas Rinjani.
__ADS_1
Andre : Tuh kan bener tabakan gue... Gue bilang apa - balas Andre cepat.
Rinjani sedang asiknya saling mengobrol dengan teman karibnya itu hinggal jarum jam menunjukkan pukul 11.00 malam.
Rinjani membereskan laptopnya dan bersiap diri untuk menuju ke pulau mimpinya. Tak menunggu lama Rinjani pun langsung terlelap dalam tidurnya.
......................
๐๐๐Kantor Rinjani๐๐๐
"Ki..." panggil Rinjani berjalan masuk ke dalam kantor selepas memarkirkan motornya dan bertemu dengan Kinan yang sedang duduk di lobi kantor dan mencari sesuatu di tasnya. "Lu ngapain sih Ki? Cari apa-an dah" tanya Rinjani.
"Hp gue Rin.. gue lupa tadi naruh dimana ya.. waktu di rumah tuh gue masih pegang tuh ponsel, habis tuh lupa gue" ucap Kinan masih menelisik tas kanvasnya.
Rinjani menghela nafas, bukan hal mengagetkan bagi Rinjani mendengar Kinan asal meletakkan ponselnya. "Di rumah kali ki... Udah ayok ke meja kerja duluan.. ntar pake ponsel gue buat telfon orang rumahlu buat nanyain ponsel lu di rumah apa kagak" jelas Rinjani menarik lengan Kinan agar segera beranjak menuju ke ruang kerjanya.
"ah.. kenapa gue kagak kepikiran dari tadi ya buat nanyain orang rumah" ucap Kinan menepuk judatnya, seraya menaiki lift kantornya.
"Ya karena yang ketinggalan kan bukan cuma ponsel lu aja ki, tapi otaklu juga ketinggalan sebagian hehehe canda Kinan." ucap Rinjani menggoda Kinan.
"Ihhh.. Resek lu Rin... Gue takut kali Rin, kalau ilang beneran gimana, orang kontak gue udah banyak, nanti kalau ganti nomor lagi jadi sedikit yang ngeliat-liat status gue.." jelas Kinan yang memikirkan penonton status-statusnya yang akan sedikit, membuat Rinjani memutarkan kedua bola matanya.
"Yaelah Ki... ilang tinggal beli lagi.. emangnya kenapa sama sama penonton status di sosmedmu.. Lagian kan lu bisa ngurus nomer ponsel dengan alasan ilang..."jelas Rinjani.
"Iya juga ya gue kagak kepikiran lagi Rin.." jawab kinan menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"Kalau ini fix yang ketinggalan otak lu juga, Ful ketinggalan" ucap Rinjani seraya berjalan keluar dari lift dan meninggalkan Kinan.
Rinjani memijit keningnya pagi-pagi sudah disuguhkan dengan tingkah laku konyol si Kinan. Rinjani memasuki ruang kerjanya, begitupun dengan Kinan.
Rinjani teringat dengan ucapannya untuk meminjamkan ponselnya agar Kinan menghubungi orang yang ada dirumahnya untuk menanyakan dan mencarikan ponselnya.
Tak menunggu lama, benar dugaan Rinjani kalau ponsel Kinan tertinggal di ruang makannya. Membuat Kinan tersenyum seketika mendengar ponselnya tidak jadi hilang.
"Terimakasih Rin sudah bantuin gue" ucap Kinan.
"Sama-samaa.. dah gue balik meja gue" mengambil ponselnya ketika Kinan mengarahkan ponselnya ke Rinjani.
__ADS_1