Cinta Suci Shasya

Cinta Suci Shasya
Persahabatan


__ADS_3

~"Gue udah cinta sama lo, Khai. Apa untuk kedua kalinya, cinta gue bertepuk sebelah tangan?" Batin Kevin.~


.


.


.


.


.


"Tapi siapa orang itu?" Tanya Bayu.


"Itu privasi gue. Yang jelas kita semua kenal kok sama orang itu." Ucap Shasya dengan gugup.


"Kenal? Berarti dugaan gue benar dong? Kalau Shasya nggak cinta sama gue." Batin Bayu.


Shasya mulai bernyanyi untuk melanjutkan permainan.


Aisyah...


Romantisnya cintamu dengan nabi


Dengan baginda kau pernah main lari-lari


Selalu bersama hingga ujung nyawa


Kau disamping Rasullallah...


Aisyah...


Sungguh manis oh sirah kasih cintamu


Bukan persis novel mula benci jadi rindu


Kau istri tercinta Ya Aisyah, ya Humairah...


Rasul sayang, kasih, Rasul cintamu


"Masya Allah, merdu banget suaranya Shasya." Batin Bayu.


Apel itu jatuh di tangan Kevin.


"Yah, gue nih yang dikasih pertanyaan." Ucap Kevin dengan lemas.


Sedangkan Shasya masih memikirkan pertanyaan apa yang cocok untuk Kevin. Tiba-tiba ide brilian muncul diotaknya. "Apa yang membuat lo bisa sampai ke titik ini, sekarang?" Tanya Shasya. Shasya berharap, agar Kevin menjawabnya dengan jujur dan tidak ada kaitan antara dirinya dengan jawaban Kevin nanti.


"Jujur, awal gue berjuang untuk sampai ke titik ini adalah seseorang yang gue cintai yaitu berinisial S. Namun, setelah gue sampai di titik sekarang, dan gue mendapat jawabannya, yaitu seseorang yang bisa membuat gue move on dari S." Kevin sekilas melirik kearah Khaira. Tetapi langsung dia alihkan pandnagannya, karena sekarang semua mata tertuju kepadanya kecuali Shasya yang hanya mendengarkan sambil sebisa mungkin menjaga pandangannya.


"Kevin udah move on dari Shasya?" Batin Khaira.


"Guys, permainan kita akhiri aja. Sekarang waktunya kita makan-makan dan bersenang-senang." Ucap Khaira dengan semangat.


"Eh enak aja. Lo kan belum dapat giliran." Ucap Kevin.


"Mungkin semesta berpihak ke gue. Makanya gue nggak dapat giliran."

__ADS_1


"Nggak adil kalau gitu. Kalau gitu, gue kasih lo satu pertanyaan."


"Nggak-nggak, kan permainannya udah selesai."


"Pokoknya gue kasih lo satu pertanyaan dan lo harus jawab jujur."


"Udahlah, Khai. Terima aja, biar dia puas." Cibir Bayu.


"Oke, oke. Gue bakal jawab pertanyaan lo. Apa pertanyaannya?" Tanya Khaira.


"Apa hati lo udah ada isinya?" Tanya Kevin dengan serius sambil menatap Khaira. Sesaat setelah mendengar pertanyaan Kevin, Bayu dan Shasya langsung menatap ke arah Khaira juga. Khaira langsung membuang muka untuk menetralkan jantungnya, karena sekarang jantungnya terasa tidak normal dan berdetak dua kali lebih cepat.


"Iyaa, hati gue ada isinya." Khaira berusaha untuk menjawabnya dengan tenang. Padahal dia gugup setengah mati.


"Beneran?" Tanya Kevin.


"Iya iya lah. Hati gue ada isinya. Kalau hati gue nggak ada isinya, nanti kosong kayak tong yang berbunyi nyaring gimana?" Khaira berusaha membuat Kevin kesla kepadanya.


"KHAIRA, bukan itu yang gue maksud." Benar saja, Kevin sangat kesal mendengar ucapan Khaira. Bukan hanya Kevin, tetapi Shasya dan Bayu juga nampak sangat penasaran dengan jawaban yang seharusnya dilontarkan oleh Khaira.


"Lah bener kan? Makanya, kalau kasih pertanyaan itu yang jelas dong."


"Oke. Apa lo udah cinta sama seseorang?" Tanya Kevin.


Khaira terdiam mendengar pertanyaan Kevin, termasuk Shasya dan Bayu juga terdiam dan kaget mendengarnya. "Iya." Satu kata terucap dari bibir Khaira.


"Siapa?" Bukan hanya Kevin yang penasaran, namun Bayu dan Shasya juga.


"Pertanyaan nggak boleh lebih dari satu." Khaira berusaha bersikap seperti tidak terjadi apa-apa.


"Yah, nanggung banget nih. Gue kan kepo, Khai." Ucap Kevin.


"Terus apa hubungannya, kalau lo nggak bisa tidur sama ucapan gue tadi?" Tanya Khaira.


"Iya ada lah. Soalnya lo nggak mau jawab pertanyaan terakhir Kevin."


