Cinta Seorang Mantan TKW

Cinta Seorang Mantan TKW
Benar Benar Dia


__ADS_3

Suasana kantin saat itu tiba-tiba saja hening semua mata tertuju ke arahku dan Ella, disaat aku melayangkan tanganku pada Ella tiba-tiba saja di hadang oleh tangan seseorang yaitu mbak Ningsih. "Cukup Da, tenanglah!!!" titah mbak Ningsih sambil menurunkan tanganku yang tadinya akan mendarat dipipi Ella. Setelah beberapa detik aku tersadar kalau aku sudah jadi pusat tontonan orang-orang yang berada dikantin, dengan perasaan yang sangat malu aku lalu berlari pergi menjauh menuju mushola.


Setelah selesai melaksanakan sholat zhuhur hati dan pikiranku jadi lebih tenang. Sejenak aku berfikir kalau aku sangatlah egois sebenarnya Ella hanya pelampiasan kegelisahanku padahal kegelisahan dan kekhawatiranku yang sebenarnya adalah masalah lain. "Sepertinya aku harus segera minta maaf pada Ella". batinku berkata.


setelah aku dan Ella saling minta maaf didepan mbak Ningsih masalahnya pun akhirnya beres dan kami semua kembali pada kerjaan masing-masing.


3 hari sebelum kedatangan direktur tiba-tiba suasana kantor jadi begitu sibuk semua orang mondar mandir kesana kemari untuk menyiapkan sebuah acara. "Nia..!!" teriaku, melihat Nia yang saat itu sedang memangku sebuah kardus kecil namun kelihatannya berat aku langsung menghampirinya dan membantunya. "huuff...terima kasih Vida" ucapnya yang dari tadi terlihat kelelahan. "Eh Nia, apa bakal ada perayaan ya dikantor?" tanyaku yang dari tadi penasaran. "Huuh nanti sekitar 3hari lagi" jawabnya yang masih dengan nada ngos ngosan. "Pak direktur kita akan pulang nanti beliau membawa kesuksesan karena berhasil bekerja sama dengan perusahaan asing" tutur Nia lagi.

__ADS_1


Setelah 3hari kemudian tibalah perayaan tersebut dari jam 7pagi para karyawan sudah banyak yang datang, pemandangan yang jarang terjadi karena biasanya jam 7 masih terbilang pagi untuk seseorang datang ke kantor. Sebenarnya ini bukanlah perayaan besar-besaran hanya perayaan sederhana yang diadakan di aula kantor intinya adalah untuk mengapresiasi dan menghargai kerja keras sang direktur.


Dan aku yang saat itu jadi orang super sibuk karena banyak yang meminta bantuanku agak sedikit kewalahan, tidak hanya aku OB yang lainya pun sama. Akhirnya setelah beberapa jam berlalu acara yang ditunggu-tunggu pun tiba semua karyawan sudah masuk ke aula kantor mereka duduk dikursi yang sudah disiapkan sambil mengarah ke podium kecil, sedangkan kami para OB hanya berdiri didepan pintu aula.


Setelah salah seorang memberikan sambutanya tibalah dia memanggil sang direktur "Baiklah para hadirin kita sambut direktur kita yaitu bpk. Maulana Firman Ardiansyah" sontak semua orang langsung berdiri dan bertepuk tangan,


Dari pada aku hanya menebak nebak dan penasaran akhirnya kubalikan badanku mengarah podium mataku langsung tertuju pada satu orang yang berdiri diatas sana

__ADS_1


"dag...dig...dug...dag...dig...dug!!!" jantungku bedetak sangat kencang setelah apa yang kulihat didepan sana.


"Yaa Allah itu benar-benar dia" lirihku dengan memegang dada yang tiba tiba saja terasa sesak. Setelah acara selesai semua orang kembali ke pekerjaanya masing-masing.


Tiga bulan berlalu aku bekerja sebagai pekerja training dan akhirnya aku telah menerima surat kontrak sebagai pekerja OB tetap selama dua tahun. Ada perasaan lega dan bahagia karena aku bisa memenuhi kebutuhan Nilam anaku, tapi di sisi lain ada juga rasa takut dan khawatir jika suatu saat harus bertemu dengan Firman. Setelah kedatangan Firman aku tidak pernah menaiki lantai paling atas dimana itu adalah ruangan sang direktur karena tugasku hanya di lantai 9 dan 10, oleh sebab itu aku tidak bertemu denganya sesekali aku hanya melihat dia dari kejauhan.


**Mohon maaf bila ada kata2 yang salah atau kalimat yang nggak nyambung karena ini adalah tulisanku yang pertama. Mohon maaf jika kisahnya kurang berkenan dan alur cerita yang berantakan.

__ADS_1


Sekali lagi buat yang sudah mampir boleh tinggalkan kritik dan saranya biar author perbaiki. Terima Kasih🙏🙏**


__ADS_2