Cinta Tanpa Pengakuan

Cinta Tanpa Pengakuan
Bab 44 Masa lalu kelam


__ADS_3

reyhan terus berjalan melewati beberapa ruangan yang ada di sana dengan di ikuti astri di belakang nya, hingga sampailah keduanya pada ruangan kosong, reyhan meminta astri untuk memasuki ruangan tersebut.


Hening.. kedua nya hanya terdiam di ruangan yang sama untuk beberapa saat, hingga akhirnya reyhan membuka suara.


kemana saja kamu selama 5 tahun ini astri..?


astri hanya terdiam lalu menitikan air mata.


jawab aku astri..


namun astri tak kunjung menjawabnya, reyhan masih menunggu hingga astri mau menjawabnya.


suasana kembali hening.. hanya isakan yang terdengar di ruangan itu.


reyhan memeluk astri,


katakan astri.. kemana kamu selama ini, tidakah kau tau aq mencarimu kemana mana, aku hampir gila karena tidak menemukan mu.


maafkan aku.


hanya itu yang terucap di bibir astri.

__ADS_1


katakan padaku apa yang terjadi


astri hanya menggeleng dan kembali terisak.


baiklah jika kamu tak ingin menceritakan nya sekarang, kamu bisa cerita nanti atau lusa.. berhentilah menangis.. ucap reyhan sambil mengusap air mata yang jatuh di pipi astri.


temui aku nanti malam, aku akan ceritakan semua nya.


flashback on


malam itu vina menjemput astri dari rumah nya untuk menghadiri acara rutinan bulanan komunitas mereka.


tak seperti biasanya vina menggunakan motor kesayangan nya namun kali ini ia menggunakan mobil mewahnya dan di antar oleh handoyo ayah nya.


acara berlangsung seperti biasa, tidak terlalu lama hanya saja kebanyakan dari mereka masih betah untuk berlama lama berkumpul dengan teman- teman.


tepat pukul 00.00 wib. pak handoyo menjemput putri nya dan juga astri untuk pulang, namun sebelumnya pak handoyo mengajak kedua nya mampir di salah satu rumah yang katanya milik teman bisnis pak handoyo,


dengan alasan ada sesuatu yang penting yang akan di ambilnya.


vina dan astri pun menyetujuinya.

__ADS_1


sesampainya di rumah tersebut pak handoyo mengetuk pintu dan keluarlah seorang pria kira - kira berumur 35 tahun, tidak terlalu tua namun juga tidak muda lagi.


ia pun mempersilahkan masuk dan duduk,


pria itu kemudian permisi ke belakang untuk membuatkan minum tamunya, dan pak handoyo menyusul ke belakang dengan alasan akan membuang air kecil.


tinggalah vina dan astri yang duduk di sofa ruang tamu.


tak berapa lama pria itu muncul dengan membawa 2 gelas teh dan 2 gelas kopi serta beberapa cemilan.


pak handoyo pun berjalan di belakang pria tersebut dan kemudian duduk di sebelah vina.


pria itu menyerahkan 2 gelas teh itu untuk vina dan astri, sementara kopi nya ia berikan pada pak handoyo dan satu untuk dirinya.


pria itu memperkenalkan dirinya dan menyebut namanya Usman.


mereka pun ngobrol panjang lebar mengenai bisnis mereka dan tentunya itu sangat membosankan untuk vina dan juga astri.


pak Usman mempersilahkan mereka untuk meminum teh yang sudah ia buatkan.


tanpa curiga vina dan astri pun meminum nya, untuk beberapa saat kedua nya masih terjaga hingga lama kelamaan rasa kantuk menyerang kedua nya dan benar - benar tidak tertahan kan, dan seketika kedua nya pun tertidur pulas,

__ADS_1


kedua pria itu tersenyum melihat vina dan astri tertidur pulas..


Rencana kita berhasil usman.. ucap handoyo


__ADS_2