"Nggak ada hubungannya."


"Ayolah, Khai. Jawab, gue juga penasaran nih." Ucap Shasya yang sedari tadi diam.


"Wah, ada apa ini? Seorang Shasya bisa kepo juga sama urusan orang lain?" Cibir Kevin.


"Apaan sih, Vin. Gue kan pengin tau juga."


"Oke demi Shasya, gue bakal jawab." Ucap Khaira.


"Jadi, siapa yang lo cintai?" Tanya Kevin.


Khaira langsung menatap Shasya. Tatapan mereka beradu, seperti memberi isyarat. Bayu dan Kevin hanya bisa diam dan menatap mereka berdua. Entah apa yang mereka isyaratkan melalui tatapan mata.


"Gimana? Udah tau?" Tanya Khaira kepada Shasya tanpa melepas tatapan mereka. Bayu dan Kevin mulai bingung dengan maksud Khaira.


"Iya, gue udah tau." Ucap Shasya sambil menutup matanya sebentar, untuk menormalkan matanya kembali. Karena saat beradu mata, Khaira dan Shasya saling menatap tanpa berkedip.


"Kalian ngapain sih? Tau apa?" Tanya Kevin yang sangat bingung dengan tingkah dan ucapan Khaira dengan Shasya.


"Gue udah tau, Khaira cinta sama siapa." Ucap Shasya.

__ADS_1


"Emangnya siapa?" Tanya Bayu.


"Rahasia kita." Ucap Khaira dan Shasya berbarengan.


"Yah, nggak like gue. Kalian main rahasia-rahasiaan." Ucap Kevin dengan nada kecewanya.


"Kalau emang gue sama dia berjodoh dan kita nikah, gue bakal kasih tau kalian di hari pernikahan gue sama dia." Ucap Khaira sambil memakan mangga berpotongan kecil kedalam mulutnya.


Bayu memiliki seribu pertanyaan untuk Khaira, tetapi dia tidak ambil pusing. Tetapi berbeda dengan Kevin, dia tampak kecewa dengan perkataan yang diucapkan oleh Khaira.


"Gue udah cinta sama lo, Khai. Apa untuk kedua kalinya, cinta gue bertepuk sebelah tangan?" Batin Kevin.


Shasya, Khaira, Bayu dan Kevin melupakan semua yang terjadi saat permainan tadi dan melanjutkan acara mereka.


Mereka berempat makan-makan sambil bercerita mengenang masa dimana mereka masih menjadi Maba (Mahasiswa Baru) sampai mereka bisa lulus. Mereka juga karaoke bersama hingga larut malam. Sampai akhirnya, mereka berempat sedang berbaring diatas rumput sambil melihat langit malam. Shasya dan Khaira sengaja berbaring agak jauh dari Bayu dan Kevin.


"Guys, malam ini adalah malam terindah bagi gue." Ucap Kevin yang masih bisa didengar oleh Shasya, Khaira dan Bayu.


"Gue juga. Ini adalah hari dan malam terindah bagi gue." Ucap Khaira.


"Alhamdulillah, kita bisa melewatinya bersama-sama." Ucap Shasya.


"Nikmat yang tiada duanya." Ucap Bayu.


"GUE SAYANG KALIAN, SAHABAT." Teriak Shasya, Khaira, Bayu dan Kevin secara bersamaan sambil menatap langit yang dipenuhi dengan bintang-bintang yang sangat tidka terhitung jumlahnya.


Setelah puas berbaring, mereka semua duduk diatas rumput.


"Udah jam satu dini hari." Ucap Kevin smabil melihat jam tangannya.


"Balik yuk." Ajak Bayu.


"Eh jangan, ini udah larut malam banget. Kalian nginap aja disini. Kalian bisa tidur dilantai bawah, nanti gue sama Khaira tidur dilantai atas." Ucap Khaira.


"Memangnya nggak pa-pa?" Tanya Bayu.


"Nggak pa-pa kok, daripada nanti ada apa-apa dijalan."


"Iya udah kalau gitu. Makasih, Khai."


"Sama-sama. Gue sama Shasya mau naik dulu."


"Oke."


Khaira menggandeng tangan Shasya menuju kamarnya. Sesampainya dikamar Khaira, Shasya dan Khaira langsung mengambil wudhu dan sholat malam.


30 menit kemudian.


Sekarang, Shasya dan Khaira sudah berbaring diatas ranjang.


"Khai, lo beneran cinta sama Kevin?" Tanya Shasya dnegan tiba-tiba.


"Lo beneran tau sama isyarat gue tadi?" Tanya Khaira.


"Iya tau lah, Khai. Itu jawabannya, udah jelas banget dimata lo."


"Gue kira, lo nggak pernah peka sama yang namanya cinta."

__ADS_1


"Kadang gue nggak tau sih. Tapi dari mata lo tadi, gue menangkap kesimpulan. Bahwa semua isi hati, bisa kita lihat dari tatapan mata."


"Lo bener, Sha. Gue juga berpikir kayak gitu."


__ADS_2