Cinta Seorang Mantan TKW

Cinta Seorang Mantan TKW
Luka Ini


__ADS_3

Jam sudah menunjukan pukul 12.00, semua karyawan sudah mulai berhamburan keluar dari ruangan untuk beristirahat dan mengisi perut mereka yang sudah kosong.


Aku memilih duduk di sebuah taman yang terletak di belakang kantor, bayangan Firman yang memeluku dan memanggil "yonk" entah kenapa malah terasa sakit dihati. Mungkin karena luka yang ia goreskan beberapa tahun lalu masih berbekas, tapi aku sedikit bahagia karena dia masih mengingatku walau sudah 10 tahun lamanya tidak bertemu.


Flass back on Firman...


"Tiiinngg...!" pintu lift terbuka


Firman keluar dari lift ia melangkah menuju ruanganya, namun saat sudah didepan pintu ruangan tiba-tiba


"Deerrtt..dertt..deerrt..!!" ponselnya berbunyi


"Halo, iya selamat pagi"


"Ohh, sudah dikirim ya?"


"Baik, saya akan menanyakannya pada asisten saya"


"Ohh, oke.."


"Baiikk..!". Firman menutup teleponya.


Setelah itu Firman berbalik sekarang ia menuju ruangan asistenya, tiba di ruangan Rico


"Co, aku baru dapat kabar kalau dia sudah mengirim email daftar nama perusahaan yang mau bekerja sama dengan kita, coba kamu chek!". Perintahnya pada Rico, sebenarnya Rico juga adalah sahabatnya Firman karena itulah dia bersikap dan berbicara santai pada Rico.


"Oh ya, apa kamu sudah tau kalau untuk beberapa hari ini mbak Ningsih nggak masuk?". Tanya Rico


"Iya, aku sudah tau dari pak Hendri tadi". Jawab Firman


"Ohh..Oke..!". Ucap Rico sambil beberapa kali menganggukan kepala.


Setelah semua urusan dengan Rico sudah selesai Firman kembali ke ruangannya, saat dia membuka pintu terlihat seseorang yang membelakanginya sedang sibuk membersihkan ruanganya. Firman tidak memperdulikan orang itu, ia kembali nunduk melihat tabletnya lalu duduk.


Karena sedikit penasaran tentang orang yang dihadapanya, Firman mulai menanyainya beberapa pertanyaan, setelah orang itu membuatkan kopi Firman bertanya


"Siapa namamu..?". Tanya Firman

__ADS_1


Untuk beberapa saat Firman sedikit keheranan kenapa orang itu tidak menjawab, lalu Firman hendak menegakan kepala tiba-tiba ia mendengar


"Nama saya Vida pak, VIDA DAMAYANTI"


Sontak saja Firman langsung menegakan kepalanya ia melihat seseorang dihadapannya adalah orang yang ingin dia lihat selama ini.


Sebuah nama yang tidak bisa Firman lupakan walau ia berusaha melupakanya.


Firman mulai berdiri seluruh tubuhnya bergetar dan jantungnya yang tiba-tiba meloncat-loncat, entah perasaan apa yang saat itu dia rasakan. Kesedihan mulai terlihat dimatanya namun juga ada rasa bahagia karena ia bertemu kembali sama orang yang selama ini dia rindukan.


Tapi entah mengapa saat melihat Vida, dia kelihatan tak peduli bahkan berpura pura tidak mengenalnya, apa lagi saat Vida memanggil Firman dengan kata "Pak" terasa aneh di dengarnya. Firman yang saat itu melihat Vida akan keluar dari ruanganya, dia bergegas berjalan cepat ke arah Vida lalu memeluknya.


Tak lama Vida melepaskan pelukan Firman,


"Maaf Pak, saya masih harus bekerja permisi". Vida melepaskan tangan Firman dari tubuhnya.


Untuk sesaat Firman hanya terdiam dan memandangi punggung Vida yang keluar dari ruangan.


"Mungkinkah luka itu belum sembuh?". Lirih Firman.


