Cinta Seorang Mantan TKW

Cinta Seorang Mantan TKW
Hilangnya sebuah rasa


__ADS_3

Aku berjalan dengan cepat meninggalkan mereka dan membiarkan hadiah yg kubawa jatuh dan pecah, sama seperti hatiku yg saat ini hancur. " Vidaaa..tunggu...!!" Firman berusaha mengejarku namun aku tidak peduli dan terus berjalan hingga akhirnya dia menangkap tangan ku. "tunggu aku..!!" pintanya. " kenapa km lakukan ini padaku Yonk...? apa salahku..?". aku berdiri di depanya tanganku di pegang erat oleh tanganya. kami hanya saling menatap dan aku tak bisa menahan air mataku yg terus mengalir di pipiku. " ma..maafkan aku.." ucapnya. Aku hanya terdiam mendengar ucapanya.


" kenapa dia minta *maaf... apakah secara tidak langsung dia mengakui perbuatanya.." batinku berkata***.


"apa kamu mengakuinya...?" tanyaku sambil menatapnya lirih. dan dia hanya terdiam tidak menjawab. " aku bosan.." Firman mengatakannya menunduk tidak melihatku.


degg... jantungku berdekup kencang seakan akan berhenti hatiku yg hancur kini semakin hancur. Dari arah jauh di belakang Firman kulihat sosok siswi yg kulihat bersamanya. "Astrid.." batinku berkata. Dia adalah anak kelas 2 juga. Dia memang sangat cantik dan modis sedangkan aku hanya gadis rantau yg sangat seserhana, terlihat sekilas tatapan dan senyuman sinisnya padaku.

__ADS_1


Ku kibaskan tangan Firman yang mengepal di tanganku hingga terlepas, di saat itu pula ku berlari pergi meninggalkannya.


Setibanya di kelas kedua sahabatku Dewija dan Rara yang melihatku dengan keadaan menangis langsung menghampiriku dan memeluku, mereka kebingungan dengan keadaanku. " kau kenapa..??" tanya Rara penasaran. Aku sendiri tidak menjawabnya aku hanya semakin menangis sejadi jadinya di pelukan Rara.


Bell sekolah berbunyi 3x yang berarti bahwa waktu belajar telah habis. Semua siswa dan siswi berhamburan keluar menuju rumahnya masing2.


" ckleekk..." suara pintu kamarku terbuka. Terlihat tanteku masuk dengan senyumannya. " Apa kamu baik2 saja...? soalnya dari tante liat kamu murung..? apa ada masalah..? tanya tanteku dengan nada khawatir. "ehhee..gk ada apa2 kok tan. Aku baik2 saja". aku berusaha utk kelihatan baik dengan sedikit senyuman. " hmmm syukurlah klo gitu soalnya tante sangat khawatir. Apalagi sebentar lagi kamu mau ujian akhir kelulusan mu. Apa kamu takut karena itu...?" ujar tanteku. Mataku sedikit membulat mendengar ujian akhir. "kenapa aku bisa melupakan hal itu.." batinku berkata.

__ADS_1


Setelah tante ku pergi dari kamarku. Aku baru sadar kalo aku sangatlah egois mementingkan perasaanku sendiri. Aku tidak mementingkan perasaan orang2 yang sudah menyayangiku, menyekolahkanku dan mengurusku. Bagaimana jika aku mengecewakan mereka..?


Demi orang2 yang aku sayangi aku harus melupakan semua kesedihanku. Aku harus bisa menghilangkan rasa ini, rasa yang pertama kurasakan indah namun akhirnya begitu sakit. Meskipun tidak mudah buatku untuk bisa melupakan semua itu, tapi aku harus bisa.


Aku harus fokus belajar karna tinggal satu bulan lagi menuju ujian akhir. Aku harus bisa membanggakan mereka yg menyayangiku. Aku harus bisa lulus dengan hasil yang bagus, meskipun selama ini aku tidak pernah mendapatkan juara 1,2 dan 3 tapi setidaknya aku masuk rangking 5 besar.


Dan setelah ujian dan hari kelulusanku aku akan pergi meninggalkan semuanya. Meninggalkan rasa ini.

__ADS_1


__ADS_2