Cinta Tanpa Pengakuan

Cinta Tanpa Pengakuan
Bab 11 Terus terang


__ADS_3

kalian memang ada hubungan spesial.. ucap diki dalam hati.


lalu ia pun pergi meninggalkan area itu setelah memastikan benar atau tidak nya yang ia lihat.


....


pagi itu dita baru saja keluar dari pintu tempat kerja nya, ia masuk shift malam,


seperti biasanya ia akan menaiki mobil jemputan.


saat ia akan naik mobil itu, seseorang menarik tanganya kuat.


dita, pulang bersamaku. ucap rendy.


tak seperti biasanya, rendy menjemputnya di tempat kerja.


dita pun nurut saja dan berkata.


tumben ren, ada angin apa...?


ya.. kebetulan hari ini aku libur, apa salahnya aku jemput kamu dit.


oh.. begitu.


dit.. kita pulang ke rumah kakaku yuk..


hmm.. tapi aku belum mandi. dan masih pake baju kerja.


gak papa, sebentar aja kok.


baiklah ren.. memang nya ada apa sih, ko tumben.


gak ada sih, aku cuma ingin keluargaku mengenalmu dengan baik.

__ADS_1


baiklah.


kedua nya pun berlalu dan melaju menuju rumah kaka rendy.


sesampainya di sana kakanya menyambut dengan baik.


tidak ada sesuatu yang membuat kikuk, karena keluarganya sangat humoris sama seperti rendy.


tak selang berapa lama kedua nya pamit,


tak lupa memberi salam kepada kaka nya.


rendy melajukan motornya dengan cepat.. tak lama kemudian kedua nya telah sampai di kontrakan dita.


dita mempersilahkan rendy masuk dan mempersilahkan duduk.


dita pergi menuju dapurnya, membuatkan minum untuk rendi dan kemudian ia pamit untuk membersihkan diri.


rendy pun meng iyakan.


dita keluar dari kamar nya dengan mengenakan baju santai dan rambut masih di lilit handuk karena basah.


ia menghampiri rendy dan bertanya.


ren.. kamu mau sarapan apa..


hmm.. kita ke pasar aja yuk, terus masak bersama, soalnya warung di pojok sana tutup.


aaa... benarkah.. aku kira buka, oh ya, memangnya kamu bisa masak ren...?


bisa lah kalo sekedar masak air... hahaha


ucap rendy sambil tertawa.

__ADS_1


kedua nya pun tak mampu menahan tawa dan sedikit saling mengejek.


dita.. bolehkah aku yang menyisir rambutmu.. ucap rendy.


boleh saja. kalau kamu gak repot ren... hehe


rendy pun mempersilahkan dita untuk duduk di depan nya, ia mulai melepas handuk yang melilit di rambut dita, ia menyisir nya dengan lembut. sesekali ia membelai puncak kepala dita dengan penuh kasih.


kemudian ia berkata terus terang tentang apa yang ia rasakan.


dita.. maafkan aku..


untuk apa ren..?


dita.. percayalah aku sangat mencintaimu,


namun keadaan memaksaku untuk menyembunyikan hubungan ini, seseorang mengancamku dan aku tak ingin ada siapa pun yang melukaimu.


apa maksudmu ren..?


apa kamu tau dit..? sinta tidak suka melihat kita bersama, apa lagi menjalin kasih.


iya aku tau dari sikap dan sorot matanya. apa mungkin sinta menyukaimu ren..


entahlah.. yang aku tau, aku hanya mencintaimu dan nyaman bersamamu.. aq slalu ingin di dekatmu.


lalu..?


sinta mengadu kepada keluargaku tentang mu, ia juga mengatakan sesuatu yang mustahil kepada keluargaku dan juga teman - teman komunitas kita..


benarkah sejahat itu dia...?


dita, berjanjilah untuk tidak meninggalkanku dan berjanjilah bertahan sampai statusku sebagai ketua telah di ganti orang lain.

__ADS_1


di saat itu lah aku akan berterus terang kepada mereka tentang hubungan kita.


__ADS_2