
Hari mulai siang mereka semua pergi meninggalkan tempat tersebut dan pergi mencari warung hanya sekedar makan siang dan nongkrong minum kopi
.
.
"Lu mau bayarin lagi gak fik?" tanya Andre
"yeeee Itu tuman namanya.. Kasihan Fika lo palakin mulu Ndre.. " ucap Rinjani.
"Hahahaha canda ya Fik... Tapi kalau beneran sih ga nolak" imbuh Andre "Aduh.... " imbuhnya seraya memegang kakinya yang seketika ditendang oleh Kinan.
Mereka semua memesan makanan masing-masing.
"setelah Ini kita mau langsung pulang? " tanya Fika.
"masih siang gini... jalan-jalan sebentar gimana? sekalian muterin sini" jawab Andre sambil melihat jam tangannya.
"setuju... kita cari oleh-oleh aja yuk... masa habis jalan-jalan pulang ga bawa apa-apa" ucap Kinan setuju "Gimana Rin.. mau? " imbuhnya.
"ngikut gue Hahahaa.. sekalian mau dibayarin juga tambah semangat" jawab Rinjani antusias.
"yeeee... Kalau itu mah gue juga demen" ucap Fika menimpali.
Makanan yang mereka pesan pun tiba... Mereka semua menikmati menu yang mereka pesan.
.
***Pusat Oleh-oleh****
Sesampainya di pusat oleh-oleh mereka memilah-milah Baju yang akan mereka beli, tak hanya para wanita saja yang menyukai shopping, laki-laki pun sangat menyukai kegiatan satu ini.. tak lain ialah Andre sendiri.
"Gila lu beli banyak banget Ndre, buat siapa aja dah?" tanya Kinan
"Buat ponakan-ponakan gue, mereka besok pada mau main kerumah kan ga enak kalau ga dibeliin... " jawab Andre
"Wah gue mau dong... Hahahaa biar aku ikutan jadi ponakan lu ya biar bisa lu beliin hhaha" imbuh Kinan
"Maunya jadi keponakan nih? ga mau yang lebih? istri gitu misal.. Kalau ga ya calon istri dulu juga gak-papa Ki" gombal Andre
"Yeeee.... gombal mulu lu Ndre... " jawab Kinan sambil memukul pelan lengan Andre. Seketika wajahnya berubah warna kemerahan karena malu.
Rinjani serta Fika yang sedang asik memilah baju mendengar mereka ngobrol menahan tawanya...
"Cieee..... uhuy ada yang lagi PDKT-an nih... uhuyyy" ledek Fika.
"Iri bilang boss... " sahut Andre dengan gayanya yang sok cool.
"Udah jadian aja cocok kok... gue dukung kalian jadian" imbuh Rinjani
"ihhhhhh Rinjani ikut-ikutan ngledek juga.. awas lu.. gue balas kapan-kapan" ancam Kinan sambil mencebikkan mulutnya.
Semua tertawa akan kelakuan Kinan yang malu-malu kucing. Seusai belanja mereka melanjutkan perjalanan pulang ke rumah Andre, karena motor Rinjani, Kinan Dan Fika dititipkan dirumah Andre.
Perjalanan menuju rumah Andre pun sedikit macet, mungkin karena Ini weekend dan sore hari, jadi banyak pemuda-pemudi sedang jalan-jalan ditambah nanti malam satnight, dimana jalanan akan semakin ramai.
__ADS_1
Karena kelelahan mereka semua tidur kecuali Andre, karena dia yang nyetir mobilnya. Dirinya fokus menyetir serta memperhatikan teman-temannya yang tertidur pulas, lewat kaca spionnya.. tak lupa pula dirinya memperhatikan Kinan yang sedang tertidur.. ia menunjukkan senyum sayangnya itu pada temannya
*******
2-jam menempuh perjalanan dan macet akhirnya pun sampe dirumah Andre, mereka semua berpamitan pulang.
"awas ada barang yang ketinggalan ga di mobil gue?" tanya Andre "Kalau hilang pasti juga gua jual nantinya lumayan duitnya hahaha" imbuh Andre
"Nggak papa jual aja.. iklas gue mbantu orang yang lagi butuh duit, dapet pahala" jawab Rinjani tak mau kalah.
"Hahahaa ****** lu Rin.. ngeselin juga lu ya" sahut Kinan.
"Wah ada yang ngebelain pacarnya tuh.. Cieee " sahut Fika
"Ihhh... apa-an sih kalian" ketus Kinan.
"Ndre gue pamit ya udah jam 7malem juga.. mau bantuin nyokap gue besok Ada acara keluarga" pamit Rinjani.
