
Berperan sebagai single parents tidaklah mudah aku harus berperan ganda dalam mengurus anaku Nilam sebagai papah dan ibunya sekaligus. Kesulitan memang, apalagi semenjak ditinggal papahnya ia jadi semakin rewel dan sering menangis kadang2 aku sering kewalahan mengatasinya, beruntung ibu dan adik-adiku selalu datang untuk membantu walau hanya sekedar mengajaknya bermain.
3 bulan berlalu semenjak kepergian suamiku, aku berencana untuk mencari pekerjaan karena aku malu kalau hanya terus menopang hidup sama keluargaku meskipun mereka tidak pernah mengeluh tapi setidaknya aku harus mencukupi kebutuhan anaku sendiri. Terpikirkan olehku untuk jadi TKW lagi tapi aku tak sanggup bila harus jauh jauhan dengan anaku apalagi bila harus menunggu 2 atau 3 tahun untuk bertemu. " tok...tok...tok...! Asalamu'alaikum...!" terdengar suara orang dan ketukan pintu. " Wa'alaikumsalam..." sahutku sambil beranjak membuka pintu. " Nia...!!! " sedikit kaget, Nia adalah sahabat sekaligus teman masa kecilku. Lama tidak bertemu karena waktu aku ikut Om dan Tanteku Nia ternyata pindah ke salah satu kota besar di daerah J.
"Gimana kabarmu ? maaf ya aku baru bisa mengunjungimu karena pekerjaan disana aku jadi sangat sibuk." Sambil minum teh dan sedikit cemilan aku dan Nia bercerita kesana kemari sambil mengenang masa2 di jaman dulu saat kita bermain aku cukup terhibur dengan kedatanya. " dimana anakmu ?" pertanyaan Nia mungkin karena dari tadi dia tidak melihat Nilam. " ohh... dirumah neneknya tadi dia diajak bermain sama adik-adikku ". jawabku.
__ADS_1
" Apa rencana kamu sekarang Da ? apa kamu akan terus seperti ini murung dan hanya diam dirumah !" pertanyaan Nia yang sedikit menyinggung. " tentu tidak ! aku harus tetap tegar dalam menghadapi ini semua demi anaku Nilam". Nia kelihatan sedikit lega setelah mendengar jawabanku. " aku sedang mencari pekerjaan, apa ditempat kerjamu ada lowongan ? heee.." aku balik bertanya dengan sedikit bercanda.
"kebetulan kalau gitu di kantorku sedang ada lowongan tapi hanya sebagai OB, apa kamu tidak apa-apa ?" Nia menjawab dengan agak hati-hati mungkin karena takut aku tersinggung. " tentu tidak Nia, aku justru berterima kasih apapun itu pekerjaanya asalkan halal buat anaku aku terima ". jawabku dengan perasaan yang sangat bahagia.
Setelah beberapa hari mengurus surat lamaran akhirnya minggu sore aku dan Nia berangat kebetulan waktu liburan Niapun sudah habis. Alasanku menerima pekerjaan ini adalah jarak antara aku dan Nilam tidak terlalu jauh hanya 3 atau 4 jam saja. Aku bisa pulang kapanpun jika aku sangat merindukan Nilam serta pekerjaan ini sesuai kemampuanku yang hanya lulusan SMA dan berpengalaman sebagai seorang TKW tentu pekerjaanya pun sama dengan OB yang intinya tukang bersih bersih.
__ADS_1
Tidak lama setelah wawancara akhirnya aku di terima bekerja entah perasaan apa yang kurasakan saat itu tapi yang jelas aku sangat senang sambil terbayang bayang wajah anaku Nilam.
" Alhamdulilah ini memang rezeki anaku yang Allah kasih ". Tanpa henti aku terus mengucap syukur atas apa yang aku dapat.
Bpk. Hendri yaitu manager HRD menyodorkan sebuah map yang harus aku baca dan tanda tangani, setelah aku baca itu adalah map yang berisikan surat training selama tiga bulan. Namun mataku saat itu malah tertuju pada nama perusahaan yang bertulisan PT PUTRA ARDIANSYAH ASIAN deg...deg...deg!!!
__ADS_1
Selamat membaca😊
tinggalin jejaknya ya kritik dan saranya supaya kedepanya bisa lebih baik😊🙏