
~Aku doakan kamu segera menemukan kebahagiaanmu di dunia ini yang akan membawamu bahagia juga di akhirat nanti.~
.
.
.
"Khai, lo dimana?"
"HAPPY BIRTHDAY TO YOU. HAPPY BIRTHDAY TO YOU. HAPPY BIRTHDAY, HAPPY BIRTHDAY. HAPPY BIRTHDAY SHASYA."
"Selamat Ulang Tahun, Shasya." Ucap Khaira, Bayu dan Kevin.
Shasya langsung mengangkat kepalanya yang dia sembunyikan.
Terlihat Khaira, Bayu, Kevin, dan Yusuf menyanyikan lagu Ulang Tahun untuknya.
Shasya langsung berdiri dan memeluk Khaira yang memebawa kue. Seketika itu, kue yang dipegang Khaira, diambil oleh Yusuf yang berada disampingnya.
"Hikss... hikss.. Khaira. Gue takut lo kenapa-kenapa tadi. Lo jahat banget sama gue. Gue hampir aja pingsan tau nggak." Ucap Shasya sambil menangis dipelukan Khaira. Khaira hanya terdiam mendengar ucapan Shasya. Dan dia juga merasa bersalah atas rencananya untuk Shasya.
Shasya melepas pelukannya.
"Udah lo jangan nangis. Maaf, gue udah ngerjain lo. Maaf." Ucap Khaira dengan tulus.
"Tapi nggak lucu, Khai."
"Maaf." Rintih Khaira.
"Iya nggak pa-pa." Ucap Shasya sambil tersenyum.
"Masya Allah, senyumannya." Batin Yusuf, Bayu dan Kevin.
Semua yang di sana hanya menatap haru persahabatan Shasya dan Khaira.
"Sha, Barakallah fii umrik. Semoga Allah selalu melindungimu, menjagamu dan selalu bersamamu. Aku doakan kamu segera menemukan kebahagiaanmu di dunia ini yang akan membawamu bahagia juga di akhirat nanti." Ucap Yusuf dengan tersenyum sambil membawa kue.
"Aamiin. Terimakasih, Kak." Ucap Shasya.
"Ayo lilinnya ditiup dulu." Ucap Kevin.
"Eh, nggak boleh. Lilinnya harus mati tanpa ditiup." Ucap Bayu.
"Iya kah?"
"Iya."
Shasya menutup matanya dan langsung memanjatkan doa. Setelah itu, Shasya berusaha mematikan lilinnya dengan cara mengipasinya.
"Yeeyyyy. Barakallah fii umrik, Sayangku." Ucap Khaira sambil memeluk Shasya.
"Makasih."
"Ayo dong, dipotong kuenya." Ucap Yusuf.
"Iya."
Setelah memotong kue dan memakannya bersama. Mereka semua mengajak Shasya pergi ke Taman dekat dengan Kostannya.
"Ngapain kesini?" Tanya Shasya.
"Nanti lo bakal tau." Ucap Khaira.
Taman yang tadinya gelap gulita, menjadi terang benderang. Khaira, Yusuf, Bayu dan Kevin telah menyulap Taman menjadi tempat yang sangat indah.
"Masya Allah, kalian yang buat ini semua?" Tanya Shasya dengan kagum.
__ADS_1
"Iya, kita yang buat. Gimana, lo suka?" Tanya Bayu.
"Iya, gue suka. Indah banget." Ucap Shasya.
Khaira, Yusuf, Bayu dan Kevin bahagia melihat Shasya yang begitu senang dengan kejutan mereka.
Mereka menghabiskan malam di Taman, bersenda gurau bersama seperti sahabat. Tidak ada status yang menghalangi mereka, seperti status Dosen dan Mahasiswa.
Jam 2 dini hari. Acaranya sudah selesai, Khaira memutuskan untuk menginap di Kostannya Shasya.
Di Kostannya Shasya.
"Khai."
"Ada apa, Sha?" Tanya Kahira yang membaringkan badannya diatas kasur bersama Shasya.
"Makasih, lo udah jadi sahabat terbaik gue. Gue beruntung punya sahabat kaya lo." Ucap Shasya sambil menatap Khaira.
"Gue apa lagi, Sha. Gue malah sangat beruntung punya sahabat kayak lo. Lo udah bawa perubahan yang banyak buat gue selama kita kenal. Makasih, Sha." Ucap Khaira.
"Iya, Khai. Sama-sama." Ucap Shasya yang tersenyum.
Tak terasa, mereka berdua tertidur. Sampai pukul 05.00 Shasya bangun dan langsung membangunkan Khaira yang masih tidur.
Setelah bangun, mereka berwudhu dan sholat Subuh berjamaah. Mereka juga membawa Al-Qur'an setelah sholat dan berdzikir.
"Sha, hari ini kan kita ke Kampus siang. Tidur lagi yuk. Gue masih ngantuk." Ucap Khaira yang hendak merebahkan badannya ke atas kasur. Namun, ditahan oleh Shasya.
"Eeiitss.. Jangan tidur lagi. Ayo kita jalan-jalan keluar. Sambil menikmati udara pagi."
