Cinta Rinjani

Cinta Rinjani
Pergilah


__ADS_3

Suasana hening yang terjadi di dalam mobil yang ditumpangi oleh Rinjani dan Mario seakan memecah begitu saja tak kala suara dering dari ponsel Mario berbunyi.


Satu panggilan terlihat dari layar ponsel milik Mario yang terdapat nama dari sang pemilik nomor.


"Laras" batin rinjani sesaat melihat Nama yang tertera dalam ponsel Mario. Seketika Rinjani menolehkan pandangannya yang semula menghadap ke ponsel mario menuju ke jendela pintu Samping.


Mario mengambil ponselnya hanya untuk mereject panggilan yang masuk. "Kenapa tidak diangkat mas? siapa tau penting" ucap Rinjani dengan posisi yang sama, menatap ke arah jendela mobil.


"Ga penting" ucap Mario singkat sambil fokus dengan mengemudi mobilnya.


Hembusan nafas panjang rinjani menandakan dirinya sedang menahan suatu amarah. "lama-lama bisa gedek gua sama ni cowok" batin rinjani kesal sambil memejamkan matanya dan bersandar pada kursi mobil depan.


Dering ponsel pun berbunyi kembali, Mario melakukan hal yang sama yaitu menolak semua panggilan hingga 8x tolakan panggilan dari Mario.


"Kalau ga penting ga mungkin telpon sebanyak itu" ucap Rinjani sambil memejamkan matanya. Membuat mario mengangkat panggilan suara yang ke sembilan itu.


"Ada apa?" tanya mario lembut saat mengangkat ponselnya.


"Ya aku kesana" jawabnya dengan lembut, entah apa yang di omongkan oleh si penelpon dari ponsel Mario rinjani tidak mendengar.


Mario yang mendengar hembusan nafas rinjani diam-diam menoleh ke arah sumber suara, dengan segera dirinya mengalihkan pandangannya tak kala rinjani mulai membuka matanya.


.


Lima belas menit kemudian mobil Mario pun sudah sampai di rumah Rinjani.


"Mau mampir ndak mas?" ucap rinjani hendak keluar dari mobil.


"lain kali, ini udah malam" ucap Mario menatap ke arah rinjani.


"Baiklah, Terimakasih mas udah ngajak aku main ke rumah Mas, salam buat mamah sama papahnya mas mario" Ucap rinjani lalu beranjak turun dari mobil "hati-hati dijalan" imbuhnya.


Mario hanya menganggukkan kepalanya disusul dengan mengemudikan mobilnya meninggalkan halaman rumah rinjani.


Sedangkan rinjani berdiri di dekat pagar rumahnya sambil melihat jam di ponselnya.


"masih jam 7an" gerutu rinjani.


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€Rumah Rinjani ๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


"Buk.. Ini kue dari mamahnya mas mario" ucap rinjani menghampiri Bu Rima yang sedang mencuci piring dengan meletakan buah tangan yang rinjani bawa dari mamah nita ke pada ibunya. "Rinjani ke kamar dulu bu, mau istirahat" imbuhnya

__ADS_1


"Kok sendiri, Marionya mana?" tanya Bu Rima.


"Langsung pulang bu, ada perlu katanya" jawab rinjani.


Entah rasanya ngantuk sekali Rinjani malam Ini. Sesampainya di kasur rinjani mulai memikirkan nama yang tertera pada ponsel tadi. "Laras" ucap Rinjani pelan.


"Siapa ya Laras Itu... " ucap rinjani membuat jiwa stalking sosmednya meningkat. Hal ini yang membuat dirinya mendadak kepo pada akun sosmed si Mario. Rinjani tak menemukan nama laras yang terdapat di akun sosmednya Mario setelah kurang lebih 1 jam stalking akun Mario.


Pusing stalking sana sini tidak menemukan sosok yang rinjani cari akhirnya rinjani membersihkan dirinya sebelum beranjak ke kasur.


Hati rinjani sedikit kurang nyaman tak kala mengingat cara ngomong Mario saat telpon dengan seseorang tadi. Terdengar sangat lembut cara bicaranya.


Untuk menghilangkan rasa tak nyaman pada hatinya, rinjani memilih untuk menonton draft film barat yang ada ponselnya.


.


Disaat Rinjani sibuk mengalihkan suasana hatinya yang sedikit kacau. Di cafe promise ruangan VVIP Mario sedang menemui seseorang yang menelponnya tadi, ya Laras.


"Ada perlu apa menyuruhku menemuimu?" ucap Mario berdiri dihadapan perempuan berbaju seksi serta rambut se bahu ini


"Duduk dulu dong rio" ucap Laras diikuti dengan Mario mendudukan tubuhnya. "Aku kangen kamu Rio" imbuhnya seraya menggenggam tangan Mario.


