
Mario membalas dengan senyumnya yang bagi rinjani sangat jarang sekali ia melihatnya. "Rinjani berangkat bu" Imbuh Rinjani ketika sadar dari senyum Mario.
.
.
*Sepanjang didalam mobil baik Rinjani dan Mario mereka hanya diam saja menyelusuri jalan menuju rumah mario.
Rinjani yang duduk dikursi depan samping Mario merasa canggung sekali mencuri pandang ke arah Mario.
Mario yang menyadari hal itu "Ada apa? " tanya nya.
"Em.. nggak ada apa-apa" ucap Rinjani segera memalingkan lirikan matanya.
"Mau mampir kemana?" Tanya Mario seakan tau apa yang saat ini rinjani inginkan.
"Em Iya.. aku mau mampir ke toko roti, bentar lagi deket toko roti, bisa mampir sebentar?" ucap Rinjani ragu sambil menggenggam tangannya sendiri.
"Hm.. Iya" jawab Mario datar.
Mario memakirkan mobilnya, sebelum rinjani keluar dari mobil, rinjani menengok ke arah Mario yang sedang memainkan ponselnya. "Mau ikut ndak mas?" Tanya Rinjani
Seketika mario mematikan layar ponselnya, "Hm.." jawab mario.
Hati rinjani sebenarnya ngedumel saat menerima jawaban dari mario. "Gila nih orang, apa di otaknya cuma ada kata Hm Sama Iya aja kali ya.." gerutu Rinjani kepada dirinya sendiri seraya berjalan masuk mendahului Mario dibelakangnya.
Rinjani mulai memilih roti yang akan dia beli. Mario diam-diam memperhatikan dibelakang, Mario tertegun saat Rinjani memilih brownis coklat kesukaan ibunya. "Ayok mas, aku sudah pilih.. mas mau beli apa ndak?" Tanya Rinjani.
Mario asal ambil saja tangannya mengambil potongan rainbow cake. "Mas Mario suka rainbow cake?" Tanya Rinjani
Mario yang tersadar dengan apa yang diambilnya lalu, "Hm lumayan" jawab mario yang sebenarnya ga begitu suka cake karena terlalu eneg sama krimnya.
Mereka menuju ke kasir, Rinjani hendak mengambil uangnya tersadar kalau dari tadi saat masuk ke toko roti rinjani lupa membawa dompetnya yang ia letakan di mobil, dengan peka mario mengeluarkan selembar uang kertas kepada pelayan toko tersebut.
"Maaf.. nanti aku ganti uangnya" ucap rinjani berjalan disamping mario menuju ke mobilnya
"Ga usah.. " ucap Mario tanpa menengok ke rinjani.
*** Rumah Mario ***
"Assalamualaikum mah.. " ucap Mario memasuki rumahnya diikuti rinjani yang berjalan dibelakangnya
"Waalaikumsalam eh sayang... udah dateng" sahut Mamah Nita menghampiri rinjani dan memeluknya.
Rinjani membalas pelukan mamahnya Mario serta mencium tangannya. "Ini mah ada kue brownis" Rinjani menyerahkan pada mamah Nita seraya memandangi Mario.
__ADS_1
"Kenapa repot-repot si sayang..., beliin mamah kue" ucap mamahnya
Rinjani menelan salivanya memandangi Mario. "Eh enggak mah... nggak ngrepotin mah" ucap Rinjani.
"Ekhm.." suara Mario memecahkan suasana karena saat Itu Mario sedang teracuhkan oleh kedua wanita yang berada disampingnya.
Mario berjalan meninggalkan Mamahnya serta tunanganya menuju ke dapur mengambil minuman.
Sambil meletakan minuman di meja "Kenapa mamah malah mengacuhkan aku sih, pake cara apa kamu bisa bikin mamah nempel terus sama kamu" batin Mario saat melihat kedekatan mamahnya itu
"Ayok sayang kita potong kue nya" Ajak Mamah Nita
"Iya mah.. " sahut Rinjani.
"Eh Mario.. kamu disini... udah kamu duduk disini, mamah mau motong kue yang rinjani bawa" ucap mamah Nita membuat Mario menatap Rinjani
Rinjani yang dilihatin oleh si Mario jadi salah tingkah. Mario menatap dengan tatapan yang sulit diartikan. "Ini rainbow cake siapa Rin?" Tanya mamah Nita sambil menaruh cakenya itu.
"Punyaku mah.. "Sahut Mario sambil memainkan hand-phonenya
Mamah Nita mengernyitkan dahinya "Sejak kapan kamu suka rainbow cake?" Tanya mamah Nita karena setahu dirinya mario kurang suka dengan cake yang banyak krimnya.
