
Hari sudah semakin siang namun aku dan Firman masih berada di ruanganya kami berdua sama-sama sedang meluapkan semua isi hati yang selama ini di pendam.
"Lalu apa yang harus aku lakukan?, bukankah aku sudah meminta maaf?". Ungkap Firman.
"Bapak tidak perlu berbuat apa-apa, karena saya sudah memaafkan bapak". Kataku
"Tapi saya mohon pak, biarkan saya bekerja dengan tenang jangan pernah ganggu saya lagi apalagi di hadapan semua orang, karena saya sudah berkeluarga dan punya anak saya hanya ingin bekerja dengan tenang demi mereka". Kataku lagi agar Firman mengerti dengan keadaanku sekarang.
"Iya aku tau kamu sudah berkeluarga, tapi aku juga tau kalau SUAMIMU SUDAH MENINGGAL!!!, bahkan aku juga tau kalau dulu kamu pernah bekerja di luar negeri sebagai seorang TKW". Kata Firman yang saat itu sudah mulai emosi.
"FIRMAN CUKUP...!!!". Teriaku dan akhirnya aku berani menyebut namanya lagi.
"Apa kamu menyelidikiku?". Tanyaku yang sudah mulai marah terlebih lagi saat dia mengatakan semua tentang kehidupanku.
"Iya, aku menyelidikimu dari sejak kita bertemu kembali. Jadi jangan kamu berbohong hanya untuk menghindariku karena aku sudah mengetahui semuanya". Ungkap Firman
Aku hanya terdiam saat mendengar semua perkataan Firman, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi karena semua yang di katan Firman adalah kebenaran tentang kehidupanku.
Aku malu padanya, kenapa dia harus mengetahui semua yang aku lalui selama ini.
__ADS_1
"Maaf pak, saya minta maaf atas sikap saya barusan. Saya permisi!!". Kataku dengan beberapa kali mengusap air mata di pipiku.
Namun di saat aku ingin melangkah pergi Firman menghentikanya dengan menarik tanganku.
"Kamu mau kemana?". Tanya Firman
"Saya ingin pergi pak, pergi jauh karena saya malu sama bapak, dan saya juga malu pada diri sendiri pak, saya tidak bisa kalau terus berada si sini". Lirih ku
"Tidak, kamu tidak boleh pergi lagi dariku, dulu aku membiarkanmu pergi tapi tidak untuk kali ini, jadi tolong jangan tinggalkan aku lagi". Firman semakin erat memegang tanganku, aku tau kalau dia sekarang menyesal.
Aku tidak bisa mengatakan apa-apa lagi saat itu, aku hanya bisa menangis.
"Hikss...hikss..hikss..!".
jangan tinggalkan aku..!!". Firman terus saja mengulang kalimat itu, genggaman tanganya di pergelangan tanganku begitu erat seolah-olah dia takut aku meninggalkanya.
Lama kelamaan ada yang aneh dengan genggaman Firman, tanganya mulai bergetar tapi bibirnya terus mengatakan kata yang sama yaitu "jangan tinggalkan aku", karena penasaran aku menoleh melihatnya.
Aku terkejut setelah melihat tubuh Firman yang bergetar, wajahnya memerah penuh dengan air mata seakan-akan dia sedang mengalami kesedihan yang amat dalam.
__ADS_1
"Brruuukkk...!". Tubuh Firman jatuh ke lantai dia pingsan, tangan Firman yang tidak mau lepas dari tanganku membuat tubuhku juga ikut jatuh kelantai, lalu aku bangun mencoba menyadarkan Firman.
"Pak, bapak kenapa?"
"Pak..!!"
"Pak..!!". Aku mencoba untuk menyadarkanya dengan menggoyang-goyangkan tubuh Firman.
Aku tidak tau apa yang terjadi dengan Firman, lagi dan lagi Firman menunjukan sesuatu yang aku tidak tau. Yaa.., di saat dia sudah mengetahui tetang kehidupanku, aku malah tidak tau apa-apa tentang kehidupanya sekarang.
"Ada dengan Firman sebenarnya?"
AS...
SPESIAL UNTUK HARI INI AKU UP DUA EPS YAA..😊
TERIMA KASIH SUDAH BACA, KARENA INI KARYA KU YANG PERTAMA DI MOHON PENGERTIANYA.
LIKE DAN KOMENTARNYA JIKA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN ATAU ALUR CERITA BIAR OUTHOR PERBAIKI.
__ADS_1
DI TUNGGU EPS SELANJUTNYA YA..😊
WS..