Laras Ini merupakan mantan kekasih Mario yang sangat ia cintai dulu, namun semenjak laras hanya memainkan perasaannya dan menghianatinya dengan temannya yang polisi membuat Mario tidak melanjutkan lagi hubungannya dengan Laras.


"Tidak apa-apa Rio, aku hanya kangen denganmu saja, kangen masa-masa dimana kita masih bersama" ucap Laras.


Mario hanya diam saja menatap pada mantan kekasihnya itu. "Rio, apakah kamu masih menyimpan perasaan cintamu padaku?" tanya laras menatap mario.


Mario menatapnya dengan tatapan dingin membuat perasaannya hampir meledak karena mendengar perkataan laras itu. "Jawab sayang..." imbuh laras.


"Jangan panggil-panggil aku sayang" tegas Mario.


Mario hendak pergi dari duduknya tangannya di tarik oleh laras "Dengarkan aku dulu, ku mohon" ucap laras dengan tatapan sayu matanya membuat Mario terduduk kembali.


"Aku masih mencintaimu, maafkan aku, dan aku yakin kamu masih mencintaiku" Ucap Laras terus terang dengan Mario.


"Aku sudah memaafkanmu" jawab Mario dingin.


Membuat laras menyimpulkan senyumannya "apakah kita bisa bersama seperti dulu Rio?" tanya laras


"Aku akan menikah, pergilah jangan kembali lagi" jawab Mario masih dengan nada dinginnya.

__ADS_1


"Tidak mungkin, aku yakin cinta mu masih untukku, dan aku Masih mencintaimu" jawab laras tidak percaya


Mario menaikkan senyum bibirnya, "Kalau Kau mencintaiku tidak akan mungkin kau menghianatiku" ucap Mario.


"Aku menyesal Rio, aku tau aku salah dulu, beri aku kesempatan untuk memulai hubungan denganmu lagi" ucap laras menggenggam Tangan Mario.


"Sudah ku katakan aku akan menikah, dan ingat satu hal" ucap Mario sambil mengacungkan 1 jarinya. "Aku tidak mencintaimu lagi" ucap Mario beranjak dari duduknya.


"Aku tidak percaya, Cintamu hanya untukku, aku yakin itu" ucap Laras.


Mario menyeringaikan senyumnya. "Terserah kau percaya atau tidak aku tidak peduli" Ucap Mario keluar dari tempat duduknya dan pergi dari cafenya.


"Sialan, aku yakin kamu masih mencintaiku, aku bisa mendapatkanmu, aku harus tau siapa wanita yang akan kau nikahi Mario..." ucap Laras geram tak percaya dengan sifat Mario yang benar-benar berubah.


Para pegawai sudah biasa melihat Mario si pemilik cafe ini berjalan dengan tatapan yang dingin, namun kali Ini berrbeda tak kala salah satu pegawainya menyapa Mario namun tak ada tanggapan dari Mario dan tetap melanjutkan jalannya meninggalkan cafe.


Mario melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal, Mario merasa sangat emosi mendengar semua perkataan yang keluar dari mulut Laras.


"Cih tak tau malu.. Tidak salah dulu aku meninggalkanmu karena kelakuanmu sendiri, aku tidak menyesalinya" ucap Mario memukul setir mobilnya. Kejadian malam ini membuat Mario semakin yakin akan keputusannya dulu saat melepaskan Laras untuk laki-laki lain.


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€Di Kantor๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


"Rin.... tega lu ya lamaran gua kagak diundang" ucap Kinan memasuki ruangan Rinjani


"Hus... jangan berisik napa si, cuma acara dihadiri keluarga dekat saja kok" ucap rinjani menjelaskan


"Oh gitu... gue kagak dianggap nih" cerocos Kinan kesal dengan Rinjani.


"Nanti pas nikah gue ajaknya, orang dihadirin 2 keluarga doang kiiii" jelas rinjani


"bener yaa.. jangan bohong" ucapnya Kinan


"Iya kinan ceriwissss" ucap Rinjani menggoda kinan menyubit kedua pipi kinan membuat kinan melihat cincin yang terpasang di jari manis kiri tangan rinjani.


.


.


.


๐Ÿ€Alhamdulillah author berusaha untuk bisa update lagi, tetap Ikuti novel karya author. Jangan lupa like, komen dan vote agar author lebih semangat lagi dalam menulisnya....

__ADS_1


Terimakasih๐Ÿ˜˜๐Ÿ€


__ADS_2