"Hmm, boleh deh. Tapi, gue mau mandi dulu. Sekalian gue pinjam baju lo."
"Iya udah sana mandi, gue siapin bajunya. Nanti kalau udah selesai, gantian gue yang mandi."
"Oke." Ucap Khaira sambil berjalan menuju kamar mandi dengan mata yang terkantuk-kantuk. Sedangkan Shasya, hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.
"Jam 7 udah panas aja." Gerutu Khaira.
"Baguslah, Khai. Kan kita dapat vitamin dipagi hari."
"Iya sih."
Mereka berjalan-jalan mengelilingi Taman didekat Kostannya Shasya. Tidak sengaja, mata Shasya menangkap Yusuf sedang berdiri dikejauhan sambil melihatnya berjalan bersama Khaira.
"Itu bukannya Kak Yusuf?" Tanya Shasya.
"Iya itu Pak Yusuf. Ngapain dia disini?" Tanya Khaira.
"Gue juga nggak tau."
"Iya udah, samperin aja yuk." Ajak Khaira.
"Dia udah jalan kesini, kita disini aja."
"Oke."
"Assalamu'alaikum." Salam Yusuf.
"Wa'alaikumussalam." Jawab Shasya dan Khaira.
"Kalian nggak ke Kampus?" Tanya Yusuf.
"Nanti siang, Pak. Soalnya, kelasnya dimulai jam 11." Ucap Khaira.
"Oh gitu."
"Pak Yusuf sendiri, kenapa disini?" Tanya Khaira.
__ADS_1
"Saya mau pulang."
"Hah? Pulang? Bukannya Pak Yusuf kemarin udah ngajar lagi di Kampus?" Tanya Khaira. Sedangkan Shasya hanya setia mendengarkan percakapan antara Yusuf dan Khaira. Padahal Yusuf sekali dua kali melirik ke arah Shasya.
Shasya yang menyadarinya hanya membuang pandangannya.
"Pak?" Panggil Khaira.
"Eh iya, kemarin ada amanat harus saya jalankan. Karena hari ini udah selesai, jadi saya harus pulang." Ucap Yusuf sambil sekejap menatap Shasya.
"Kayaknya gue ganggu deh." Batin Khaira.
"Em Pak, perut saya tiba-tiba mules. Saya izin ke toilet dulu." Ucap Khaira yang pura-pura sakit perut dan meninggalkan Yusuf bersama Shasya berdua. Setelah mendapat anggukan dari Yusuf.
"Emm, Sha." Ucap Yusuf yang memulai pembicaraan.
"Iya ada apa, Kak?" Tanya Shasya, namun tidak berani menatap mata Yusuf.
"Kamu semangat iya, sebentar lagi lulus. Aku tunggu kabar baiknya."
"Iya, Kak. Terimakasih. Mohon doanya."
"Tanpa kamu meminta, Insya Allah saya doakan yang terbaik buat kamu."
"Terimakasih, Kak."
"Iya sudah kalau begitu, aku pamit dulu mau pulang."
"Secepat itu kah?" Tanya Shasya dengan memandang sebentar wajah Yusuf dan kembali menunduk.
"Astaghfirullah hal adzim." Batin Shasya.
"Lucu." Batin Yusuf.
"Iya, Sha. Aku harus balik ke kampung, karena ada urusan penting disana."
"Iya sudah, Kak. Shasya titip salam buat Bapak, Ibu sama Nenek Kak Yusuf." Ucap Shasya dengan gugup.
"Insya Allah aku sampaikan. Kalau begitu, aku permisi dulu. Salam buat Khaira. Assalamu'alaikum." Ucap Yusuf yang langsung pergi.
"Wa'alaikumussalam warahmatullah." Jawab Shasya sambil melihat punggung Yusuf yang sudah pergi berjalan.
Tiba-tiba, Khaira datang dan menirukan gaya Shasya yang masih menatap kepergian Yusuf.
"Segitunya lo lihat Pak Yusuf." Ucap Khaira tepat ditelinga kiri Shasya.
"Astaghfirullah." Ucap Shasya yang kaget.
"Ciee, lo suka sama Pak Yusuf?" Tanya Khaira.
"Nggak kok." Ucap Shasya sambil menunduk untuk menetralisir rasa malunya.
"Iya udah kalau nggak mau cerita. Tapi kayaknya, lo sama Pak Yusuf itu serasi deh. Dan juga sambil mencintai." Ucap Khaira.
"Apaan sih, Khai."
"Oh iya, tadi dapat salam dari Kak Yusuf." Sambung Shasya.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh." Jawab Khaira sambil tersenyum dan dibalas senyuman tulus dari Shasya.
"Iya udah, yuk pulang. Kita siap-siap ke Kampus."Ajak Shasya.
"Masih lama, Sha." Gerutu Khaira.
"Lo nggak mau sarapan?" Tanya Shasya yang langsung membuat Khaira tersenyum gembira.
"Ayo pulang." Ucap Khaira sambil menarik tangan Shasya. Sedangkan Shasya, hanya geleng-geleng melihat tingkah Khaira.
__ADS_1