
Rinjani sedang fokus dengan pekerjaannya, sorot matanya tiba-tiba tertuju pada ponselnya, ia mengambil ponselnya dan mengecek layar notifikasinya.
"Hmm.. kenapa Dia tidak mengirim pesan apa-apa padaku ya... haruskah aku mengawali percakapan untuk tanya nanti sore jadi pergi atau tidak?" Gumam Rinjani, namun niatnya kala itu ia urungkan.
"Tidak Rin.. Kau tidak boleh memulai percakapan apapun dengannya, tidak boleh." bisikan hatinya membuat Rinjani meletakkan ponselnya, menyelesaikan pekerjaannya dan mulai mendownload film-film romance di laptopnya untuk mengalihkan pikirannya terhadap Mario. Tanpa sadar waktu istirahat telah tiba, seperti biasa Kinan mengetok pintu ruangan Rinjani dan mengajaknya ke kantin dengan dua temannya lagi yaitu Andre dan Fika.
Kinan melihat Andre begitu dekat dengan Fika ketika berjalan membuat Kinan diam disepanjang jalan menuju ke Kantin. "ada apa denganku ini, kenapa aku telihat badmood" gumam dalam hatinya. Kinan merasa aneh pada dirinya, mencoba untuk seperti biasa saja.
Sesampainya di Kantin mereka berempat saling memesan makanannya masing-masing. "Ki.. Songong sekali lu.. gue kirimin pesan kagak dibales-bales" ucap Andre yang duduk di depan Kinan.
Kinan sedang menyeruput menikmati jus strawberrynya "Ponselnya ketinggalan di rumah" sahut Rinjani.
"Kok bisa?..." tanya Andre.
"Namanya juga ketinggalan.. Ya berarti lupa" jawab Kinan datar. Rinjani yang melihat reaksi Kinan menyahuti Andre merasa ada yang aneh dengan si Kinan.
"Tumben kalian berdua gak ribut lagi kayak tom and jerry?.." tanya Fika.
"Lu tuh ya.. Suka bener liat temannya pada ribut.. Diem salah ribet salah.. Maunya apa sih?." sahut Andre.
ketawa Fika, sedangkan Rinjani hanya tersenyum melirik ke arah Kinan yang terlihat asik menikmati nasi ayam geprek pesanannya tanpa menyahuti perkataan Fika.
Fika sadar akan Kinan yang sedari tadi diam seketika terdiam dari tertawanya. "Sory Ki.. gue bercanda kok" ucapnya merasa tidak enak dengan Kinan.
Andre mengamati raut wajah Kinan yang sedang menikmati hidangannya.
"Tenang Fik, gue tau... lagi gak mood aja buat ribut" jawab Kinan datar "Udah makan dulu nanti keburu dingin makanannya" imbuhnya.
Andre yang melihat tingkah laku Kinan merasa ada yang aneh dengan Kinan hari ini, "Apa dia lagi PMS ya... Jadi cuek gini, setahu gue juga mau PMS atau tidak, ya sama aja pasti ribut ga pernah absen" gumam Andre dalam hati.
Semua menikmati hidangan masing-masing, makan siang kali ini terasa berbeda dari biasanya. Semua terdiam dengan pikirannya masing-msing hanya dentuman sendok dan garpu serta suara orang-orang sekitar yang sedang makan juga.
Selesai isoma, mereka semua menuju ke tempat kerjanya masing-masing. Kinan sedang mengamati komputernya seketika merasa bersalah telah bersikap ketus tadi terhadap Fika dan Andre.
__ADS_1
"Akh.. kenapa tadi gue seperti itu sama temen-temen gue... " menyandarkan tubuhnya ke kursi kerjanya sambil mengusap raut wajahnya. "Gue nanti harus minta maaf, semoga mereka tidak berpikiran yang tidak-tidak."
Dok-dok-dok, ....
Suara ketukan pintu terdengar dari ruangan Kinan. "Masuk.." ucap Kinan.
Terlihat Fika memasuki ruangan Kinan dengan membawa satu bendel berkas dan berjalan menuju meja Kinan. "Ki ini berkas dari Bu Cintia katanya suruh cek kamu dan memasukkan ke bagian map pemesanan barang material" ucap Fika menyerahkan satu bendel berkas.
"Iya Fik taruh saja disitu" ucap Kinan.
