
Pagi itu aku berangkat agak kesiangan karna semalaman tidak bisa tidur, Aku dapat kabar dari Ibuku yang tadi malam menelpon kalau Nilam sedang sakit.
Flass back...
Jam menunjukan pukul 6 sore aku tiba dikontrakan hari ini entah kenapa perasaanku sangat tidak enak ditambah pikiranku yang sedang tidak karuan. Kulihat Nia sudah pulang dia sedang asyik dengan hpnya aku langsung pergi membersihkan diri dan karena waktu sholat maghrib sudah tiba aku juga langsung melaksanakanya. Setelah selesai aku keluar kamar kulihat Nia masih asyik dengan hpnya.
"Nia kamu nggak sholat?" kataku
"nggak aku lagi dapet!" jawab Nia
"Makan malam apa yaa kita hari ini?" tanya Nia kembali
"entahlah, terserah kamu aja entah kenapa perasaanku hari ini nggak enak". ujarku sambil merebahkan badanku diatas kursi panjang yang terbuat dari kayu.
"Dertttt...derttt....!!!" bunyi suara panggilan dari hpku.
"Halo, asalamua'laikum...!" suara dari sebrang sana yaitu Ibuku.
"wa'alaikumsalam Bu, apa kabar?" jawabku.
"kabar Ibu baik, tapi anakmu Nilam dia sedang sakit!". ujar Ibu
"Apa..? sakit apa Bu?!" tanyaku dengan rasa khawatir
__ADS_1
"Cuma demam biasa, sekarang udah agak mendingan karena tadi sudah dibawa ke Puskesmas". tutur Ibu. "Alhamdulilah kalau gitu Bu". Sedikit ada rasa lega setelah aku mendengarnya.
"Dia kangen sama kamu Nak, dia nanyain terus kapan kamu pulang?" kata Ibu
"Iya Bu, Vida disini juga kangen sama Nilam Insya Allah setelah gajihan bulan ini Vida pulang Bu". Memang itu adalah rencanaku dari awal.
"Ya sudah kalau gitu, Ibu tutup dulu ya teleponya kamu hati-hati disana". lalu Ibuku menutup teleponya.
Flass back off...
Sejak menerima telepon dari Ibu aku tidak bisa memejamkan mataku hingga akhirnya aku bangun kesiangan.
Dengan langkah terburu buru aku langsung masuk kekantor namun tiba tiba
" Aduuh...! maaf Pak saya nggak sengaja..!" kataku sambil menundukan kepala.
"Iya nggak apa-apa kok" jawabnya yang kulihat dia memang baik baik saja.
Tanpa basa basi lagi aku langsung pergi menuju kebelakang karena aku takut dimarahi Mbak Ningsih.
Namun saat tiba dibelakang kulihat semua OB sedang berkumpul berbaris tanpa pikir panjang aku langsung masuk dalam barisan tersebut. Di depan sana kulihat sudah ada Pak. Hendri kepala HRD beserta sekertarisnya namun aku tidak melihat Mbak Ningsih
"kemana Mbak Ningsih? biasanya dia ada bersama barisan Pak. Hendri". gumamku pelan.
__ADS_1
" Oke baiklah, kita mulai saja". Pak. Hendri mulai berbicara.
"Hari ini karena Mbak Ningsih sedang cuti beberapa hari jadi saya langsung yang akan membagi tugas kalian". ujar Pak. Hendri.
Setelah Pak. Hendri membagikan tugas kepada OB-OB yang lain selesai, aku sedikit bingung karena namaku tidak ada dalam pembagian tugas.
"Dan buat kamu Vida, kamu ikut saya keruangan!!" titah Pak. Hendri sambil menunjuk ke arahku.
Tiba diruangan Pak. Hendri aku penasaran sedikit khawatir dan bertanya tanya "kenapa aku dibawa kemari? Apa aku buat kesalahan?" pikiranku yang sejak tadi sudah berpikir macam macam.
"Oke Vida kamu tau kalau Mbak. Ningsih sedang cuti, jadi saya menunjuk kamu untuk menjadi pengganti posisi Mbak Ningsih saat ini". kata Pak Hendri
"Apa Pak ? sayaa ?!" jawabku dengan rasa kaget
"Kenapa saya Pak ? saya kan masih terbilang OB baru saya harus masih banyak belajar lagi kalau harus menggantikan Mbak Ningsih". ucapku kembali dengan sedikit merendah.
"Iya saya tau, tapi ini juga keinginan dari Mbak. Ningsih karena menurutnya kamu OB yang paling rajin dan baik dalam menjalankan pekerjaan". ujar Pak. Hendri kembali dan aku hanya terdiam mendengarnya.
"Sudah tidak ada tapi-tapian dan tidak ada penolakan karena ini sudah diputuskan. Sekarang tugas kamu hanya membersihkan ruangan direktur dan melayaninya, kamu mengerti!!?" tutur Pak. Hendri tegas.
"APAAA...!!??" Dengan mata yang membulat lebar dan jantungku yang tiba tiba berdetak sangat kencang setelah mendengar perintah Pak. Hendri. Selama ini memang Mbak Ningsihlah yang bertugas diruangan direktur karena dia sudah lama bekerja disana jadi sudah hafal tentang apa yang disukai dan yang tidak disukai oleh sang direktur, dan sekarang mau tidak mau aku harus menjalankan tugas yang sudah diberikan.
"Yaa ampun kenapa aku yang ditunjuk, padahal banyak OB yang lain". gerutuku sambil mengacak ngacak rambutku sendiri.
__ADS_1
Disaat aku mau menghindarinya, tapi kenapa keadaan yang buat aku harus mendekatinya.