
lalu kemanakah astri saat ini...?
pertanyaan itu muncul di otak dita, ia pun tak menyerah, ia terus mencari info tentang keberadaan dan kabar astri.
dita mencoba menghubungi Runtia, namun hasil nya tetap sama, Runtia juga tidak tau keberadaan astri.
dita kembali mencoba bertanya kepada teman - teman yang lain tapi hasil nya tetap sama.
akhirnya dita pun menyerah dengan sendirinya,
dita hanya berharap suatu hari nanti akan bertemu kembali dengan astri, ia merupakan teman terbaik, teman yang mengenalkanku pada teman sekaligus keluarga baru di kota itu.
tanpa nya aq takan mungkin mengenal mereka semua. pikir dita.
...
keesokan hari nya dita kembali bergelut mencari pekerjaan baru, ia mencoba mengajukan lamaran di beberapa PT.
dan akhirnya ia pun di terima di salah satu PT yang berada di kawasan engku putri.
ia kembali beraktifitas seperti dulu..
beberapa hari pun berlalu ia kembali bertemu dengan teman - teman lama nya satu persatu.
dan kebanyakan bertemu tanpa sengaja, saat bertemu mereka ia slalu menanyakan tentang astri namun mereka tetap menjawab tidak tahu,
__ADS_1
menghilangnya astri menjadi sebuah misteri baginya
karena tak satu pun dari mereka yang tau dimana keberadaan astri..
...
sore itu dita pulang bekerja seperti biasa langsung membersihkan diri lalu beristirahat.
di tengah asik nya ia menonton acara favorit, sebuah pesan masuk.
pesan dari salah satu anggota komunitas yang memberitahukan akan di adakan ziarah bersama.
seketika itu ia langsung menghubungi nomor tersebut, ia ingin ikut ziarah bersama, ia pun menanyakan kepada siapa ia harus mendaftar dan membayar biaya nya.
lalu sang pemilik nomor tersebut memberitahukan untuk langsung mendaftar melalui ketua saja.
siapakah ketua nya saat ini dan berapa nomornya...?
ketua nya saat ini rendy.
hubungi saja nomornya.
ia pun menjawab dan memberikan nomor rendy kepada dita
Rendy..? sepertinya nama itu gak asing bagiku, tapi yang mana satu orang nya..? ah aq sudah lupa. pikir nya saat itu.
__ADS_1
tak menunggu lama dita pun menghubungi nomor rendy, mereka berbincang di ponsel cukup lama, mereka menanyakan tempat tinggal masing - masing, lalu mereka menentukan tempat paling tengah untuk bertemu,
karena ternyata rumah mereka berlawanan cukup jauh, mereka memutuskan untuk bertemu di batamindo. sekitar pukul 19.00 wib.
dan tibalah di waktu yang sudah di tentukan.
saat itu dita dan rendy sama - sama tidak mengingat jika pernah bertemu beberapa tahun sebelum nya.
mereka seolah baru pertama kali bertemu.
hitam dekil rambut acak - acakan itulah kesan pertama dita melihat rendi. hehe
dita dan rendi bersalaman lalu melanjutkan perjalanan menuju wansera muka kuning. mereka memilih tempat itu untuk ngobrol santai.
sesampainya di wansera mereka pun membicarakan tentang komunitas itu sendiri dan bagaimana perubahan - perubahanya.
dan juga membicarakan rencana ziarah nya yang akan di laksanakan besok pagi.
asyik, nyaman, dan cukup menghibur. itulah kesan pertama dita terhadapnya saat itu.
saking asik nya mereka ngobrol hingga tak terasa waktu begitu cepat berlalu, jam menujukan pukul 00.00 malam. mereka tak menyangka akan senyambung dan senyaman itu hingga melupakan waktu.
hujan mulai turun, dita dan rendy sama - sama tidak membawa mantol, akhirnya mereka berteduh di teras minimarket sambil menunggu hujan reda dan pulang, namun sayangnya hujan tak kunjung reda hingga pagi hari.
mereka terpaksa bertahan di teras minimarket karena tidak ada pilihan lain,
__ADS_1
rendy tampak menggigil kedinginan saat itu namun ia mencoba menahanya, begitu juga dengan dita, sesekali mereka saling melontarkan kata candaan untuk mengusir rasa dingin itu.