"Ya udah gue balik dulu ya..." hampir Fika membuka pintunya,
"Tunggu Fik" ucap Kinan seketika membuat Fika menghadap ke arah Kinan.
"Gimana Ki?" tanya Fika.
"Gue mau minta maaf soal kelakuan gue tadi waktu di Kantin.. Nggak bermaksud buat jawabin ketus ke lu Fik" ucap Kinan berdiri dari tempat duduknya.
"Gue tadi lagi badmood aja Fik.. Sekarang udah ga.. syukurlah kalau gini kan clear jadi kita ga ngerasa ga enakan kayak tadi" jelas Kinan.
"Iya Ki.. Gue paham... yaudah gue balik ke tempat gue dulu ya..." ucap Fika membuka pintu ruangan Kinan seraya meninggalkan tempat kerja Kinan.
Kinan duduk kembali, "Gue gak boleh ada rasa sama Andre, Ingat Kinan kita berempat itu sahabatan gak lebih dari itu.. Jangan terlalu baper sama Andre" gumam Kinan dalam hati meyakinkan dirinya dengan status mereka berempat ialah sahabatan. Kinan melanjutkan kembali pekerjaannya.
.
Sementara Andre di ruangannya yang sedang menggambar 3 Dimensi desainnya pikirannya terusik dengan tingkah laku Kinan tadi.
"Kenapa dia, gak seperti biasanya kayak gini... Apa ada kata-kataku yang membuat dia tersinggung ya..." gumam Andre dalam hatinya. "Aku harus minta maaf nanti.. Apa dia lagi ada masalah sama orang lain.. Tapi tumben dia gak cerita apa-apa padaku." monolog Andre.
Andre membuka ponselnya mencari nama Kinan dan ingin bertanya pada Kinan, seketika dirinya teringat kalau ponsel Kinan tertinggal di rumahnya lalu mengurungkan niatnya untuk mengirimkan pesan pada Kinan.
"Apa harus aku samperin aja ya biar ga jadi salah paham kayak tadi" gumamnya seraya menutup laptopnya dan berjalan menuju ke Pintu kerja Kinan.
__ADS_1
Dari arah samping tempat kerja Kinan memang bertembok kacabburam jadi bisa sedikit melihat di dalam ada orang atau tidak. Tanda mengetok pintu terlebih dahulu Andre memasuki ruangan kerja Kinan.
Ceklek...
"Andre?..." panggil Kinan sambil mengerutkan keningnya. "Ada apa? kenapa tidak ketuk pintu terlebih dahulu?" tanya Kinan merasa sedikit kesal dengan Andre yang tiba-tiba masuk ruangannya tanpa mengetok pintu terlebih dahulu, Kinan juga dari tadi tersadar tidak melamun untuk memastikan adakah ketukan pintu sebelumnya.
"Maaf Ki... Gue lupa ketuk pintu." ucapnya.
Kinan menghela nafasnya, "Ada apa ndre? ada berkas laij yang ingin kau berikan padaku?" tanya Kinan.
"Tidak..." jawab Andre singkat.
"Terus ada apa? apa ada hal lain?" tanya Kinan.
Membuat Andre rekflek menjawabnya secara cepat "Tidak.." ucap Andre.
Membuat Kinan merasa aneh,
"Oh ya Ndre" ucap Kinan
"Oh ya Ki" ucap Andre bebarengan.
"Lu dulu.." ucap Kinan.
"Hm... Gue mau minta maaf Ki, kalau dari tadi ada perkataan gue yang nyinggung lu, gue ga mau lu nyuekin gue, dan sebagai sahabat gue ga mau ada salah paham antara kita." terang Andre pada Kinan.
Membuat Kinan terngiang dari cara Andre menyebut dirinya sahabat semakin membuat Kinan untuk tidak terlalu terjun bebas ke dalam bapernya.
"Gue juga Ndre, gue minta maaf sama lu, tadi gue ketus." ucap Kinan.
"Oke Ki, berarti kita clear ya... gak ada lagi salah pahaman lagi." ucap Andre. "Kalau gini gue lega Ki.. Lain kali kalau ada masalah cerita ya, jangan di simpen sendiri kalau ga kuat, cerita aja sama gue, gue siap kapan pun lu butuh. " imbuhnya.
Membuat Kinan tersenyum getir, "Thanks Ndre.."
__ADS_1