
Firman berjalan menghampiriku dgn wajah datar entah itu marah atau merasa kasihan. Tapi dengan cepat dia meraih tanganku dan menyeretku pergi dari sana.
" Minumlah..." Sampai di ruangannya dia menyodorkan segelas air padaku. Dengan terus mengusap pipiku yang basah aku meminum sedikit air yg dia berikan.
" Apa kau baik-baik saja?" Tanya Firman dengan mengelus rambut belakangku. Aku hanya terdiam dan menatap wajah firman yg duduk di samping ku. Membayangkan semua yg di katakan Ella padaku. Fikiranku campur aduk entah apa yg harus aku lakukan.
" Aku tidak apa-apa, aku permisi mau kembali bekerja". Tanpa menatap wajahnya lagi aku bergegas pergi meninggalkanya.
Namun Firman menghentikan langkahku dengan menarik lenganku " Hari ini kamu gk usah kerja lebih baik istirahat aja di rumah, biar aku antar kamu pulang". Ujarnya
"Nggak Pak, saya baik-baik aja". Dengan melepaskan tanganya aku buru-buru pergi, entah apa yang dia fikirkan dan aku pun tidak ingin tau yg jelas saat itu aku harus segera pergi dari sana.
Tanganku bergerak mengelap semua kaca dan meja yang ada dalam ruangan serta kakiku tidak berhenti bulak balik kesana kemari berjalan mengepel semua lantai ruangan, sengaja aku tidak berhenti bekerja bahkan saat itu aku tidak merasa lelah sedikitpun, mungkin karena memang sengaja agar hati dan fikiranku teralihkan rasanya isi otaku penuh dengan memikirkan ini dan itu.
__ADS_1
Teng...! Jam sudah menunjukan pukul 12 siang, semua karyawan mulai berhamburan keluar dari ruanganya masing-masing untuk mengisi perut mereka yang mungkin sudah memangil-manggil sang pemilik. Kantin dan warung-warung yang ada depan gedung sudah mulai penuh pembeli.
Tapi, tidak dengan diriku yang memilih berjalan ketaman belakang kantor memilih kursi kosong agar bisa ku duduki dan menyendiri.
Duduk dan memejamkan mataku sebari membayangkan wajah anaku saat tertawa dan memanggilku "Mamah...!". Hanya itu yg bisa menjadi penghibur di saat aku sedang tidak baik baik saja.
"Hy...!". Tiba-tiba saja seseorang menepuk pundaku dari belakang hingga aku pun terperanjat dan menoleh kebelakang mencari tau siapa yg menghampiriku.
Sesosok laki-laki tinggi dan berkaca mata tersenyum saat ku menatapnya.
"Sudah makan...?". Tanya Riko
"Belum". Jawabku sambil menggelengkan kepalaku.
__ADS_1
"Kenapa..?". Tanya nya lagi
"Belum lapar". Jawabku lagi
"Mau makan bersamaku nggak?, kebetulan aku jg belum makan kita kekantin kantor aja, Yuk..!". Ajak Rico
"Nggak usah Pak, saya belum lapar Bapak sama temen Bapak aja makanya." Aku berusaha menolak ajakan Rico.
"Tapi aku maunya sama kamu". Rico kembali memujuku yang kali ini membuat aku heran dengan kata-katanya, sejenak terdiam sambil memandang wajahnya namun aku tersadar kembali setelah aku berfikir kalau mungkin ini hanya hal biasa di kantor.
"Oke..., baiklah ayo kita makan tapi di kantin kantor aja ya, gk usah jauh2 soalnya saya takut telat nanti pekerjaanku masih banyak". Kataku yang akhirnya menerima tawaranya.
Kamipun berdua pun berdiri dari kursi mulai berjalan menuju kantin, namun dengan sengaja atau tidak kami berpapasan dengan Firman yang sedang berdiri di depan aku dan Rico sambil memasukan satu tangan kedalam saku celananya.
__ADS_1
Suasananya aneh tapi...?