
"Krrriiinngggggg...." alarm jam berbunyi tepat di pukul 5 pagi. Setelah selesai melaksanakan kewajibanku sebagai seorang muslim aku berdoa agar ujiannya kali ini berjalan dengan lancar.
Setelah sarapan tepat di jam 7 aku
berpamitan pada Om dan Tante serta meminta do'anya supaya aku bisa melaksanakan ujian dengan baik.
Setibanya di depan sekolah entah kenapa jantungku tiba2 berdekup kencang mungkin karena ini ujian di hari pertama jadi agak sedikit tegang.
__ADS_1
"derttt..dertttt..." tiba2 ponselku berbunyi bertanda sebuah pesan WA masuk. " SEMANGAT UJIANYA...😊"
aku tidak menaggapi pesan tersebut apalagi setelah aku lihat siapa yang mengirim pesan itu.
Hari demi hari aku lalui dengan penuh rasa tegang dan takut akan hasil dari ujianya. Akhirnya setelah seminggu lebih aku dan semua murid kelas 3 berhasil melaksanakan ujianya dengan baik. Setibanya di rumah kulihat rumah sangat sepi karna Om dan Tante blm pulang dari kantor.
Namun saat itu aku sedikit bingung dan menghela nafas lalu membuangnya. Karena sebelumnya saat mau ujian aku sudah memutuskan untuk tidak kuliah, aku putuskan untuk pulang kampung. "hmmm... maafkan saya Om, Tante sepertinya Vida tidak mau kuliah dulu, Vida ingin pulang kampung saja". dengan memberanikan diri aku mengutarakan keinginanku pada mereka. Sekilas mereke sedikit kebingungan dengan keputusan yang aku ambil. " apa kamu yakin dengan keputusanmu..? padahal Om dan Tante mu masih ingin kamu ada di sini". ujar Om Yanto. " Vida Yakin Om, Vida ingin beristirahat dulu dan sekaligus melepas rindu pada keluarga Vida karena sudah hampir 3 tahun Vida jauh dari mereka". ucapku, jujur aku kecewa dengan keputusanku sendiri tapi aku juga tidak bisa membohongi perasaanku sendiri kalo sebenarnya aku tidak bisa melupakan kenangan tentang rasa ini.
__ADS_1
" baiklah Vida Om dan Tante tidak bisa memaksa karena kamu juga sudah dewasa sekarang kamu bisa memutuskan apa tujuan dari hidup kamu". ujar Tante Zenab aku yakin di dalam hatinya ada kesedihan karena keputusan yang aku ambil.
Setelah beberapa hari berlalu akhirnya Ijazah SMA ku sudah bisa aku ambil, dan hari itu juga aku memberitahu kedua sahabatku Dewi dan Rara tentang kepergianku beserta alasanya mengapa aku pergi. Mereka pun sangat kaget, sedikit marah serta ada rasa kesediahan dimata mereka karena kami akan berpisah.
Di jam 7 pagi aku sudah siap untuk pulang kampung dengan membawa tas gendong dan satu koper. Karena Om Yanto tidak bisa mengantarkan ku ke bandara akhirnya aku hanya di antar oleh Tante Zenab.
Setibanya di bandara tidak butuh waktu lama untukku menunggu, karena sebentar lagi jadwal penerbanganku.
__ADS_1
Setelah berpamitan pada Tanteku, aku berjalan menuju pintu masuk khusus penumpang, namun setelah satu langkah dari pintu tiba2 terdengar suara memanggil "Yonkk...!!" panggilan yang tak asing dari sebrang sana. Saat ku lihat Firman berada tepat di depanku jauh. Dan kami pun tidak saling berbicara hanya saling memandang. Entah apa yg dia pikirkan, tapi yang pasti " kenapa dia ada disini..??" itulah pikiranku.