Cinta Tanpa Pengakuan

Cinta Tanpa Pengakuan
Bab 7 grogi


__ADS_3

rendy tampak menggigil kedinginan saat itu namun ia mencoba menahanya, begitu juga dengan dita, sesekali mereka saling melontarkan kata candaan untuk mengusir rasa dingin itu.


hingga waktu menunjukan pukul 07.00 pagi. namun hujan masih juga belum reda.


hanya saja sudah tidak se deras seperti sebelumnya, sudah mulai sedikit terang.


sekira pukul 08.00 pagi hujan mulai reda, dita dan rendy pulang, rendy memutuskan untuk pulang ke rumah temanya dan langsung berkumpul dengan anggota lain yang akan mengikuti ziarah, sementara dita memutuskan untuk pulang, membersihkan diri, berganti pakaian dan menunggu di jalan dekat rumahnya, karena mereka akan melalui jalan tersebut.


beberapa menit berlalu dita menunggu mereka dan mereka pun tiba, dita bergabung dengan mereka yang kebanyakan anggota baru, hanya ada 2 orang anggota lama saja yang ia kenal baik saat itu.


sampailah mereka di pemakaman tujuan, mereka mulai melakukan kegiatan berdoa bersama untuk leluhur,


beberapa saat berlalu acara pun telah usai..


saat itu dita dan rendy bersikap seolah tidak terjadi pertemuan sebelumnya, mereka bersikap biasa dan bahkan seakan tidak saling kenal.


ketika acara telah usai mereka pun pulang, rendy yang saat itu membonceng sinta berkata akan lanjut berwisata ke barelang dan menanyakan kepada dita apakah ia ingin ikut, namun dita menolak dengan alasan ada acara lain,


dita sengaja menolak karena selain kurang nyaman dengan orang - orang baru, ia juga butuh istirahat karena semalaman ia belum tidur.


mereka pun kembali dengan tujuan masing - masing.

__ADS_1


ia pulang ke rumah dan istirahat, rendy melanjutkan berwisata bersama teman - teman yang lain.


siang itu dita tidur dengan nyenyak hingga sore hari, banyak pesan masuk di ponselnya namun dita tidak mendengar nya,


ketika ia bangun ia melihat beberapa pesan yang di kirim oleh teman - teman nya dan salah satunya ialah rendy.


ia membalas pesan tersebut sebelum ia melanjutkan aktifitas nya.


kemudian ia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai ia pun keluar untuk membeli makan. rendy terus saja mengirim pesan dan mereka terus menerus berbalas pesan,


sangat nyambung. sehingga mereka pun semakin akrab saja.


beberapa hari kemudian rendy mengajak dita untuk bertemu di salah satu taman yang ada di dekat tempat tinggal nya, dan mereka pun bertemu, seperti biasa mereka bertemu hanya untuk sekedar bersenda gurau..


dan tidak bisa di pungkiri rasa sayang mulai muncul di antara mereka.


malam itu rendy berkata kepada dita.


dita.. malam ini kamu beda..


benarkah, perasaanku biasa saja.

__ADS_1


sungguh kamu beda.


itu hanya perasaanmu saja.


dita dan rendy sesekali saling pandang, getaran itu mulai muncul, rasa deg degan dan juga grogi seketika muncul di antara mereka.


rendy mulai mendekat, hingga mereka duduk tepat berdampingan, tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir mereka, entah mengapa seketika itu suasana menjadi sedikit kaku.


lalu rendy berpamitan pergi ke mini market yang ada di dekat taman untuk membeli air minum. dita meng iyakan.


ia menunggu nya dan bertanya tanya dalam hati,


apa maksudnya aq beda ya...?


apa dia ada rasa padaku...?


ah aq tidak boleh ge er.


begitu lah pikiran dita saat itu.


beberapa menit berlalu, rendy kembali dengan membawa 2 botol minuman dingin.

__ADS_1


dan mereka kembali ngobrol, suasana kembali cair, dan beberapa saat kemudian mereka pulang ke rumah masing - masing


__ADS_2