
~Sebenernya gue pengin deket sama lo, Sha. Tapi kayaknya hati lo udah ada yang isi. Terlihat dari gerak-gerik lo akhir-akhir ini.~
.
.
.
.
.
Hari ini Shasya dan Khaira pergi ke Kampus menggunakan mobil Khaira. Sesampainya di Kampus, mereka berdua langsung disambut Bayu dan Kevin di parkiran.
"Assalamu'alaikum." Salam Khaira dan Shasya yang turun dari mobil.
"Wa'alaikumussalam." Bayu dan Kevin menjawabnya secara bersamaan.
"Guys, ke kantin yuk. Gue yang traktir." Ucap Kevin.
"Uwih, dapat uang dari mana lo? Tumben baik." Ucap Khaira.
"Alhamdulillah, gue ada rezeki lebih. Makanya gue mau ajak kalian makan-makan."
"Ya elah, makan-makan iya di Restoran aja. Kenapa harus di kantin?"
"Iya nggak pa-pa biar ngirit aja."
"Katanya pengin traktir, kok cari yang murah sih."
"Yang penting gue traktir lo, daripada nggak sama sekali."
"Tapi kan sama aja. Jangan setengah-setengah dong kalau mau traktir orang."
"STOP. Kalian bisa diam nggak?" Bayu mulai berbicara dengan datarnya.
"Iya nih. Ayo ke kantin aja. Gue udah laper." Ucap Shasya yang langsung berjalan menyeret lengan Khaira dan berjalan duluan ke kantin. Sedangkan Kevin dan Bayu langsung mengikuti Shasya dan Khaira dari belakang.
Sesampainya di kantin.
"Gue pesen nasi goreng sama jus jambu tanpa gula." Ucap Khaira.
"Samain semua." Ucap Bayu.
"Oke, gue pesen dulu." Ucap Kevin yang langsung pergi memesan sarapan untuk mereka.
10 menit kemudian.
"Nih makanannya." Kevin membawa dua orang pelayan kantin yang membawa pesanan mereka.
"Makasih." Ucap Shasya, Khaira dan Bayu.
"Sama-sama. Yuk makan."
Mereka akhirnya sarapan tanpa ada obrolan sama sekali.
.
Pukul 16.00, sekarang Khaira dan Shasya sedang duduk santai sambil menonton tv.
Tiba-tiba pintu rumah Khaira ada yang mengetuk.
Tok.. tok.. tok..
"SEBENTAR." Teriak Khaira yang langsung berjalan kearah pintu.
Ceklek.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam."
"Kalian ngapain kesini?"
"Iya mau mainlah, emangnya nggak boleh apa? Iya nggak, Bay?" Ucap Kevin sambil menyenggol lengan Bayu.
"Hm."
"Ya elah dingin amat kayak Kulkas 2 pintu." Cibir Kevin.
"Iya udah, kalian duduk disana dulu. Gue panggilin Shasya." Ucap Khaira sambil menunjuk bangku yang ada di taman depan rumahnya.
"Oke. Eh ini gue bawa kue buat kita makan pas ngumpul nanti." Kevin memberikan sebuah kotak berisi kue.
__ADS_1
"Uwih tumben banget lo baik sama kita-kita." Cibir Khaira.
"Iya udah sih, terserah gue. Lo juga sih, gue baik dikomen, gue nggak baik disindir." Gerutu Kevin.
"Iya udah. Makasih. Sana duduk dulu."
"Iya iya."
Khaira langsung masuk memanggil Shasya dan menyiapkan kue yang dibawa Kevin tadi untuk mereka santap. Sedangkan Shasya membuatkan minuman untuk mereka.
"Nih, Shasya buatin minuman." Ucap Khaira sambil membawa kue tadi dan Shasya menyuguhkan minuman.
"Thank you."
Mereka duduk dibangku Taman.
"Kalain ngapain kesini?" Tanya Shasya.
"Gabut dirumah, makanya kita kesini."
"Oh."
"Sebenernya gue pengin deket sama lo, Sha. Tapi kayaknya hati lo udah ada yang isi. Terlihat dari gerak-gerik lo akhir-akhir ini." Batin Bayu.
Mereka bercengkrama dan bersenda gurau bersama. Tiba-tiba ponsel Shasya berbunyi.
"Eh bentar, gue ada telpon." Ucap Shasya.
"Oke."
Call On.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam."
"Gimana kabar kamu, Sha?"
"Alhamdulillah baik, Kak. Kakak gimana kabarnya?"
"Alhamdulillah Kakak juga baik."
"Kak Yusuf ngapain telpon Shasya?"
"Ada apa, Kak? Kok tiba-tiba suara Kakak sedih gitu."
"Itu, Sha. Kakak mau kabarin kalau Bapak masuk rumah sakit."
"Innalilahi, yang bener, Kak?"
"Iya, kemarin Bapak dibawa ke Puskesmas. Tapi hari ini dirujuk ke rumah sakit yang ada di Kota. Sekarang kita udah di rumah sakitnya."
