Cinta Tanpa Pengakuan

Cinta Tanpa Pengakuan
Bab 55 kembali


__ADS_3

Di rumah sakit rendy menunggu dokter menangangi dita yang terkena timah panas, ia menunggu dengan kecemasan yang luar biasa.


keluarganya turut serta menunggu dan mencoba menenangkan rendy.


*kenapa harus dita yang di tembak..? begitu ucapnya.


sudahlah rendy, ini sudah takdir nya, kita tak bisa mencegah apa pun yang sudah di takdirkan ALLAH... jawab ka adam mencoba menenangkan adiknya.


dasar tak berguna, seharusnya aku menjaga nya dan menjauhkan nya dari bahaya ini, seharusnya aku bisa melindunginya, ucap rendy menyalahkan dirinya*.


seorang dokter yang menangani dita keluar dari ruangan,


dengan segera rendy menghampiri dokter itu dan menanyakan keadaan istrinya.


*bagaimana keadaan istriku dokter..?


semua baik - baik saja, peluru itu sudah berhasil kita keluarkan, hanya saja istri anda mengalami banyak pendarahan sehingga ia perlu di rawat beberapa hari.


terima kasih dokter*.


dokter dan beberapa perawat nya pun pergi,


rendy masuk kedalam ruangan dimana dita di rawat, ia menatap dita dengan penuh rasa bersalah, keluarga nya pun silih berganti melihat keadaan dita yang belum sadarkan diri, dan beberapa dari mereka pamit untuk pulang terlebih dahulu agar dapat bergantian menjaga dita,


kematian handoyo belum di ketahui oleh rendy dan juga keluarganya, karena saat kejadian dita tertembak mereka seketika pergi membawa dita ke rumah sakit.

__ADS_1


reyhan belum muncul juga hingga akhirnya rendy menghubunginya.


*haloo rey.. kau dimana..?


masih di lokasi ren,


bagaimana keadaan disana apakah sesuai rencana..?


tidak..!!! anak buah kepercayaan handoyo sudah di tangkap polisi semua, tapi sayangnya handoyo menghembuskan nafas terakhirnya setelah mendapatkan timah panas di dadanya, aku tidak puas atas kematian nya. ini terlalu ringan untuk nya.


benarkah..? lalu bagaimana..?


nasi sudah jadi bubur, sasaran sudah mati, lalu bagaimana lagi..? ucap reyhan bertanya balik.


baiklah*..


sambungan telfon pun di putuskan.


...


di kediaman vina para pelayat ramai berdatangan, sebagian dari mereka tak menyangka atas kejahatan yang di lakukan mendiang ayah vina, sebagian mereka juga memandang vina dengan jijik nya.


proses pemakaman selesai namun tak satu pun dari pihak keluarga handoyo yang datang.


beberapa hari berlalu, usaha milik handoyo jatuh bangkrut dan tidak meninggalkan sisa, sebagian di sita atas tindak kejahatan yang pernah handoyo lakukan semasa hidup. kini vina hanya sendiri tak siapa pun membantunya.

__ADS_1


teman - teman yang selama ini di dekatnya pun menjauh entah kemana.


sementara di rumah sakit, dita bersiap untuk pulang ke rumah nya bersama rendy,


reyhan dan juga astri juga turut menjemputnya.


kalian harus menikah segera.. ucap dita pada astri dan juga reyhan.


itu pasti, jawab reyhan dengan penuh keyakinan.


ayok kita pulang.. apa masih mau menginap disini.. ucap rendy


mereka pun tertawa mendengar ucapan rendy, lalu melangkah pergi meninggalkan rumah sakit itu.


..


di kediaman rendy semua keluarga nya berkumpul untuk menyambut kedatangan dita dan rendy,


semua teman komunitas juga hadir disana,


mereka sengaja datang untuk meminta maaf kepada rendy dan juga dita atas kesalah pahaman mereka selama ini, mereka yang juga pernah memandang sebelah mata atas apa yang pernah rendy dan dita lakukan.


mereka tidak memberitahukan kepada rendy atas kedatangan mereka ke kediaman nya,


ini akan menjadi sureprize untuk rendy dan juga dita

__ADS_1


__ADS_2