Cinta Seorang Mantan TKW

Cinta Seorang Mantan TKW
Salah Tingkah


__ADS_3

Hari itu matahari sudah berada tepat di atas kepalaku, aku berjalan menyusuri pinggir jalan raya sambil memikirkan atas apa yang di ceritakan mbak Ningsih tadi. Aku sungguh tidak menyangka kalau Firman akan mengalami itu semua padahal sebelum aku berpisah dan pergi meninggalkanya, dia adalah sosok yang periang, humoris dan juga sangat aktif dalam berbagai kegiatan oleh karena itu dia di jadikan sebagai ketua OSIS pada masa itu.


"Bruukkk...!!!". Aku menjatuhkan tubuhku di atas kasur, kepalaku terasa lebih sakit dan tubuhku menggigil.


Ku ambil obat dari dalam tas ku, untung saja dalam perjalanan pulang aku


sempat mampir ke apotik sebentar. Setelah aku meminumnya aku langsung tertidur lelap mungkin karena aku lelah entah itu tubuhku atau pikiranku.


Beberapa jam kemudian...


"Derrtt...derttt...!!!"


Aku terbangun karena bunyi ponselku yang terus berdering, dan setelah kulihat siapa yang menelpon aku langsung menekan tombol hijau.


"Iya.., hallo..!". Kataku


"Halo Vida..!, gimana sekarang keadaanmu?". Tanya Nia dari sebrang sana tepatnya Nia masih di kantor.


"Aku sekarang sudah agak mendingan, karena tadi sudah minum obat". Balasku.


"Syukur alhamdulilah kalau gitu, maaf ya..!, aku di suruh lembur hari ini jadi tidak bisa pulang cepat, tadinya aku ingin segera pulang karena kamu lagi sakit, eehh!, malah di suruh lembur". Kata Nia yang nampaknya dia sangat khawatir.


"Iya tidak apa-apa, kerjakan aja pekerjaanmu, toh aku juga sudah baikan sekarang", Kataku


"Ya udah kalau gitu sampai ketemu di rumah ya..!?". Kata Nia


"Hhmm.., hati-hati di jalan!". Lalu ku tutup telponya.


Ku rasakan tubuhku yang memang sudah lebih baik dari sebelumnya, aku beranjak dari kasur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah aktifitas di kamar sudah selesai aku pergi ke ruangan tamu lalu menyalakan tv. Kulihat jam dinding masih menunjukan pukul 5 sore masih lama untuk Nia pulang ke rumah.


"Deerrtt...derrtt...!"


Tiba-tiba ponsel ku berbunyi bertanda ada pesan WA masuk lalu ku buka


089-5xx-xxx-xxx


Apa kamu baik-baik saja?


Tanya seseorang yang belum aku tahu, karena penasaran aku langsung menekan poto profil orang tersebut.


Deeggg...!

__ADS_1


Aku mengucek-ngucek mataku karena mungkin aku salah dalam melihatnya, aku mengerutkan dahiku sedikit kaget tapi bibirku malah tersenyum saat telah kupastikan kalau yang mengirim pesan itu adalah Firman.


"Yaa.., tentang semua kehidupanku aja dia tau apalagi ini cuma nomer ponselku". Gumam batinku.


Aku tidak membalas pesan tersebut aku hanya diam melihat layar ponselku, entah kenapa saat aku melihat foto Firman ada rasa tak percaya kalau aku bisa bertemu kembali denganya, namun aku juga tak menyangka keadaannya bahkan lebih buruk dariku.


Meskipun hatiku tidak sepenuhnya aku berikan pada almarhum suamiku mas Wahyu tapi tidak dapat ku pungkiri kalau aku hidup bahagia denganya, dia memberikan semua yang dia punya pada diriku sehingga aku tidak pernah mengeluh atau pun kecewa.


"Dertt..dertt...!"


Ponselku kembali berbunyi menyadarkanku dalam lamunan, kulihat dari pengirim yang sama


089-5xx-xxx-xxx


Aku dengar kamu tidak masuk kerja hari ini karena sakit, apa keadaanmu baik-baik saja?


Aku kembali tersenyum setelah membaca isi pesan tersebut, tapi aku tidak membalasnya lagi.


"Dia mengkhawatirkan keadaanku, justru bukankah aku yang seharusnya mengkhawatirkan keadaanya". Gumam batinku lagi namun kali ini aku diabuatnya bingung, aku mengacak-ngacak rambutku sendiri dan melempar ponselku ke belakang punggungku.


Tok...tok...tok...!


Tidak lama kemudian suara seseorang mengetuk pintu.


Cekleekk....!


Aku membuka pintu dan melihat seseorang yang berdiri membelakangiku, dia mengenakan celana santai dan sweter hoody warna abu agak sedikit kebesaran di badanya namun dia terlihat gagah.


Dia lalu membalikan tubuhnya dan melihat ke arahku yang berada di depan pintu.


Deeggg...!


"Firman...!". Kata batinku kaget.


"Ba..bapak!!, kenapa bapak ada di sini?". Tanyaku gelagapan.


"Kenapa emangnya?, apa kamu mau mengusirku lagi hemm?". Tanya Firman dengan tersenyum.


"Aahh.., bu..bukan itu maksudku". Kataku sambil menundukan wajahku karena malu.


"Silahkan duduk pak!". Aku menyuruhnya duduk di kursi depan rumahku.

__ADS_1


Untuk sejenak kami berdua hanya sama-sama terdiam suasananya jadi canggung entah apa yang harus aku buat, yang pasti saat itu aku jadi salah tingkah.


"Gimana keadaanmu?, apa kamu baik-baik saja?". Kata Firman membuka pembicaraan.


"Yaa, saya sekarang sudah lebih baik pak". Jawabku dengan beberapa kali menganggukan kepalaku.


Firman lalu melihat ke arahku yang berada di kursi tepat di sampinya hanya terhalang meja berukuran kecil. Dia menatap wajahku namun aku tidak membalasnya aku langsung memalingkan mataku ke arah yang lain.


"Keadaan bapak sendiri gimana kabarnya?, bukankah bapak baru pulang dari rumah sakit?". Tanyaku balik.


"Akhirnya kamu mengkhawatirkan aku juga". Kata Firman tersenyum lebar.


"Aku sudah tidak apa-apa makanya aku datang kesini". Kata Firman lagi


"Kalau begitu aku pulang dulu, karena sepertinya kamu juga sudah baikan". Kata Firman sambil beranjak dari duduknya.


"Bapak kesini cuma mau lihat keadaanku?". Tanyaku sedikit bingung


"Hhemm, karena kamu tidak membalas pesanku". Firman tersenyum


Sesaat aku tertegun mendengar ucapan Firman "apa arti dari semua ini?". Batinku berkata.


"Ohh ya, apa kamu bisa berhenti memanggilku bapak?, aku mohon!". Kata Firman dengan nada suara lembutnya.


Aku sempat menatap wajah Firman sebentar, yaa ada rasa ketulusan dari matanya.


"Hemm.., baiklah"


...?


"Firman...". Aku menyebut namanya.


Firman senyum merekah di wajahnya nampak bahagia.


Lalu...


"Cuupp...!"


Degg...!


Firman mencium keningku.

__ADS_1


"Aku pamit, sampai nanti bertemu nanti di kantor". Ucapnya dengan berlalu pergi dari hadapanku.


Karena kaget oleh ulahnya Firman aku jadi tidak bisa berkata apa-apa lagi hanya terdiam tubuhku tiba-tiba mematung, dengan terus menatap punggung Firman yang sudah akan menghilang dari mataku.


__ADS_2