
๐๐๐Kantin๐๐๐
Waktu istirahat pun tiba, kini Rinjani mengajak Kinan ke Kantin bersama dengan menenteng dua buah paper bag untuk Andre dan juga Fika, sedangkan mereka berdua sudah Rinjani beri tahu dimana ia akan duduk di Kantin.
"Gue kira udah lu kasih duluan Rin, ternyata baru gue?" tanya Kinan.
"Belum KI, iya baru Lu doang, kurang spesial apalagi Lu" jawab Rinjani.
"Aaawww... So Sweet sekali sahabatku satu ini...." puji Kinan, "Lu mau makan apa Rin? Biar gue yang mesen disana.." sambungnya.
"Matcha Latte sama Cheese Burger aja Ki... Spicy ya" sebut Rinjani.
"Ok.. Ada lagi?" tanya Kinan.
"No..." sahut Rinjani.
Sementara Kinan sedang memesankan makan siang, tiba-tiba Andre dan Fika telah sampai di meja makan mereka.
"Nunggu lama tidak?" tanya Fika.
"Tidak.. barusan juga gue nyampe sini sama Kinan, tuh dia barusan juga pesan makanan. Kalian kalau mau pesan dulu gakpapa, biar gue yang nunggu sini." ucap Rinjani.
"Betul tuh, Fik lu mau pesen apa/ biar gue yang kedepan lu temenin Rinjani aja disini." tanya Andre pada Fika.
"Gue red velvet sama nasi goreng ayam pedesnya sedeng aja Ndre.." ucap Fika.
"Ok.." ucap Andre disusul menuju ke tempat pemesanan.
Andre melihat Kinan yang sedang memesan makanan kepada pelayan Kantin, Andre langsung menghanpirinya.
"Ki.." Andre menepuk pundak Kinan.
Langsung Kinan hempaskan karena terkejut, "Eh.. Ndre,.. Sorry gue kira siapa, lagian lu main ngagetin gue megang pundak segala, gue auto nething jadinya" jelas Kinan.
Andre terkekeh melihat tingkah laku Kinan, "Gue yang sorry Ki nganggetin lu" masih dengan terkekehnya. "Udah pesannya?" imbuhnya.
"Sudah..." jawab Kinan singkat. "Gue ke meja dulu Ndre.." imbuhnya mulai meninggalkan Andre yang berdiri di dekatnya.
Namun langkahnya terhenti, " Tunggu," ucap Andre,
Kinan memutar tubuhnya, "Tunggu apa?" mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Tungguin, gue mau pesan juga.." pinta Ande.
Tanpa berkata berpikir apa-apa lagi Kinan menganggukkan kepalanya yang berarti bersedia menunggu Andre memesan pesanannya.
"Ayo balik ke meja Ki... Thanks udah mau nungguin" ucap Andre.
"Santai aja kali ndre, formal banget tumben sama gue?" tanya Kinan spontan.
Andre hanya membalas ucapan Kinan dengan senyum dibibirnya saja.
Andre dan Kinan telah kembali duduk di mejanya, Rinjani mulai memberikan paper bag kepada Andre dan juga Fika.
"Nih buat kalian Ndre, Fik" ucap Rinjani menyerahkan paper bag.
"Lah kok cuma kita berdua aja Rin? Kinan?" tanya Andre yang melihat Kinan tidak mendapatkan paper bag sendiri.
"Ooh... Kinan duluan malah yang dapat ketimbang kalian berdua" jelas Rinjani sambil menikmati hidangan yang baru saja datang.
"Gue kira ga dapet... Apa nih Rin isinya?ย boleh gue buka sekarang?" tanya Andre.
"Boleh, silahkan dibuka aja Fik, Ndre.
Mereka berdua membuka paper bag masing-masing yang diberi oleh Rinjani, sedangkan Rinjani dan Kinan sedari tadi memperhatikan mereka berdua tiba-tiba raut mukanya terkejut setelah membuka isi dari paper bag tersebut.
Rinjani hanya tersenyum mengamati kedua sahabatnya yang sedang terkejut.
"Cepet banget ini lima hari lagi??? Yaampun sahabat gue udah sold out aja, gue ikut bahagia Rin.." ucap Andre.
"Gue juga turut bahagia ya Rin.. Lancar-lancar ya" ucap Fika.
"iya makasih ya buat doanya, jangan lupa nanti dipakai ya" ucap Rinjani.
"Pasti" ucapย Kinan yang ikut terharu.
Andre sedang mmengamati pakaian yang diberi oleh Rinjani, mengamati dengan penuh kebahagiaan juga terharu, "Gue jadi terharu, gue ikut seneng Rin.." ucap Andre tersenyum pada Rinjani.