"Sejak hari ini" jawab mario dengan entengnya
"Kamu ini ada-ada saja" pekik Mamah Nita, Rinjani hanya diam menatap mario yang sedang memakan rainbow cake nya
"Kamu bilang apa?" Tanya Mario pada Rinjani
dengan hati-hati rinjani menimpali "Ehm Enggak.. Enggak bilang apa-apa" ucap Rinjani terbata-bata
"Ini sayang dimakan bareng yuk" ajak Mamah Nita kepada Mario dan Rinjani calon menantunya itu. "Enak loh ini.." imbuhnya seraya mencomot cakenya duluan, membuat rinjani tersenyum melihat kelakuan calon ibu mertuanya itu.
Mario dan Rinjani mengambil potongan kue bersamaan.
"Kamu duluan mas" ucap Rinjani
Mario hanya diam lalu mengambil potongan kue dan beranjak pergi dari dapur.
"Mau kemana Rio?" Tanya Mamah Nita
"Kamar bentar mah ngrebahin badan" jawab Mario meninggalkan dapur.
"Mario emang gitu Rin sifatnya... kamu sabar ya" Ucap Mamah Nita setelah Mario pergi
"Gitu gimana mah?" Tanya Rinjani
__ADS_1
"Iya gini.. Mario sifatnya dingin semenjak putus dari mantan kekasihnya dulu" ucap mamah Nita membuat jantungnya rinjani berdegup "Deg..." membuat rinjani teringat akan kelakuan Mario saat dulu kuliah, ya memang yang dikatakan oleh mamah Nita ada benarnya, dulu Mario suka sekali ketawa lepas dengan teman-teman seperkuliahannya
"Rio itu dulu sifatnya hangat... mamah kasih tau kamu,.. mamah yakin kamu bisa ngembaliin senyum Mario yang hilang" ucap Mamah Nita memegang pundak rinjani dengan tersenyum.
"Iya mah semoga Rinjani bisa.." ucap rinjani tersenyum.
Mamah Nita tidak terlalu cerita banyak mengenai masa lalu percintaan anaknya Itu, karena mamahnya pun tidak terlalu banyak mengerti hal itu. "Nanti suatu saat mario akan cerita sama kamu.. kamu sabar ya sama sifat anak mamah" ucap Mamah Nita
Disudut tembok dekat tangga Mario pun sebenarnya belum naik ke kamarnya dirinya sengaja menguping apa yang diceritakan mamahnya pada calon istrinya itu.
Hal ini membuat hati Mario sesak, membuat mood Mario jadi tak karuan saat membahas masa lalunya itu, dirinya masih merasa belum bisa menerima kenyataan dan membuat hatinya seakan mati, sudah tidak bisa lagi merasakan cinta. terburu-buru dirinya memasuki kamarnya.
Merebahkan kakinya diatas ranjang serta memejamkan matanya.
adzan magrib pun berkumandang Mario yang baru terbangun dari tidurnya langsung menuju ke kamarnya mandi dan langsung melaksanaakan ibadah.
Sedangkan Rinjani dari tadi bantuin Mamah Nita masak untuk makan malam semenjak mario naik ke kamarnya, serta banyak sekali cerita panjang lebar ngomongin si Mario dan cerita-cerita keseharian orang-orang rumah.
"Ternyata kamu jago masak juga ya Rin.. persis ibumu" ucap Mamah Nita memuji Rinjani setelah selesai menata meja makan dibantu oleh bi mirna tak lain ialah asisten rumah rangga rumah ini
"ah mamah Nita juga jago.. Rinjani masih belajar mah.." ucap rinjani
Semua orang sudah turun menuju ruang makan.
"Wah masak banyak banget mah.." ucap Iren tak lain ialah adik Mario
"Iya iren.. Ini semua mamah sama rinjani yanh masak dibantu bi mirna" ucap mamah Nita senang
"Wah kakak Rinjani.. Nanti Iren minta ajarin masak ya kak... "ucap Iren enih harap karena dirinya merasa tidak bisa memasak
"Boleh.." ucap Rinjani
Makan malam pun sangat nikmat, jam sudah menandakan pukul 7 malam, Rinjani ingin berpamitan pulang sama mamah Nita dan Pak Daren bapak Mario.
"Rinjani ini bawa ya ada kue kering, semoga kamu suka ya" ucap Mamah Nita memberikan bingkisan dua toples snack kering didalam paperbag
"Gak usah repot-repot mah... Rinjani udah seneng diajak mampir ke rumah mamah" ucap Rinjani sungkan.
"Udah gak papa.. titip salam buat Ibumu ya sayang" ucap mamah Nita "Hati-hati dijalan Rio jangan ngebut udah malem" imbuhnya kepada Mario
"Baik mah, Rinjani pamit ya mah, pah" mencium tangan Mamah Nita dan Pak Daren lalu bergegas memasuki mobil mario.
.
.
__ADS_1
Alhamdulillah author berusaha untuk bisa update lagi, tetap Ikuti novel karya author. Jangan lupa like, komen dan vote agar author lebih semangat lagi dalam menulisnya....