Cinta Tanpa Pengakuan

Cinta Tanpa Pengakuan
Bab 37 Rumah baru


__ADS_3

vina melangkahkan kaki nya menuju kantor MA group ia ingin menemui rendy, pria yang selama ini selalu mengisi tiap sudut hatinya.


beberapa pasang mata tertuju padanya membicarakan dirinya setelah mengetahui acara live yang di siarkan beberapa hari sebelumnya.


ia menghampiri resepsionist di kantor itu, menanyakan ruangan milik rendy, resepsionist itu pun menunjukan dan menghantarkan pada winda asisten pribadi rendy.


"mba winda.. ini ada nona vina ingin menemui pak rendy..


ucap seorang resepsionist itu.


winda menatap heran wanita di depan nya.


"calon istri pak rendy...? benarkah itu...? lalu mengapa ia tidak mengetahui jika pak rendy pergi berlibur sampai beberapa minggu ke depan..? ah sudah lah itu urusan mereka..


batin winda.


winda pun mengantarkan vina ke ruang kebesaran rendy, dan mempersilahkan duduk, winda pikir mungkin sebentar lagi bos nya akan datang menemui calon istrinya disana. maklum.. hingga saat ini winda dan seluruh staf perusahaan belum ada yang tau tentang status bosnya.


satu jam telah berlalu namun tidak ada tanda - tanda kedatangan rendy,


vina mulai bosan menunggu, winda sibuk dengan pekerjaanya dan kak bima pun datang dan akan memasuki ruang kebesaran milik rendy,


winda menghentikan langkahnya, ia menyampaikan bahwa ada vina di dalam ruangan tersebut menunggu kedatangan pak rendy,


kak bima tersenyum mendengar apa yang di sampaikan winda, ia pun berkata.


"lain kali jangan izinkan ia masuk ke ruangan rendy, ia bukan calon istri dari bosmu.


winda semakin tidak mengerti di buatnya,


tanpa penjelasan lebih kak bima masuk ke ruangan itu, ia melihat vina dengan wajahnya yang memperlihatkan kebosanan menunggu.

__ADS_1


vina terkejut dengan kedatangan kak bima yang awalnya adalah rendy pujaan hatinya.


"loh.. kok kak bima yang disini.. ucap vina penuh keheranan


"eh ada vina rupanya, harus nya saya yang bertanya, kenapa vina ada di sini.. ucap ka bima.


"vina ingin menemui rendy ka, vina rindu ingin bertemu dengan nya.


mendengar jawaban vina ka bima tersenyum seolah mengejek nya.


"kamu merindukan rendy...? kenapa...?


"ko ka bima bicara begitu sih.. apa salahnya aku menunggu calon suamiku.. ucapnya kesal


ka bima semakin di buatnya tertawa dengan jawaban vina.


kemudian ia pun berkata


"berhentilah berharap, rendy tidak akan pernah melamarmu apa lagi menikahimu, jangan kebanyakan bermimpi.


...


di tanjung pinang rendy baru saja membeli rumah mewah untuk istri nya, sebagai hadiah atas kehamilan pertama nya.


rumah yang nantinya akan ia tempati bersama dengan keluarga kecilnya.


rumah itu akan mulai ia tempati esok hari, kini keluarga dita dan juga paman serta bi vivi sedang menyiapkan keperluan untuk acara syukuran rumah baru nya,


semua tampak berbahagia atas kehamilan dita dan kesuksesan yang di raih rendy.


drrrttttt drrrrtttt drrrtttt

__ADS_1


terdengar getaran di ponsel milik rendy.


rendy membuka ponselnya dan menjawab panggilan dari ka bima.


"halo kak.. ada apa.


"tidak ada apa- apa,


apa kamu tau..? tadi baru saja vina kemari menunggumu dan mengatakan merindukanmu. hahaha


"hmm.. lalu kaka jawab apa..


"ya kaka jawab lah.. bla bla bla bla bla..


ka bima menjelaskan sambil tertawa,


rendy pun tak kuasa menahan tawa mendengar penjelasan ka bima


semua yang ada disana hanya menggeleng kepala melihat rendy tertawa tak hentinya,


"mereka berdua memang sudah terbiasa begitu jika sedang berjauhan dan berbicara di telfon. ucap bi vivi


lalu ia pun kembali menyibukan diri mempersiapkan keperluan untuk acara nanti malam,


ibu dita membuat kue pastel dan martabak telur kesukaan dita, dita pun kegirangan dan tak hentinya mencicipi masakan ibunya.


rendy melangkah ke dapur membuatkan susu untuk istri tercinta nya, kemudian ia menyerahkan nya pada dita,


"sayang .. minumlah susumu,


"iya sayang terima kasih..

__ADS_1


"hooo... so sweeettt nya calon dady n calon mami, kapan kita bisa seperti mereka..?


ucap bi vivi pada suaminya


__ADS_2