Cinta Seorang Mantan TKW

Cinta Seorang Mantan TKW
Pandangan Itu ?


__ADS_3

"Baiklah, mau tidak mau aku harus menjalankanya toh ini semua demi anaku Nilam". Didalam lif aku mencoba menguatkan diriku sendiri, rasanya saat itu aku nggak percaya kalau aku akan bertemu kembali dengan Firman setelah hampir 10 tahun lamanya aku tidak bertemu denganya.


"Apa dia akan mengenaliku?" gerutuku.


Sebenarnya dari sejak aku melihatnya ada rasa bangga karena dia sudah menjadi orang yang sukses, namun ada juga rasa minder, malu karena keadaanku sekarang aku hanya seorang OB dan seorang mantan TKW.


"Tinngg..." pintu lif terbuka


Entah kenapa rasanya berat kulangkahkan kaki ini menuju ruanganya


"Ingin rasanya aku menghilang sekarang juga". gumamku


"Apa kamu OB baru?" tanya seseorang dari belakang punggungku


"Ya ampun.. I..iya Pak". jawabku dengan rasa kaget aku nggak sadar kalau dari tadi ada orang dibelakangku.


"Apa kamu takut?". tanya orang itu


"Sedikit Pak, hemm". jawabku dengan sedikit tersenyum


"Apa kamu sudah tau peraturan diruangan ini?".


"Hmm Iya Pak". jawabku sedikit ragu


"Panggil aku Rico, asistennya pak Firman". orang itu tersenyum sambil menyodorkan tanganya.

__ADS_1


"Baik pak Rico, saya Vida".


Kami bersalaman dan tersenyum. Rico adalah asistennya Firman bisa di bilang ia adalah orang kepercayaannya Firman. Perawakanya tinggi, putih matanya agak sedikit sipit dan rambutnya yang selalu rapih, ia juga orang yang sangat hangat baik kepada siapa saja tak jarang banyak wanita yang suka salah paham sama kebaikan Rico.


"Kamu OB baru yang menggantikan mbak Ningsih ya?" tanya Susi yang mengagetkanku karena dari tadi pandanganku tak lepas dari punggung Rico yang sedang berjalan menuju ruangannya.


"Ah.. iya mbak Susi". jawabku sambil sedikit menganggukan kepala.


"kalau begitu ayo cepat bersihkan ruangannya karena sebentar lagi pak Firman datang!!".


"Ahh iya mbak". dengan berlalu pergi.


Seperti biasa aku membersihkan ruanganya menyapu debu debu dengan kemoceng, mengelap meja menyapu lantai


"Ah sebentar lagi pekerjaanku beres". Gumamku dengan secepat mungkin menyelesaikannya.


Degg...


Jantungku yang tiba tiba saja berdetak sangat kencang setelah apa yang kulihat di depan mataku. Dia yang saat itu memakai jas warna hitam dengan dasinya berwarna abu abu ditambah rambutnya yang tertata rapi membuat mata dan hatiku pangling, setelah beberapa hari aku hanya melihatnya dari kejauhan dan sekarang aku bisa melihatnya dengan jelas. Ada perbedaan antara Firman yang dulu dan Firman yang sekarang, dia yang sekarang jadi lebih modis sepertinya ia merawat dirinya dengan baik dan yaa dia juga kelihatan lebih tampan.


Namun saat itu dia tidak melihatku yang berada tidak jauh dari hadapanya, karena dari semenjak dia masuk dia hanya melihat tablet yang dipegangnya, lalu dia duduk di kursi besarnya sambil membuka buka map yang ada dihadapannya.


Di dalam ruangan tidak ada suara sedikitpun yang ada hanya keheningan dan aku pun tidak memberi salam atau sekedar rasa hormatku kepada sang direktur karena saat itu aku benar benar gugup entah apa yang harus aku lakukan, yang aku tau aku harus cepat cepat menyelesaikan pekerjaanku dan segera keluar dari ruangan.


"Apa kau OB yang di tunjuk mbak Ningsih?". Firman membuka suara tanpa melihat ke arahku.

__ADS_1


"I...iya Pak". jawabku dengan rasa gugup


"Oke, karena mbak Ningsih yang memilihmu aku yakin kamu sudah mengerti tentang peraturan diruanganku ini". Dia berbicara namun tidak melihatku lagi.


"Iya Pak.." jawabku singkat


"Baiklah, buatkan aku kopi". titahnya tatapanya masih kebawah sibuk dengan kertas dan pena.


Aku langsung pergi kedapur untuk membuatkan dia kopi lalu segera balik lagi keruangan, setelah menyimpan kopi diatas meja lalu berbalik membelakanginya karena aku ingin cepat pergi dari hadapan Firman namun tiba tiba


"Siapa namamu..?" tanya Firman yang saat itu juga tidak melihatku


Deegg..degg...!!!


Aku berputar balik menghadap kearah Firman, untuk beberapa saat aku hanya terdiam sambil menatapnya, aku pasrah apapun yang terjadi nanti toh disini aku hanya ingin bekerja demi Nilam aku harus propesional, dengan sedikit menghela nafas lalu


"Nama saya Vida Pak, VIDA DAMAYANTI". Jawabku dengan tegas.


Seketika saja Firman langsung berhenti dengan aktivitasnya diatas meja, dia langsung menegakan kepalanya dan melihatku, entah apa yang terjadi denganya tapi saat itu aku bisa melihat dia sepertinya kaget dengan matanya yang membulat tanpa berkedip dia terus melihatku.


Untuk sesaat kami hanya saling pandang memandang, kami sibuk dengan pikiran kami masing masing terlihat mata Firman sedikit berkaca kaca, entah apa yang dipikirkannya. Tak lama kemudian aku tersadar


"Ahh... maaf Pak, kalau tidak ada keperluan lagi saya permisi". Dengan sedikit nenganggukan kepala lalu aku berbalik menuju pintu hendak keluar namun


"BBrruukkk...!!!" dia memeluku dari belakang

__ADS_1


"Yoonnkk...!"


__ADS_2