Cinta Seorang Mantan TKW

Cinta Seorang Mantan TKW
Jadi TKW


__ADS_3

Setelah satu bulan tinggal bersama keluargaku, aku memutuskan untuk mencari pekerjaan karena aku malu kalo hanya terus meminta pada orangtua yang hanya berpenghasilan dari warung kecil kecilan. Namun selama seminggu aku kesana kemari tidak membuahkan hasil.


Mencari pekerjaan di kampung memang tidak semudah mencari pekerjaan di kota besar. Sedangkan kebutuhan dirumah sangat banyak belum lagi adik2ku yang masih sekolah jadi butuh biaya sangat besar. Dan pada saat itu salah satu tetanggaku baru pulang dari negara S , semenjak dia bekerja disana sebagai TKW dia bisa menyekolahkan anaknya hingga lulus SMA dan bisa merenovasi rumahnya jd lebih baik.


" apa aku jadi TKW aja yaa..? " gumamku.


Setelah aku berdiskusi dengan keluarga perihal keinginanku jadi TWK, mereka tidak meng Iyakan ataupun melarangkau tapi mereka mnyerahkan keputusannya padaku. Dan tidak butuh waktu lama ku putuskan untuk pergi jadi TKW.


Dalam beberapa hari aku sibuk karena mengurus surat2 yang di butuhkan untuk keberangkatanku. Setelah semua terkumpul akhirnya aku di berangkatkan ke sebuah PT.XXX untuk menjalani pendidikan.


Setelah 3 minggu aku menjalani pendidikan baik itu bahasa maupun cara kerja akhirnya aku diterbangkan ke negara S. Ntah apa yang kurasakan pada saat itu ada rasa bahagia, sedih dan khawatir. Di umur yang masih belia yaitu 19thn aku sudah menjadi TKW di negara orang.

__ADS_1


Tiba dinegara tersebut ada rasa takut dan khawatir, tiga bulan terakhir setelah pekerjaan semua beres di sepanjang malam aku hanya bisa menangis meratapi semua yang sudah terjadi dalam hidupku kerinduan kepada keluaraga yang tak tersampaikan menjadikan aku menangis sejadi jadinya.


Hari demi hari sudah kulewati tak terasa sudah 6 bln aku barada di sana, kini aku sudah bisa menyesuaikan keadaan semuanya sudah kuanggap biasa biasa saja. Karena pekerjaan disana terlalu banyak kesediahan dan rasa kekhawatiranku perlahan sudah berhenti.


Dua tahun sudah aku berada disana kini sudah waktunya aku pulang ke negaraku. Rasa rindu dan bahagia terpancar di wajah ini rasanya ingin cepat - cepat aku berada di rumah.


Sesampainya di rumah keluarga dan soadara menyambut kedatanganku dengan rasa bahagia karena aku bisa pulang dengan keadaan selamat bisa berkumpul kembali dengan mereka itulah yang selama ini kurindukan.


" Jika ini memang keputusan kalian saya setuju untuk menikah". ujarku. Karena aku yakin keputusan orang tua tidak pernah salah mereka ingin melihat anak2nya bahagia.


Wahyu dia adalah calon suamiku, tidak terlalu tampan tapi enak di pandang kulitnya hitam manis rambutnya rapi dan agak sedikit tinggi. Dia bekerja sebagai karyawan buruh pabrikdi daerah kota.

__ADS_1


Setelah seminggu aku mengenal Wahyu dia sosok yang baik, perhatian dan sopan pantas saja ayah menjodohkanku denganya.


Namun entah kenapa hati kecilku belum bisa menerimanya. bayang bayang di masa lalu selalu datang dalam pikiranku.


Padahal sudah hampir 4 tahun tapi kenapa aku tidak bisa melupakannya..?


Apa lagi jika aku mengingat saat dia ada di bandara pertanyaan " kenapa dia di sana..?" masih menjadi tanda tanya dalam hatiku.


Tiba dihari pernikahanku semunya terlihat bahagia apalagi orang tuaku. Meskipun ada rasa bimbang dalam hatiku namun ketika melihat mereka bahagia aku pun ikut bahagia.


Aku hanya tinggal bisa menerima suamiku dan mencintainya " tapi apa aku bisa mencintainya..?".

__ADS_1


__ADS_2