Flass back of...


Sedikit tersenyum dan melambaikan tanganku padanya yaa dia Nia sahabat baiku.


"kamu nggak makan?". Tanya Nia


"nggak ah, aku nggak lapar". Jawabku sambil menggelengkan kepala.


Dia menatap wajahku yang mungkin saat itu kelihatan sedikit murung


"Ada apa?, apa kau sakit?". Tanya Nia penasaran dan khawatir.


"Nggak ada apa-apa, aku baik-baik saja heee...!". Sedikit tertawa agar dia tidak khawatir lagi.


"Gimana hari pertamamu di ruangan pak Firman?, apa dia galak?". Tanya Nia lagi


"Apa dia galak ya?". Aku malah bertanya balik.

__ADS_1


"Yaaaa..., pak direktur kita itu terkenal galak di kantor, tapi kalau kita buat kesalahan atau apa yang kita buat tidak sesuai sama apa yang perintahkanya, dia pasti marah besar kayak anjing yang menggonggong kalau sedang lapar". Ocehan Nia dengan nada bercandanya.


Aku hanya terdiam mendengar ocehan Nia tersebut.


"Oh ya.., pak Firman juga masih jomblo dia belum menikah padahal umurnya mungkin nggak beda jauh dari kita." Tutur Nia lagi.


"APAA...! masih jomblo??." Ucapku kaget.


"Iya.., kenapa kamu mau daftar? hahaha..." Nia tertawa lepas.


"Ya udah kita masuk yuk!, sebentar lagi jam istirahat sudah mau habis". Ajak Nia, dan kami pun berjalan bersama sama menuju kantor.


Aku kembali ke lantai atas untuk melanjutkan pekerjaanku, namun setelah keluar dari lift aku mendengar suara seseorang yang sedang marah-marah karena penasaran aku menghampiri meja mbak Susi untuk menanyakan apa yang terjadi.


"Mbak ada apa?, siapa yang marah-marah?." tanyaku pada mbak Susi


"Ehhh sudah kamu nggak perlu tau, sebaiknya kamu kerjakan tugasmu, pak Firman sedang mengamuk jangan sampai nanti kamu yang diamuk". Usir mbak Susi


Sekilas aku melihat, memang Firmanlah yang sedang marah-marah dia membentak dan memaki seseorang yang ada dihadapanya dengan menghamburkan kertas ke arah wajah orang tersebut.


Dari cerita Nia yang ku dengar tadi, dan dengan apa yang kulihat saat itu entah kenapa kalau hatiku mengatakan kalau itu bukanlah Firman, karena Firman yang dulu aku kenal orangnya sangat baik, hangat dan penyabar.


"Ada apa dengan Firman sebenarnya?, ahh mungkin memang lagi ada masalah sama kerjaanya". Gerutu batinku


Tidak terasa hari sudah semakin sore kulihat jam di tanganku sudah menunjukan pukul setengah 5, aku bergegas membereskan pekerjaanku, ku ambil gelas-gelas dan cangkir-cangkir bekas kopi atau teh untuk segera dibereskan.


"Tok..tok..tok..!!". Dengan sedikit ragu aku mengetuk pintu ruangan Firman


"Permisi Pak, saya mau mengambil gelas kotornya!?". Dengan berat aku masuk melangkah ke dalam, namun saat itu Firman hanya terdiam dia tidak menjawab atau melihatku lagi-lagi dia hanya melihat ke bawah sibuk dengan pekerjaanya di atas meja.


Aku sedikit menghela nafas, lalu memberanikan diri untuk mendekatinya dan mengambil gelas yang ada di atas meja.


Setelah semua selesai aku berbalik hendak menuju keluar tiba-tiba


"Apa kau akan pulang?". Petanyaan Firman


"Iya Pak, sebentar lagi setelah pekerjaanku selesai". Jawabku

__ADS_1


"Oke kalau begitu selesaikan tugasmu, dan tunggu aku".


"Maksud bapak...?". Tanyaku heran


__ADS_2