"Dirumah sakit mana, Kak?. Hikss.. hikss.. hiks.."
"Rumah Sakit Pelita Indah."
"Iya udah, Shasya kesana sekarang. Jaraknya juga nggak terlalu jauh."
"Tapi kamu jangan nangis, Kakak nggak tega dengar kamu nangis."
"Iya, Insya Allah Kak. Iya udah, Shasya tutup dulu. Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam."
Call Off.
Shasya berusaha tenang, namun tetap saja rasa khawatir dan panik mendominasinya.
"Ada apa, Sha?" Tanya Khaira yang melihat kekhawatiran diwajah Shasya.
"Bapak masuk rumah sakit, Khai." Shasya menjawabnya dengan lesu.
"Astaghfirullah."
"Anter gue ke sana, Khai. Paling nggak 1 jam perjalanan." Mohon Shasya kepada Khaira.
"Iya udah gue anter."
"Kita ikut, nggak baik kalau kalian pergi berdua. Sebentar lagi malam datang." Ucap Kevin.
"Makasih. Iya udah, ayo berangkat." Ucap Shasya.
"Pakai mobil gue aja." Ucap Bayu.
__ADS_1
"Oke. Bentar, kita ambil tas dulu. Ayo, Sha." Ucap Khaira dengan menarik tangan Shasya untuk masuk ke rumahnya.
.
Sekarang mereka sudah berada di mobil Bayu. Bayu yang mengemudikan mobilnya dan ditemani Kevin yang duduk didepan.
Shasya selalu mengucapkan doa dalam hatinya. Dia tidak tenang sebelum melihat keadaan Bapaknya. Sedangkan Khaira yang tau bahwa Shasya sangat khawatir, dia pun langsung memeluk Shasya.
"Tenang Sha. Insya Allah Bapak nggak pa-pa." Khaira menenangkan Shasya yang sedari tadi bergetar tidak karuhan.
"Aamiin." Lirih Shasya.
Keadaan dalam mobil tiba-tiba hening tanpa suara.
1 jam kemudian, mereka semua sudah sampai di Rumah Skait Pelita Indah.
Shasya langsung berlari menanyakan Bapaknya ke resepsionis. Setelah mengetahui ruangannya, Shasya langsung berlari menuju ke ICU tempat Bapaknya dirawat.
"Assalamu'alaikum. Bu." Salam Shasya yang langsung memeluk Ibunya.
"Wa'alaikumussalam, Nak. Kamu kesini? Kamu sama siapa?" Tanya Lastri, Ibu Shasya yang melepas pelukan Shasya.
"Shasya sama kita, Bu." Ucap Khaira yang baru datang dengan Kevin dan Bayu.
"Oh kalian."
"Assalamu'alaikum, Bu." Khaira langsung mencium punggung tangan Ibunya Shasya. Sedangkan Kevin dan Bayu menunduk memberi salam.
"Wa'alaikumussalam."
"Keadaan Bapak gimana, Bu?" Tanya Shasya.
"Masih belum sadar, Nak. Kamu doakan Bapak iya, biar cepet sadar."
"Pasti Shasya doain, Bu."
"Iya, Nak."
"Ibu sendirian disini?" Tanya Shasya.
"Ibu sama Nak Yusuf, dia ada Mushola sekarang."
"Iya udah, kita juga mau ke Mushola, Bu. Sekalian Sholat Magrib dulu."
"Iya udah."
"Ayo, Khai, Bay, Vin." Ajak Shasya.
"Iya."
.
Sesampainya di Mushola, terlihat Yusuf akan menunaikan sholat Magrib. Dengan cepat, Kevin menghampiri Yusuf.
"Assalamu'alaikum, Pak."
"Wa'alaikumussalam, loh Kevin kan? Kok kamu bisa ada disini?"
"Iya, Pak saya Kevin. Saya, Bayu dan Khaira menemani Shasya kesini. Kasihan kalau dia harus berdua aja sama Khaira."
"Oh gitu."
"Kalau boleh Pak Yusuf tungguin kita Wudhu iya, biar bisa shola berjama'ah."
"Dengan senang hati."
"Makasih, Pak."
"Iya."
"Saya permisi Wudhu dulu."
"Silahkan."
Kevin langsung berlari menghampiri Bayu yang sedang berwudhu. Setelah berwudhu mereka semua sholat berjama'ah dan Yusuf yang menjadi imamnya.
10 menit kemudian, mereka semua sudah melaksanakan sholat Magrib. Tapi Shasya dan Khaira masih tetap berada di Mushola untuk membaca Al-Qur'an. Sedangkan yang lainnya menuju ke ruang ICU untuk menemani Bapaknya Shasya, agar Ibunya Shasya juga bisa sholat.
Setelah membaca Al-Qur'an, Shasya dan Khaira bergegas menuju ruangan ICU.
Shasya menatap Bapaknya dari balik kaca pintu yang ada disana.
"Bapak. Bapak cepat bangun, Pak. Shasya disini." Lirih Shasya.
__ADS_1