
Ditengah ramainya suasana kantin yg penuh dengan pembeli serta para karyawan yang asyik dengan makanan sambil tertawa dan bercanda, aku... Hanya terdiam sambil mengaduk-ngaduk makanan yang ada di hadapanku. Rico yang dari tadi menikmati makananya dengan santai dan kalem seolah dia sedang tebar pesona sama semua karyawan perempuan yang dari tadi memperhatikan kita berdua.
"Kalau aku yang jadi makananya mungkin aku udah pusing dari tadi kamu cuma mengaduknya kesana kemari tanpa memakanya, kenapa ? Apa makananya gk enak?". Rico mulai membuka pembiraan, rupanya dari tadi dia memperhatikan gerak gerikku.
"Ah... Enak kok makananya, ini aku makan!. Heee..." " Nyaammm...nyaammm..!". Jawabku sambil sedikit tertawa dan berusaha agar Rico percaya sama alasan yg ku buat.
"Jangan di paksa kalau memang tidak mau makan, jangan menyiksa diri sendiri demi apapun dan siapapun tanpa alasan yang jelas!". Ucap Rico yang seakan-akan dia sedang memberiku nasihat.
__ADS_1
Aku tidak menjawabnya lagi hanya terdiam dan berfikir kalau ucapan Rico itu benar, aku menatapnya dan tersenyum dan dia pun membalasnya dengan hal yang sama.
"Ohh ya, Ella sudah di pecat sama Firman jadi kamu tenang aja sekarang sudah tidak ada yang akan menganggumu lagi". Kata Rico
Aku terkejut mendengarnya, maksudku kenapa sampai Ella di pecat, apa tidak bisa dengan peringatan saja. Aku malah sekarang agak sedikit takut dengan Firman sebegitu sayangnya kah dia sama aku sampai-sampai dia berani memecatnya demi membela ku.
Dan ya... Aku juga tau hati dan fikiran Firman pun kecewa dengan keputusan ku, tapi aku rasa Firman pun sedang memberikanku luang untuk aku sendiri memikirkan semuanya. Buktinya dia tidak sama sekali menghubungiku atau bahkan menghampiriku, seperti biasa kita bertemu di kantor namun tidak ada pembicaraan apapun mengenai kita, kita hanya berbicara seperlunya seperti layaknya bos dan bawahan.
__ADS_1
Sehari, dua hari, tiga hari sampai akhirnya sudah satu minggu aku dan Firman tidak saling komunikasi, di kantor kita saling propesional kerja tidak ada apa-apa di antara kita bahkan untuk saling melempar senyumpun tidak ada.
Tapi, kadang-kadang aku merasa seperti sedang ada yang memeprhatikanku dari jauh, dari aku sedang bekerja, istirahat bahkan sepulangku dari kantor seperti ada yang memperhatikan. Mungkinkah Firman sedang mengawasiku itu karena dari kemarin-kemarin aku tidak sengaja melihat dia beberapa kali sedang melihatku dari jauh, entah itu dari lantai atas, gerbang kantor atau dari dalam mobilnya.
Jam sudah menunjukan pukul 5 sore itu artinya para karyawan sudah mulai berhenti bekerja, begitupun denganku yang dari tadi nenunggu seseorang di lobi kantor. Dan entah itu sengaja atau tidak aku berpapasan dengan Firman yang menuju arah pintu kantor.
"Deg..deg..!". Suara detak jantungku yang entah kenapa tiba-tiba saja meloncat sana sini. Aku meliahat dia datang melangkah ke arahku namun dia hanya melewatiku, ada sedikit rasa kecewa dengan sikap Firman tapi inikan yang ku mau...?
__ADS_1