Cinta Seorang Mantan TKW

Cinta Seorang Mantan TKW
Pesona Rico


__ADS_3

Setelah Firman berlalu pergi dari pandanganku akhirnya seseorang yang ku tunggu akhirnya datang juga.


" Nia...!". Aku memanggil namanya yang saat itu ku lihat dia asyik menunduk melihat layar ponselnya.


"Hayyy...!". Jawabnya sambil tertawa.


"Kita ke supermarket dulu yuk, ada yang mau aku beli!". Ajak Nia


"Oke. ayo ...!". Sambil menggandeng lengan Nia.


Tidak butuh lama kita sudah berada di dalam supermarket karena memang lokasinya tidak jauh dari gedung kantor.


"Akhir-akhir ini aku sering melihat kalian berdua". Kata Nia sambil memilih-milih barang yang akan dia beli.


"Siapa?". Tanyaku sedikit heran dengan pertanyaan Nia


"Kamu dan Pak Rico...". Jawabnya berbisik di telingaku.

__ADS_1


"Ahhh ... Nggak itu karena aku suka tidak sengaja bertemu denganya, lalu dia sering ngajak makan bersama nggak lebih". Jawabku pada Nia


"Yakin nggak sengaja atau itu malah disengaja". Ujar Nia dengan raut wajah nggak percaya.


"Kamu apaan sih, orang memang nggak sengaja dan kita juga nggak tiap hari cuma kadang-kadang aja". Kataku yang berusaha meyakinkan Nia.


"Oke-oke aku percaya.., tapi menurutku Pak Rico orangnya baik, sopan santun, mapan dan yang utama dia itu ganteng banget..., yakin kamu nggak ada perasaan apa-apa sama dia". Ujar Nia dengan pendapatnya yang aneh itu.


" Justru karena dia itu mapan dan ganteng makanya aku nggak ada perasaan apa-apa, mana mau dia sama aku yang jelas-jelas dia udah tau keadaanku". Kataku dengan berusaha menyadarkan Nia tentang keadaanku yang sekarang.


"Tapi aku kok malah ngerasa Pak Rico itu suka sama kamu buktinya dia sering nyamperin kamu dan ngajak makan". Timpah Nia lagi.


Sebenarnya semua yang dikatakan Nia itu semuanya benar Rico memang baik dan ganteng apalagi dia sudah mapan, sudah sepantasnya dia memiliki istri tapi entah kenapa bos sama asisten sama-sama belum menikah di usianya yang sudah pantas menikah.


Rico yang mempunyai perawakan tinggi putih matanya agak sipit serta sekarang yang aku lihat dia sering memakai kaca mata, aku pernah bertanya padanya kenapa sekarang dia sering memakai kaca mata karena menurutnya ada masalah dalam penglihatanya sehingga dia membutuhkan benda itu untuk membantunya melihat.


Aneh rasanya mendengar kata-kata Nia yang bilang kalau Rico suka sama aku, dibandingkan dengan teman-teman perempuannya di kantor aku itu tidak ada apa-apanya, hanya seorang OB perawakan biasa saja serta tidak pernah berdandan. Karena menurutku untuk apa berdandan toh nantinya pekerjaanku menuntutku untuk kotor-kotoran.

__ADS_1


Di atas kasur aku dan Nia sibuk dengan ponsel masing-masing, Nia yang sedang cengengesan sambil melihat layar ponselnya sedangkan aku yang sedikit hilang kesadaran karena ngantuk tapi tanganku yang masih memainkan layar ponsel meskipun remang-remang aku masih bisa melihat foto-foto Nilam anaku.


"Da.., nanti hari sabtu kamu mau ikut nggak kita pergi ke pantai sama temen-temen aku di kantor". Ajak Nia sambil membelakangiku.


"Nggak hari sabtu nanti aku berencana pulang dulu, aku kangen sama anaku". Kataku yang sudah hampir memejamkan mata.


" Ya sudah..., kalau menyangkut anakmu aku tidak bisa memaksa, tadinya aku ingin kamu ikut agar kamu bisa liburan". Kata Nia.


Aku tidak menjawabnya lagi karena aku sudah berpindah ke alam mimpi.


Setelah beberapa hari akhirnya tiba saatnya aku pulang, habis sholat subuh aku bergegas beberes semuanya ada sedikit oleh-oleh untuk Nilam. Kulihat Nia masih tidur entah jam berapa dia berangkat ke pantai jam segini masih tidur katanya pagi-pagi berangkatnya.


"Nia... aku berangkat dulu ya, kamu nggak bangun katanya berangkat pagi". Aku berusaha membangunkan Nia sekalian pamitan padanya.


"Hhmmm... bentar lagi aku bangun, kamu hati-hati di jalan ya...!". Kata Nia yang masih menarik selimutnya lagi.


Aku tidak menjawab apa kata Nia lagi, sesudah itu aku keluar berencana untuk pamitan juga pada yang punya kontrakan. Selesai semuanya aku berjalan menuju pintu pagar dan membukanya namun, tepat di depan pintu pagar di pinggir jalan jelas ada seseorang yang sedang duduk di depan mobilnya.

__ADS_1


"Firman...!". Kataku sambil melihatnya yang sekarang ada di depan mataku.


"Kenapa dia ada disini..?". Batinku berbicara


__ADS_2