"Iya gue pamit juga Ndre" ucap Fika seraya dengan Kinan.
"Iya.. hati-hati pulangnya nanti kabaar-kabar digrub ya kalau udah nyampe, jangan nyasar pulangnya" jawab Andre.
"Kalau nggak lupa ya ngabarinnya" imbuh Rinjani.
akhirnya mereka pun pulang dengan motor pribadi masing-masing
.
*** Di rumah ***
"waalaikumsalam mbak.. bawa apa aja mbak banyak banget " tanya Dimas.
"Kepo... " usil Rinjani seraya memberikan 1 kantong plastik berisikan kaos yang ia beli tadi. " Tuh buat kamu" imbuhnya
"apa Ini?" tanya Dimas.
"Boom!, liat to isinya... " jawab Rinjani.
membuka kantong plastiknya, "1 aja mbak? " sahutnya.
"yeeee.... boro-boro dibeli-in kalau ga mau sini balikin, biar tak kasihin sama orang yang membutuhkan" jawab Rinjani.
"Lahh... gitu aja marah.. Makasih mbak.. udah jangan marah-marah nanti cepet tuaa" imbuh Dimas.
"Diimaassss" teriak Rinjani.
"Kalian ini udah pada besar masih aja ribut mulu kerjaannya sana bantuin Ibu masak-masak besok ada acara" ucap Bapak secara tiba-tiba menghampiri kedua anaknya ini..
Tidak ada yang menjawab perkataan bapak tadi, Rinjani langsung masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri. Setelah itu menghampiri ibunya yang sedang membuat makanan untuk besok pagi.
"Ibuk... ini untuk ibu sama bapak..." ucap Rinjani seraya meletakan 2 bungkus kantong plastik diatas meja makan
"Apa itu Rin? " tanya Ibu Rima
"Itu kaos buat Bapak sama daster buat ibu" jawab Rinjani
__ADS_1
"Gak usah beli-beli juga gak papa nak, uangnya buat kamu nabung aja" sahut ibunya
"Gak papa buk... mumpung ada rejeki, Ibu bikin resoles ya, sini aku bantu apa buk?" tanya Rinjani
"makasih ya Rin... yang penting jangan boros.. Itu kamu tumis dulu bahan isian resoles nya rin" jawab ibunya
Seketika Dimas datang juga berniat untuk membantu ibunya membuat makanan untuk besok.. jam dinding menunjukkan hampir pukul 11 malam dan membuat resoles pun sudah selesai.
"Ini udah semua bu?" tanya Dimas sambil mengusap air mukanya.
"Udah dim.. kamu tinggal istirahat saja sama kakakmu, ibu juga mau istirahat ini" jawab ibunya.
"Brati semua sudah beres bu? Untuk makanan semua udah semua?" tanya Rinjani.
"Sudah... besok bangun awal ya besok ibu tinggal masak sotonya aja" imbuh ibunya.
"Maaf ya bu Rinjani tadi malah asik main, ga bantuin ibu" sedih Rinjani
"Sudah gak papa sekarang kalian istirahat, ibu juga mau istirahat.. " ucap ibunya seraya masuk ke kamarnya.
Disusul Rinjani dengan Dimas menuju ke kamarnya masing-masing.
*******
Adzan subuh pun berkumandang seperti biasa Rinjani selalu bangun pagi. Setelah selesai ibadah Rinjani menuju dapur untuk membantu ibunya, begitu dengan Dimas adiknya.
"Rin kamu potong-potong ya Kuenya, Dimas bantu suir-suir ayamnya" ucap ibunya yang sedang memasak campuran sotonya.
"Bapak kemana bu? " tanya Rinjani
"Bentar lagi gabung, ibu lagi minta tolong buat beli-in gula sama teh diwarung" jawab ibu
"Emang acaranya jam berapa buk?" tanya Dimas.
"jam setengah 9 pagi" jawab ibunya
mereka semua membuat ibunya menyiapkan hidangan untuk acara nanti, hampir semua selesai.. ibunya Rinjani begitu telaten mengurus semuanya sendiri dibantu oleh suami serta anak-anaknya.
.
.
Semuanya pun sudah beres.. jam menunjukkan pukul 08.00 pagi semua hidangan sudah tertata rapi ditempatnya.
.
.
maaf apabila masih ada salah dalam penulisan, karena author baru pertama kali membuat suatu karya
terimakasih buat teman-teman yang sudah mampir dan terus suport author terus ya.
jangan lupa vote, like dan rate bintang 5 terimakasih
__ADS_1