"Udah ayo makan lagi, nanti habis waktu istirahat kita.. Gue aja uda mau habis tapi kalian masih banyak semua" ucap Rinjani yang sedari tadi sudah memasukkan makanan ke dalam mulutnya tak kala teman-temannya sedang terkejut dengan paper bag yang diberi oleh Rinjani.
Mereka semua memulai menikmati hidangan yang tadi sudah dipesan.
......................
__ADS_1
Rinjani menyandarkan punggungnya pada kursi kerjanya, entah menurutnya hari ini merupakan hari yang sangat padat dengan berbagai macam berkas yang sudah rinjani revisi. Rinjani memejamkan matanya dan memijit pelan keningnya.
Sedangkan Andre diruangannya sedang memikirkan kejadian waktu dirinya di kantin sedang memikirkan Kinan yang sifatnya menurutnya mulai sedikit berubah, menurut Andre sifat Kinan berubah sudah jarang sekali mereka mempeributkan hal-hal kecil, entah Andre merasa merindukan perdebatan kecil antara dirinya dengan Kinan, dan menurut Andre akhir-akhir ini Kinan mulai menghindari dirinya, entah kenapa Andre pun tak mengerti dengan pikirannya sendiri.
"Apa perasaanku saja ya kinan jadi berubah seperti ini..." batin Andre dengan pandangan yang terfokus pada laptopnya*. "Aku rindu Kinan yang dulu"* batinnya lagi.
"Ndre?" panggil Fika, yang sedari tadi memperhatikan Andre sedang melamun dengan tatapan matanya tertuju pada laptopnya. Panggilan pertama oleh Fika tidak terdengar pada Andre.
"Ndre...!" panggil Fika dengan sedikit mengeraskan suaranya membuat Andre tersadar dari lamunannya.
"Eh, hm? ada apa Ki?" ucapan yang terlontar dari bibir Andre.
Fika yang mendengar mulut Andre menyebut dirinya dengan nama Kinan langsung memahami apa yang sedang Andre pikirkan sedari tadi.
"Eh, maksud gue ada apa Fik?" Andre tersadar ucapannya yang salah memanggil nama Fika menjadi Kinan langsung membenahi ucapannya.
"Gak apa-apa Ndre" ucap Fika entah mengapa dirinya merasa tidak enak pada dirinya setelah mendengar mulut Andre salah dalam memanggil dirinya. Fika keluar menuju kamar mandi.
"Mau kemana Fik?" tanya Andre yang melihat Fika berdiri dan hendak meninggalkan ruangan kerjanya.
"Ke kamar mandi Ndre" ucapnya langsung menuju ke kamar mandi.
Andre hanya terdiam, pikirannya masih terfokus pada Kinan, entah Andre merasakan kehilangan sifat Kinan yang dulu sangan humoris, sekarang berubah 180 derajat dari sifat dulunya, sekarang jadi lebih sedikit omongannya. Andre sungguh merindukan Kinan yang dulu.
Sedangkan Fika yang berada di kamar mandi menyentuh dadanya yang bergemuruh mengetahui Andre sedang memikirkan Kinan, "Ada apa denganku, kenapa aku merasa tidak nyaman saat Andre menyebut Kinan" batin Fika.
"Gak Fi... Kinan itu sahabatlu, mungkin Andre lagi ada masalah kali sama Kinan makannya sampe membuat Andre salah menyebut diri lu jadi Kinan" gumam Fika pelan meyakinkan dirinya agar tidak merasakan tidak nyaman hatinya.
Fika membuang nafasnya seraya membasuh mukanya.
"Fik" panggil Fika dari arah belakang dirinya,
Fika menoleh ke arah belakang, terkejut dirinya mendapati Kinan berdiri dibelakangnya. "apa Kinan mendengar ucapanku tadi ya? gawat malu gue" batin Fika.
"Eh Ki, gue balik ruangan gue ya, masih banyak kerjaan yang belum selesai Ki." ucap Kinan tergugup dan berjalan keluar meninggalkan Kinan sendiri di kamar mandi.
Kinan mengamati punggung Fika yang sudah menghilang dari pandangannya, "Aneh sekali dia, kayak sedang melihat hantu aja langsung pergi gitu aja" kesalnya menatap kaca kamar mandi.
Sedangkan Fika yang terburu-buru keluar dari kamar mandi, mulai mengatur jalannya "Astaga ya ampun... Kenapa gue kelihatan kaya orang bego si de depan Kinan, harusnya gue biasa aja, malah jadi buat Kinan mungkin berpikir yang enggak-enggak." gumamnya sambil menduduki kursi kerjanya.
"Semoga aja Kinan tidak mendengar ucapanku tadi.." ucap Fika pelan, namun orang yang duduk bersebelahan dengan Fika mendengar ucapan Fika.
__ADS_1
"Lu bicara apa Fik?" tanya Ande.