Cinta Tanpa Hati Srita

Cinta Tanpa Hati Srita
Resmi bercerai


__ADS_3

Setelah melalui banyak lika-liku akhirnya Srita dan Pungguh resmi bercerai pada sidang ke tiga. Srita teramat bahagia karena impiannya telah tercapai. Sementara Pungguh tidak dapat berkata-kata.


Hari ini pasca sidang cerai berakhir dan Hakim telah mengetuk palu, maka rumah tangga mereka resmi berakhir. Srita yang masih ditemani Ainun melangkah keluar dengan wajah sumringah. Dia hanya sekilas menatap Pungguh yang masih terduduk lesu di kursi.


"Guh, ayo pulang" Sepupu Pungguh menghampiri dan menyentuh bahunya. "Aku turut prihatin Guh atas perceraian mu" Dia melanjutkan kata-katanya.


Pungguh tak menjawab. Dia hanya menarik napas panjang. Beban hidupnya terasa berat. Rumah tangganya berakhir tanpa bisa dipertahankan lagi. Srita tetap memilih pergi dari sisinya meskipun sudah berbagai cara Pungguh lakukan untuk mempertahankan rumah tangganya.


"Ayo Guh" sekali lagi sepupu Pungguh mengajak Pungguh pulang.


Pungguh bangkit lalu seketika memeluk Sepupunya.


"Rumah tanggaku bubar mas" matanya berkaca-kaca "Anak-anak ku kehilangan ibunya. Aku bapak yang tidak bisa membahagiakan mereka"


"Wes to, kamu jangan mikir bagaimana -bagaimana dulu. Anak-anak mu masih punya kamu sebagai bapaknya. Masih ada simbahnya. Kamu urus mereka baik-baik. Kamu tunjukkan bahwa kamu bisa menjadi orang tua yang baik meski tanpa Srita" sepupu Pungguh menasehati.


"Ayo pulang" ajaknya lagi


Keduanya lalu keluar dari ruang sidang . Saat sampai di luar dia melihat Srita yang sedang menelpon. Lama dia memandang mantan istrinya. Ya, sejak keluar dari ruang sidang, Srita telah berstatus sebagai mantan istrinya.


Pungguh lalu meneruskan langkahnya menuju tempat parkir.


"Kita langsung pulang mas?" tanya Pungguh.


"Yo terserah kamu, langsung pulang atau mau ke mana dulu" jawab sepupu Pungguh

__ADS_1


"Aku ingin menenangkan diri dulu mas" kata Pungguh.


" Ya sudah, ayo kita cari minum dulu. Cari tempat duduk, ngopi. Tenangkan diri kamu. Baru nanti kita pulang. Lha Srita nanti pulang ke mana Guh "


"Yo masih ke rumah ku, wong baju-bajunya juga masih di sana. Setelah itu yo tidak tahu. Mosok aku yang keluar rumah. Lha itu rumah orang tuaku"


"Kamu nanti jangan lama-lama menduda Guh. Biar ada yang ngurusi kamu. Jangan kalah saing kamu sama Srita" sepupu Pungguh menyarankan


"Opo tho mas. Aku baru saja bercerai sampeyan sudah nyuruh aku kawin lagi" sangkal Pungguh.


"Ya biar tidak merana hidupmu. Ha... ha... ha.... Nanti tak carikan yang baru. Mau gadis opo janda"


"Mana ada gadis yang mau sama aku. Srita aja kabur. Apalagi gadis . Mana mau dia hidup susah. Harus ngurus anakku lagi. Wes tho jangan bujuk in aku untuk nikah cepet-cepet"


" Yo belum tentu tho. Jodoh itu ditangan Tuhan. Mana tahu ada gadis yang siwer matanya lalu kepincut sama kamu, ha...


"Mbuh lah mas. Aku belum kepikiran. Sekarang yang ada dipikiran ku hanya anak-anak ku. Sampeyan dengar kan tadi bahwa Srita hanya akan membawa anakku yang kecil. Otomatis dua yang lainnya aku yang merawat. Marsa itu masih kecil, masih sering nyari ibunya. Kemaren saja waktu Srita kabur, dia tidak mau makan, kerjanya nangis nyariin ibunya. Apalagi ini kalau tahu ibunya akan pergi lagi. Malah pergi untuk tidak ngurusi lagi" Pungguh melenguh lemah.


"Ya sudah sekarang kamu tenang dulu jangan pikirkan. Ayo kita ngopi saja"


****


Sementara itu setelah keluar dari ruang sidang, Srita tak sabar untuk mengabari Bagito. Dia langsung menelpon dan menyampaikan kegembiraannya.


Suara nada tunggu terdengar dari seberang telepon. Srita sudah tidak sabar.

__ADS_1


"Ayolah mas, cepat angkat" dia bicara sendiri.


"Halo...." terdengar suara Bagito


"Maaaaas!!! " suara Srita terdengar kencang


"Aku sudah resmi cerai" intonasi bahagia terdengar dari suara Srita.


"Oh ya, kamu serius kan?" tanya Bagito


"Aku serius! Aku bahagia sekali. Kamu bahagia juga kan?" Srita bertanya balik


"Aku bahagia sayang. Aku sudah tak sabar untuk menikahi mu. Menjadikan kamu istriku. Aku kangen kamu sayang"


Ikon hati bertaburan dikirim oleh Bagito.


Srita membalas dengan ikon kecupan.


"Kapan kita bisa ketemu? Kamu sudah janji akan menemui ku ke sini. Aku kangen mas. Kamu datang ya" suara manja Srita merayu Bagito


"Ya aku akan menemui mu segera. Kamu tunggu saja dalam beberapa hari ini aku akan izin khusus menemui kamu"


"Beneran ya mas"


"Ya aku janji"

__ADS_1


"Aku senang sekali, aku sudah tidak sabar"


Srita mengirim ikon orang berjoget-joget lucu


__ADS_2